Partisipasi Politik Perempuan dalam Pemilu Legislatif Ditinjau dari Prinsip Kesetaraan Gender

Penulis

  • Hayu Lusianawati Universitas Sahid
  • Rival Pahrijal Universitas Nusa Putra
  • Rani Eka Arini Universitas Nusa Putra

DOI:

https://doi.org/10.58812/jhhws.v5i02.3691

Kata Kunci:

Partisipasi Politik Perempuan, Pemilihan Legislatif, Kesetaraan Gender, Tindakan Afirmatif, Hak Asasi Manusia

Abstrak

Partisipasi politik perempuan dalam pemilihan legislatif merupakan komponen fundamental dari tata pemerintahan demokratis dan manifestasi praktis dari prinsip kesetaraan gender. Meskipun hak-hak politik yang setara telah diakui secara luas dalam kerangka hukum konstitusional dan internasional, perempuan terus menghadapi berbagai hambatan struktural, budaya, ekonomi, dan kelembagaan yang membatasi representasi mereka dalam badan legislatif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi politik perempuan dalam pemilihan legislatif dari perspektif prinsip kesetaraan gender melalui pendekatan hukum normatif. Penelitian ini mengkaji ketentuan konstitusional, hukum pemilu, instrumen hak asasi manusia internasional, doktrin hukum, dan literatur ilmiah mengenai hak-hak politik dan kesetaraan gender. Temuan menunjukkan bahwa prinsip kesetaraan gender mencakup dimensi formal dan substantif. Sementara kesetaraan formal menjamin hak-hak politik yang sama bagi perempuan dan laki-laki, kesetaraan substantif membutuhkan penerapan langkah-langkah yang mampu mengatasi kerugian historis dan ketidaksetaraan struktural. Studi ini lebih lanjut menemukan bahwa kebijakan tindakan afirmatif, termasuk kuota gender, merupakan mekanisme hukum yang sah untuk mempromosikan representasi perempuan dan konsisten dengan standar hak asasi manusia internasional, khususnya Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW). Namun, efektivitas langkah-langkah tersebut masih dipengaruhi oleh komitmen partai politik, mekanisme penegakan hukum, dan sikap sosial budaya yang berlaku terhadap kepemimpinan perempuan. Studi ini menyimpulkan bahwa pencapaian partisipasi politik perempuan yang bermakna tidak hanya membutuhkan jaminan hukum formal, tetapi juga langkah-langkah hukum dan kelembagaan komprehensif yang mendukung kesetaraan gender substantif dalam pemilihan legislatif. Penguatan langkah-langkah ini sangat penting untuk meningkatkan legitimasi demokrasi, tata kelola perwakilan, dan keadilan sosial.

Referensi

Amanda de Andrade, S., & da Fonseca Engler, I. G. (2025). Mulheres e representação política: Um estudo sobre o perfil social e a produção legislativa das deputadas federais reeleitas em 2022. Monumenta-Revista de Estudos Interdisciplinares, 5(10), 27–49.

Chaudhary, A. (2025). Exploring Political Participation of Women In India: Early Gender Socialization & Participation In Politics.

Guterres, M. M. R., & Dewi, A. A. S. L. (2025). Legal Framework on Women’s Participation in Legislative Elections in Indonesia: A Normative Analysis of the Role of Political Parties. Verdict: Journal of Law Science, 4(2), 70–86.

Hidayati, R., & Mauliansyah, F. (2020). Peninjauan Partisipasi Politik Bagi Perempuan Pada Pemilu 2019 di Kecamatan Meureubo. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar, 1(1), 182–189.

Kaase, M. (2000). Politische Beteiligung/Politische Partizipation. In Handwörterbuch des politischen Systems der Bundesrepublik Deutschland (pp. 473–478). Springer.

La Barbera, M. (2019). Igualdad entre mujeres y hombres. EUNOMÍA. Revista En Cultura de La Legalidad.

López, M. N., & Martino, H. (2021). Igualdad de género y políticas energéticas. Municipios de Argentina.

Mohamed, A. (2019). Factors influencing women participation in politics at federal, state and local elections in Puntland State of Somalia.

OYENIKE, F. O. (2013). THE DIASPORA AND NIGERIA-GHANA RELATIONS. DEPARTMENT OF POLITICAL SCIENCE AND INTERNATIONAL RELATIONS IN PARTIAL ….

Radacic, I. (2008). Gender equality jurisprudence of the European Court of Human Rights. European Journal of International Law, 19(4), 841–857.

Rai, P. (2011). Electoral participation of women in India: Key determinants and barriers. Economic and Political Weekly, 47–55.

Roulet, F. (2021). Peacemaker Cacicas in the Río de la Plata Southern Frontier. Cacicas: The Indigenous Women Leaders of Spanish America, 1492–1825, 240.

Saifuuzaman, P. L., & Bakshi, S. (n.d.). Political Participation of Women in Indian Politics. CONTEMPORARY WORLD POLITICS, 41.

Sarda, B. (2023). Political participation and women empowerment. Int J Novel Res Dev (IJNRD), 8(3), 133–140.

Squires, J. (2007). The new politics of gender equality. Bloomsbury Publishing.

Teorell, J., & Torcal, M. (2007). Political participation: Mapping the terrain. In Citizenship and involvement in European democracies (pp. 358–381). Routledge.

Uhlaner, C. J. (1986). Political participation, rational actors, and rationality: A new approach. Political Psychology, 551–573.

US, M. S. R., & Bagdawansyah Al Qadri, M. (2025). Rendahnya Representasi Perempuan dalam Pencalonan Anggota Legislatif di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Van Deth, J. W. (2009). Politische partizipation. In Politische Soziologie: Ein Studienbuch (pp. 141–161). Springer.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Partisipasi Politik Perempuan dalam Pemilu Legislatif Ditinjau dari Prinsip Kesetaraan Gender (H. Lusianawati, R. Pahrijal, & R. E. Arini, Penerj.). (2026). Jurnal Hukum Dan HAM Wara Sains, 5(02), 522-533. https://doi.org/10.58812/jhhws.v5i02.3691