Self-Efficacy sebagai Prediktor Subjective Well-Being pada Remaja

Penulis

  • Aviva Leonisa Universitas Tarumanagara
  • Roswiyani Roswiyani Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.58812/jpkws.v4i03.3763

Kata Kunci:

Efikasi Diri, Kesejahteraan Subjektif, Remaja, Penilaian Individu, Kesehatan Psikologis

Abstrak

Subjective well-being adalah salah satu indikator utama kesehatan psikologis pada remaja karena merefleksikan penilaian individu pada kualitas kehidupannya, baik dari aspek kognitif maupun afektif. Berbagai tuntutan perkembangan yang dihadapi selama masa remaja dapat memengaruhi tingkat subjective well-being yang dimiliki. Salah satu faktor psikologis yang diperkirakan berkontribusi terhadap peningkatan subjective well-being adalah self-efficacy. Konsep Self-efficacy merujuk pada keyakinan seseorang terhadap kapasitas mereka sendiri untuk mengatur dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau menyelesaikan tugas tertentu. Remaja yang memiliki tingkat self-efficacy tinggi umumnya menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan serta memiliki orientasi yang lebih adaptif dalam menyikapi situasi yang dihadapinya, memandang kesulitan sebagai peluang untuk berkembang, menunjukkan ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi hambatan, serta melakukan evaluasi yang lebih positif terhadap kehidupan yang dijalaninya. Maka, self-efficacy dianggap sebagai salahosatu komponen terpenting yang berkontribusi dalam pembentukan subjectiveoowell-being pada remaja. Berdasarkan hal tersebu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana self-efficacy berdampak terhadap tingkat keadaan subjective well-being pada remaja. Untuk memilih partisipan, penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Partisipan penelitian terdiri atas 125 remaja yang berusia antara 16 hingga 19 tahun. Dua instrument psikologis digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu General Self-Efficacy Scalee (GSES) digunakan untuk mengukur tingkat self-efficacyodan Satisfaction with Life Scale (SWLS) untuk mengukur subjective well-being. Hasil analisis memperlihatkan korelasi positif dan signifikan antara self-efficacy dan subjective well-being. (r = .482; p < .001). Selain itu, nilai koefisien determinasi (R² = .232) mengindikasikan bahwa self-efficacy mampu menjelaskan sebesar 23,2% variasi dalam subjective well-being pada remaja. Temuan tersebut mengonfirmasi bahwa peningkatan tingkat self-efficacy diikuti oleh peningkatan subjective well-being, sehingga remaja dengan self-efficacy yang lebih tinggi cenderung mempunyai tingkat subjectiveowell-being yang lebih baik.

Referensi

Bandura, A. o (1986). Social foundationo of thoughtvand action: A socialocognitivevtheory. Prentice-Hall.

Bandura, oA. (1997). Self-efficacy: The exerciseoof control. oW.H. Freeman.

Deci, E. L., & Ryan, oR. M. (2008). Hedonia, eudaimonia, and well-being: An introduction. Journal of Happiness Studies, 9(1), 1–11. https://doi.org/10.1007/s10902-006-9018-1

Diener, E.,vEmmons, R. A., oLarsen, R. J., & Griffin, S. (1985). TheoSatisfactionoWith Life Scale. Journal off Personality oAssessment, 49(1), 71–75.

Diener, E. o (1984). Subjective well-being. oPsychological Bulletin, 95(3), 542–575. https://doi.org/10.1037/0033-2909.95.3.542

Erikson, oE. H. (n.d.). Identity: Youthoandocrisis. In 1968. oW. W. Norton & Company.

Luszczynska, A., Gutiérrez-Doña, oB., & Schwarzer, R. (2005). General self-efficacy in various domains ofohuman functioning: Evidence fromofive countries. oInternational Journal of Psychology, 40(2), 80–89. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/00207590444000041

Novrianto, R., Marettih, oA. K. E., & Wahyudi, H. (2018). Self-efficacyy danooptimisme sebagai prediktor subjectiveowell-being padaomahasiswa tahunopertama. Mediapsi, 4(2), 91–99. https://doi.org/https://doi.org/10.21776/ub.mps.2018.004.02.4o

Organization., oW. H. (n.d.). Adolescent health. ohttps://www.who.int/health-topics/adolescent-health

Pavot, W., &oDiener, E. (1993). oReview of the SatisfactionoWith Life Scale. Psychological Assessment, 5(2), o164–172. https://doi.org/https://doi.org/10.1037/1040-3590.5.2.164

Rohmah, A., & Laili, oN. (2025). Social support and selfoefficacy predictoadolescent well-being. Academia Open, o10(2). https://doi.org/https://doi.org/10.21070/acopen.10.2025.9833

Santrock, J. oW. (n.d.). Life-span development (17th ed.). McGraw-HilloEducation.

Satiti, Y. T., & Argiati, oS. H. B. (2018). Self-efficacyodengan subjective well-beingopada remaja SMP Negeri 1 Salaman Magelang. oJurnal Spirits.

Schwarzer, R., & Jerusalem, M. o (1995). General self-efficacy scale. Dalam J. Weinman, S. Wright, & M. Johnstono (Eds.),. In Measures inohealth psychology: oA user’s portfolio: Causal and control beliefs. oNFER-Nelson.

Seligman, o. M. E. P. (2011). oFlourish: A visionaryonew understandingoof happiness and well-being. Free Press.

Soysa, oC. K. o & Wilcomb, C. J. (. (2020). Mindfulness, oself-compassion, self-efficacy, oand gender as predictors of depression, anxiety, ostress, and well-being. Mindfulness, o11(10), 2385–2387. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/s12671-020-01436-1

Valentina, T. D., Nurcahyo, F. A., o& Astiti, D. P. o (2023). Self-efficacy and well-being of youth during othe COOVID-19opandemic in Indonesia. Salud Mental, 46(4), o185–192. https://doi.org/https://doi.org/10.17711/SM.0185-3325.2023.023

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-18

Cara Mengutip

Self-Efficacy sebagai Prediktor Subjective Well-Being pada Remaja. (2026). Jurnal Psikologi Dan Konseling West Science, 4(03), 488-496. https://doi.org/10.58812/jpkws.v4i03.3763