Laboratorium Emosi: Strategi Pendidikan Karakter Dalam Meningkatkan Emotional literacy Siswa Untuk Mewujudkan SDGs (Sustainable Development Goals)

Penulis

  • Aira Kanahaya Ziza MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo
  • Baiq Malina Putri Shafira MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo
  • Mohammad Nuh Husain MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo
  • Nela Akmalia MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.58812/jpkws.v4i03.3858

Kata Kunci:

Pendidikan Karakter, Emotional Literacy, Siswa, Laboratorium Emosi, SDGs

Abstrak

Emotional literacy pada siswa remaja sangat penting karena emosi seperti bahagia, sedih, marah maupun takut sering dirasakan secara intens. Jika tidak dikelola, hal ini bisa menyebabkan masalah seperti pergaulan bebas, merokok, tawuran, atau depresi. Untuk itu, penelitian ini bertujuan menguji pengaruh efektifitas program “Laboratorium Emosi” dalam meningkatkan emotional literacy pada siswa remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Populasi yang diambil adalah siswa/I MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo. Dengan menggunakan Teknik purposive sampling, sampel yang diambil yakni 29 siswa/I kelas 10.1 MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo. Angket disebarkan sebelum dan sesudah program untuk mengukur perubahan literasi emosi. Metode ini mengadaptasi model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi), sehingga termasuk penelitian pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan emotional literacy remaja setelah mengikuti program (p = 0,021). Data tersebut menunjukkan bahwa program “Laboratorium Emosi” efektif dalam mebantu siswa memiliki emotional literacy. Penelitian ini, membantu tenaga pendidik untuk mengembangkan program efektif, efisien dan praktis dalam pendidikan karakter remaja, mendukung kesehatan mental dan membangun ketahanan emosional.

Referensi

Aini, F. Q., Hasibuan, R. Y. A., & Gusmaneli, G. (2024). Pendidikan karakter sebagai landasan pembentukan generasi muda. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4), 54–69.

Akbag, M., Küçüktepe, S. E., & Özmercan, E. E. (2016). A study on Emotional literacy scale development. Journal of Education and Training Studies, 4(5), 85–91.

Arnett, J. J. (1999). Adolescent storm and stress, reconsidered. American Psychologist, 54(5), 317–326. https://doi.org/10.1037/0003-066X.54.5.317

Aziz, M. K. (2015). Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Android untuk meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga).

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.

Bernard, D. M. (2023). Emotional literacy and self-awareness in adolescents: Exploring Brené Brown's Atlas of the Heart for schools. Ciencia Latina Revista Científica Multidisciplinar, 7(3). https://doi.org/10.37811/cl_rcm.v7i3.6673

Betters-Bubon, J., Pianta, R., Sweeney, D., & Goodman-Scott, E. (2022). Antiracism starts with us: School counselor critical reflection within a multitiered systems of support framework. Professional School Counseling, 26(1A), 1–13.

Casey, B., Jones, R. M., & Somerville, L. H. (2011). Braking and accelerating of the adolescent brain. Journal of Research on Adolescence, 21(1), 21–33. https://doi.org/10.1111/j.1532-7795.2010.00712.x

Dilvia Agfa. (2024). Analisis keterampilan sosial pada remaja yang diasuh dengan strict parents.

Dowling, K., & Barry, M. M. (2020). The effects of implementation quality of a school-based social and emotional well-being program on students’ outcomes. European Journal of Investigation in Health, Psychology and Education, 10(2), 595–614. https://doi.org/10.3390/ejihpe10020044

Emotions, T. (2025). Catharsis—A safety valve for the heart. IOSR Journal of Business and Management Conference Proceedings, 15–18. https://doi.org/10.9790/487X-conf1518

Fauziah, F., Alwi, N. A., & Syam, S. S. (2025). Urgensi kecerdasan emosional (emotional intelligence) dalam pembentukan karakter siswa didik pada jenjang sekolah dasar: Tinjauan teoritis dan implikasinya dalam praktik pendidikan. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(4), 1–11.

Geesa, R. L., Robbins, K., & Shively, K. (2022). The collaborative model for teaching O-SEL: Preparing. [Data publikasi tidak lengkap].

Guyer, A. E., Silk, J. S., & Nelson, E. E. (2016). The neurobiology of the emotional adolescent: From the inside out. Neuroscience & Biobehavioral Reviews. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5074886/

Halifah, S. (2020). Pentingnya bermain peran dalam proses pembelajaran anak. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(3). http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JISIP/index

Hanim, W. (2022). Dengan kecemasan dalam praktek kerja industri pada siswa SMK Negeri 1 Gunung Meriah (Tesis magister, Universitas Medan Area).

