Kesehatan Mental Emosional Remaja Putri di Pondok Pesantren Al-Fatah
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpkws.v4i02.3663Kata Kunci:
Kesehatan Mental, Remaja Putri, Psychological Distress, Psychological Well-Being, Pondok PesantrenAbstrak
Kesehatan mental remaja menjadi isu penting, terutama pada lingkungan pendidikan berbasis pesantren yang memiliki tuntutan akademik dan religius yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kesehatan mental pada santri yang mengikuti program pendidikan reguler dan tahfidz. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri atas 80 santri yang ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified sampling. Instrumen yang digunakan adalah Mental Health Inventory-38 (MHI-38), yang menilai aspek psychological distress dan psychological well-being sebagai indikator kesehatan mental. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menyajikan distribusi masing-masing variabel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 16 tahun (51,3%) dan berasal dari kelas reguler (83,8%). Tingkat psychological distress mayoritas berada pada kategori tinggi (56,3%), psychological well-being pada kategori rendah (52,5%), dan kesehatan mental secara umum berada pada kategori tinggi (58,5%). Meskipun sebagian besar santri berada dalam kategori kesehatan mental yang baik, masih ditemukannya tingkat psychological distress yang tinggi dan psychological well-being yang rendah menjadi indikasi penting perlunya pengembangan program promotif dan preventif guna menjaga serta meningkatkan kesehatan mental santri.
Referensi
Ahmed, S. P., Bittencourt-hewitt, A., & Sebastian, C. L. (2015). Neurocognitive bases of emotion regulation development in adolescence. Developmental Cognitive Neuroscience, 15, 11–25. https://doi.org/10.1016/j.dcn.2015.07.006
Ajhuri, K. F. (2019). Psikologi Perkembangan Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (I). Penebar Media Pustaka.
Ardiansyah, S., Yunike, Ardiansyah, S., Tribakti, I., Suprapto, Saripah, E., Febriani, I., Zakiyah, Kuntoadi, G. B., Muji, R., Kusumawaty, I., Narulita, S., Juwariah, T., Akhriansyah, M., Putra, E. S., & Kurnia, H. (2023). Buku Ajar Kesehatan Mental. PT Global Eksekutif Teknologi.
Astuti, A. M., & Probowati, R. (2024). Hubungan pola komunikasi keluarga terhadap kesehatan mental pada remaja di era digital 1. 208–215.
Devi, I. G. A. E. T., Sanjiwani, A. A. S., & Ariwidiana, D. P. (2026). Gambaran Kesehatan Mental Pada Remaja di SMA Negeri 8 Denpasar. Jurnal Keperawatan, 19(1), 37–49.
Ghazali, B. (2016). Kesehatan Mental I. Harakindo Publishing.
Handayani, E. S. (2022). Kesehatan Mental. Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin.
Hartini, S., Tanadi, K., Yakun, Utami, V., & Wastuti, S. N. Y. (2023). Psychological Well-Being Ditinjau dari Dukungan Sosial Pada Remaja di Pinggir Rel Kelurahan Tanjung Gusta Medan Psychological Well-Being Viewed from Social Support Among Adolescents Living at Railroad Tracks in Tanjung Gusta Medan. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 6(2), 599–609. https://doi.org/10.34007/jehss.v6i2.1912
Kemenkes. (2020). Profil Kesehatan Indonesia 2019. In Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehataan. https://doi.org/10.5005/jp/books/11257_5
Kemenkes, B. (2023). Depresi pada Anak Muda di Indonesia.
Kemenpppa. (2024). Kolaborasi KemenPPPA dan UNICEF: Sinergikan Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial di Kementerian dan Lembaga.
Kementrian Kesehatan. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023.
Linawati, R. A., & Desiningrum, D. R. (2017). Hubungan Antara Religiusitas Dengan Psychological Well-Being Pada Siswa SMP Muhammadiyah 7 Semarang. Jurnal Empati, 7(Nomor 3), 105–109.
Lu, S., Hart, L. M., Jorm, A. F., Gregg, K., Gross, M., Mackinnon, A. J., & Morgan, A. J. (2023). Adolescent Peer Support for Mental Health Problems: Evaluation of the Validity and Reliability of the Mental Health Support Scale for Adolescents. BMC Psychology, 11(193), 1–12. https://doi.org/10.1186/s40359-023-01228-w
Noviana, N. (2018). Kesehatan Mental Dan Perkembangan Jiwa Keagamaan Remaja Santri Di Pondok Pesantren Al-Qur’an Masyariqul Anwar Kel. Durian …. Skripsi_FIX.Pdf.
Pandia, V., Noviandhari, A., Amelia, I., Hidayat, G. H., Fadlyana, E., & Dhamayanti, M. (2021). Association of Mental Health Problems and Socio-Demographic Factors Among Adolescents in Indonesia. Global Pediatric Health, 8(8). https://doi.org/10.1177/2333794X211042223
Sarfika, R., Malini, H., Effendi, N., Permata, P. I., Fitri, A., & Sagitaria, F. (2023). Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental pada Remaja dengan Self-Reporting Questionnaire (SRQ-29). CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 397–404. https://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde%0Ahttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/1753/674https://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/1753/674
Sumiasih, N. N., & Budiani, N. N. (2016). Biologi Dasar dan Biologi Perkembangan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehataan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sri Suryani, Raden Roro Atmim Nurona, Siti Mutmainnah, Risma Oktaria

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









