Kematangan Emosi sebagai Prediktor Kecenderungan NSSI pada Siswa Berisiko di Salah Satu Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpkws.v4i03.3870Kata Kunci:
Kematangan Emosi, Non-Suicidal Self-Injury (NSSI), Remaja Awal, Madrasah Tsanawiyah, GorontaloAbstrak
Masa remaja awal merupakan periode rentan fluktuasi emosi yang memicu koping maladaptif seperti Non-Suicidal Self-Injury (NSSI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kematangan emosi sebagai prediktor kecenderungan perilaku NSSI pada siswa berindikasi self-injury di salah satu Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Gorontalo. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional-prediktif cross-sectional, populasi berfokus pada siswa madrasah tersebut. Melalui purposive sampling dan skrining Guru BK, terpilih sampel 32 siswa usia 12–14 tahun. Pengumpulan data menggunakan skala NSSI adaptasi Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) yang memiliki reliabilitas α = 0,969, serta skala kematangan emosi berbasis teori Walgito dengan reliabilitas α = 0,921. Teknik analisis data mencakup statistik deskriptif dan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori kematangan emosi (75%) dan kecenderungan NSSI (59,4%) di tingkat sedang. Simpulan utama penelitian membuktikan bahwa kematangan emosi menjadi prediktor negatif yang signifikan terhadap kecenderungan NSSI (p = 0,019 < 0,05), dengan model mampu menjelaskan 17% varians skor NSSI. Kebaruan penelitian terletak pada pengujian prediktif menggunakan spesifikasi instrumen adaptasi ISAS pada remaja berindikasi di lingkungan pendidikan madrasah. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan keterampilan pengelolaan emosi dan optimalisasi layanan Bimbingan Konseling melalui identifikasi dini, asesmen risiko, dan mekanisme rujukan terstruktur.
Referensi
Alderman, T. (1997). The scarred soul: Understanding and ending self-inflicted violence. New Harbinger Publications.
Astuti, R. (2022). Peran kematangan emosi dalam menghadapi stres akademik dan konflik sosial pada remaja. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 10(2), 45–55.
Berita Gorontalo. (2021, 24 Agustus). Angka depresi tertinggi, Gorontalo jadi prioritas pembangunan RS Jiwa. https://berita.gorontaloprov.go.id/2021/08/24/angka-depresi-tertinggi-gorontalo-jadi-prioritas-pembangunan-rs-jiwa/
Chaplin, J. P. (2006). Kamus lengkap psikologi (K. Kartono, Terj.). PT RajaGrafindo Persada.
Cicchetti, D., & Rogosch, F. A. (2002). A developmental psychopathology perspective on adolescence. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 70(1), 6–20. https://doi.org/10.1037/0022-006X.70.1.6
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. (2024). Profil kesehatan Provinsi Gorontalo. https://dinkes.gorontaloprov.go.id/profil-kesehatan/
Esposito, C., & Bacchini, D. (2019). Adolescent non-suicidal self-injury and its relationships with school bullying and peer rejection. Psychiatry Research, 274, 1–6. https://doi.org/10.1016/j.psychres.2019.02.018
Fadilah, A. N., & Nurhadianti, R. R. D. D. (2022). Pengaruh kematangan emosi dan dukungan sosial teman sebaya terhadap coping pada siswa kelas XII SMA Plus YPHB Bogor. IKRA-ITH Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora, 6(2), 19–30.
Fatimah, S. (2024). Hubungan antara kesepian dengan self-injury pada mahasiswa [Skripsi sarjana, Universitas Semarang]. Repositori Universitas Semarang.
Fu, X., Huang, P., & Yang, B. (2024). Traumatic life events and non-suicidal self-injury among adolescents: The mediating role of emotion regulation. Child Abuse & Neglect, 148, Article 106598.
Gillies, D., Christou, M. A., Dixon, A. C., Featherston, O. J., Rapti, I., Garcia-Anguita, A., & Christou, P. A. (2022). The prevalence of self-injury in adolescence: A systematic review and meta-analysis. European Child & Adolescent Psychiatry, 33, 3439–3458.
Gratz, K. L. (2003). Risk factors for and functions of deliberate self-harm: An empirical and conceptual review. Clinical Psychology: Science and Practice, 10(2), 192–205. https://doi.org/10.1093/clipsy/bpg022
Hanifah, N., & Farida, A. (2023). Disfungsi keluarga dan dampaknya terhadap kerentanan perilaku self-injury pada remaja awal. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 12(1), 34–45.