Iqbal, M. (2023). Pentingnya pendidikan karakter pada peserta didik di era globalisasi. RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(2), 140–151.

Istiqomah, Umma, P. S., Alqorana, S., Safitri, S., & Syarifuddin. (2025). Ketidakstabilan emosi pada remaja dan implikasinya dalam pembelajaran. Jurnal Edu Research Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies (IICLS), 6(1), 1781–1792.

Janna, S. R., & Syahril. (2024). Emotional literacy training using role-playing techniques for junior high school students. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 16(2), 1019–1028. https://doi.org/10.35445/alishlah.v16i2.4242

Larson, R. W., Moneta, G., Richards, M. H., & Wilson, S. (2002). Continuity, stability, and change in daily emotional experience across adolescence. Child Development, 73(4), 1151–1165. https://doi.org/10.1111/1467-8624.00464

Leclerc. (2024). SDG 3: Health and well-being global agenda. European Parliamentary Research Service.

O'Donnell-Allen, C., & Robbins, M. (2022). “This time, it's urgent”: Becoming skillful in sustainable teaching. Voices from the Middle, 30(2), 31–34.

Rahayu, D. Y., & Nur, T. (2025). Perspektif psikologi linguistik pada pemrosesan emosi baru karakter Riley dalam film Inside Out 2. Arbitrer, 7(1), 49–60. https://doi.org/10.30598/arbitrervol7no1hlm49-60

Rani, A. (2025). Catharsis—A safety valve for the heart. In Prudence'25 Two Days International Conference: Innovation and Excellence: Managing the Digital Revolution (IEMDR-2025). http://www.iosrjournals.org

Riastuti Kusuma Wardani, S. C. P., Ratanawijitrasin, S., & Phukhao, D. (2023). Exploring the implementation of the school-based mental health program for adolescents in Indonesia: A mixed-methods study. Public Health of Indonesia, 9(4), 164–176.

Sari, P. (2019). Analisis terhadap kerucut pengalaman Edgar Dale dan keragaman gaya belajar untuk memilih media yang tepat dalam pembelajaran. MUDIR (Jurnal Manajemen Pendidikan), 1(1). http://ejournal.insud.ac.id/index.php/mpi/index

Segrin, C. (2017). Social skills and excessive internet use. Journal of Behavioral Addictions, 6(3), 425–432.

Slamet, S. (2011). Implementasi pendidikan karakter melalui pendekatan integralistik. In Prosiding Seminar Nasional (pp. 223–232).

Stapa, M. A., & Mohammad, N. (2019). The use of ADDIE model for designing blended learning application at vocational colleges in Malaysia. Asia-Pacific Journal of Information Technology and Multimedia, 8(1), 49–62. http://www.ftsm.ukm.my/apjitm

Steinberg, L. (2008). A social neuroscience perspective on adolescent risk-taking. Developmental Review, 28(1), 78–106. https://doi.org/10.1016/j.dr.2007.08.002

Steiner, C., & Perry, P. (2007). Achieving Emotional literacy: A personal program to increase your emotional intelligence. Avon Books.

Susanti, L. Y., Suhardi, A., & Hasanah, R. (2021). Pengembangan modul berbasis virtual laboratory terintegrasi teknologi tepat guna pada mata kuliah kimia dasar. Journal of Natural Science and Integration, 4(2), 235–243.

Thompson, R. A. (1994). Emotion regulation: A theme in search of definition. Monographs of the Society for Research in Child Development, 59(2–3), 25–52.

Tyas, A. K. (2022). Survei minat remaja terhadap jenis film. https://www.researchgate.net/publication/360453580_SURVEI_MINAT_REMAJA_TERHADAP_JENIS_FILM

UNICEF. (2025). SDG 4: Quality education for all. UNICEF.

Wisudayanti, K. A. (2020). Pengembangan kecerdasan emosional siswa di sekolah dasar melalui penanaman pendidikan karakter. Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar, 1(2), 135–146.

Wulandari, T., & Reba, Y. (2022). Layanan informasi dengan media brosur untuk meningkatkan pemahaman karier siswa. Cenderawasih Journal of Counseling and Education, 1(2), 66–78. https://doi.org/10.31957/cjce.v1i2.2563

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-18

Cara Mengutip

Laboratorium Emosi: Strategi Pendidikan Karakter Dalam Meningkatkan Emotional literacy Siswa Untuk Mewujudkan SDGs (Sustainable Development Goals). (2026). Jurnal Psikologi Dan Konseling West Science, 4(03), 563-576. https://doi.org/10.58812/jpkws.v4i03.3858