Hariana. (2021). Falsafah Adati lo Syara’a, Syara’a lo Kitabullah sebagai landasan pendidikan karakter di Gorontalo. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 112–125.
Hidayati, F., Fanani, M., & Mulyani, S. (2021). Prevalensi dan fungsi melukai diri sendiri pada mahasiswa. Tantangan Pembelajaran Komprehensif untuk Mengembangkan Karakter Peserta Didik: Berdasarkan Pendekatan Psikologi Positif, 190–197.
Hurlock, E. B. (1980). Developmental psychology: A life-span approach (5th ed.). McGraw-Hill.
Islamarida, R., Tirtana, A., & Devianto, A. (2023). Gambaran perilaku self-injury pada remaja di wilayah Sleman Yogyakarta. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 11(2), 347–355.
Klonsky, E. D. (2007). The functions of deliberate self-injury: A review of the evidence. Clinical Psychology Review, 27(2), 226–239. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2006.08.002
Klonsky, E. D., & Glenn, C. R. (2009). Assessing the functions of non-suicidal self-injury: Psychometric properties of the Inventory of Statements About Self-injury (ISAS). Journal of Psychopathology and Behavioral Assessment, 31(3), 215–219.
Lestari, S. (2021). Kematangan emosi sebagai prediktor kerentanan perilaku self-injury pada siswa sekolah menengah. Jurnal Kesehatan Notokusumo, 9(1), 22–30.
Nabillah, N. S., Damiri, D. S., & Prayogi, F. (2023). Perilaku self-injury pada peserta didik dan implikasinya terhadap bimbingan & konseling (Studi kasus pelaku X dan Y). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan Konseling (JIMBK), 5(2), 291–298.
Németh, A., Reinhardt, M., Keresztény, Á., Horváth, L. O., Lami, A., & Balázs, J. (2021). Non-suicidal self-injury, emotion regulation, and psychopathology among adolescents and young adults. Journal of Psychiatric Research, 138, 412–419. https://doi.org/10.1016/j.jpsychires.2021.04.015
Nurfitri, A. (2019). Hubungan antara kontrol emosi dengan perilaku maladaptif pada remaja. Jurnal Psikologi Integratif, 7(1), 15–28.
Putri, A. R. H., & Rahmasari, D. (2021). Disregulasi emosi pada perempuan dewasa awal yang melakukan self-injury. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(6), 152–161. https://doi.org/10.26740/cjpp.v8i6.41524
Rahardjo, W., Kusumiati, R. Y., dkk. (2024). Kematangan emosi dan kecenderungan perilaku self-injury pada remaja akhir. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 11(2), 88–102.
Rahmawati, D. A. (2021). Pengaruh bimbingan kelompok untuk mengurangi kecenderungan perilaku self-injury pada siswa SMA. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 16(3), 67–80.
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Seong, J., et al. (2024). The impact of childhood trauma on emotional dysregulation and non-suicidal self-injury in adolescents. Journal of Psychiatric Research, 170, 150–158.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Suryana, A., dkk. (2022). Dinamika perkembangan kognitif dan regulasi emosi pada fase transisi remaja awal. Jurnal Psikologi Perkembangan, 15(3), 210–225.
Utami, N. W., dkk. (2023). Pengaruh lingkungan keluarga terhadap mekanisme koping destruktif pada remaja. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 115–128.
Vindy, A., & Christiana, E. (2023). Hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku self-injury pada remaja. Jurnal Mahasiswa Psikologi, 5(1), 12–24.
Walgito, B. (2004). Pengantar psikologi umum. Andi Offset.
Xiao, Q., Song, X., Huang, L., Hou, D., & Huang, X. (2022). Global prevalence and characteristics of non-suicidal self-injury between 2010 and 2021 among a non-clinical sample of adolescents: A meta-analysis. Frontiers in Psychiatry, 13, Article 912441. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2022.912441
Yudiyasiwi, F. R., Rachmah, N., & Anganthi, N. (2024). The role of family harmony, emotion-focused coping, stressful life events on non-suicidal self-injury behavior in adolescents. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 12(1). https://doi.org/10.22219/jipt.v12i1.29766
Yulia, R. (2021). Hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri pada remaja awal Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang Sumatera Barat [Skripsi sarjana, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau]. Repositori UIN Suska Riau.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Adinda Kartika Putri Neoe, Rahmawaty Parman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










