Pelatihan Lindungi Diri untuk Mencegah Kekerasan Seksual pada Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpkws.v4i02.3607Kata Kunci:
Kekerasan Seksual, Lindungi Diri, Sekolah Dasar, E-Comic, SDN 030 Pulau PermaiAbstrak
Kekerasan seksual pada anak merupakan krisis kemanusiaan yang membutuhkan langkah preventif berbasis pendidikan di tingkat dasar. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program "Pelatihan Lindungi Diri" di SDN 030 Pulau Permai, sebuah sekolah dengan kerentanan geografis di wilayah perkebunan. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest terhadap 37 siswa. Intervensi dilakukan melalui empat modul pelatihan yang didukung oleh media e-comic "Aku dan Tubuhku". Hasil analisis kuantitatif menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik (Z = -4,828; p < 0,001). Secara kualitatif, hasil diskusi mengungkap adanya peningkatan kesadaran metakognitif siswa dalam mendeteksi upaya manipulasi (grooming) dan keberanian dekonstruksi konsep kepatuhan buta terhadap figur otoritas. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan proteksi diri yang kontekstual dan menggunakan media ramah anak efektif dalam memitigasi risiko kekerasan seksual di lingkungan sekolah yang terisolasi.
Referensi
Aswanto, A., & Munir, M. (2020). Pendidikan seksual pada anak usia sekolah dasar: Upaya pencegahan kekerasan seksual. Prenadamedia Group.
Briere, J., & Elliott, D. M. (2003). Prevalence and psychological sequelae of self-reported childhood physical and sexual abuse in a general population sample of men and women. Child Abuse & Neglect, 27(10), 1205–1222. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2003.09.008
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (5th ed.). SAGE Publications.
Finkelhor, D. (2009). The prevention of childhood sexual abuse. The Future of Children, 19(2), 169–194. https://doi.org/10.1353/foc.0.0035
Jewkes, R., Sen, P., & Garcia-Moreno, C. (2002). Sexual violence. In E. Krug, L. Dahlberg, J. Mercy, A. Zwi, & R. Lozano (Eds.), World report on violence and health (pp. 147–181). World Health Organization.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2022). Panduan pelaksanaan program pencegahan kekerasan seksual di satuan pendidikan. Kemen PPPA.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2021). Laporan tahunan: Kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan. KPAI.
Lanning, K. V. (2010). Child molesters: A behavioral analysis for professionals investigating the sexual exploitation of children (5th ed.). National Center for Missing and Exploited Children.
Sahid, M. (2020). Peran guru dan orang tua dalam pendidikan seksual anak usia sekolah dasar. Alfabeta.
Santrock, J. W. (2014). Child development (14th ed.). McGraw-Hill Education.
Supriyadi, T. (2020). Pendidikan seksual sebagai upaya pencegahan kekerasan pada anak. Pustaka Pelajar.
Topping, K., & Barron, I. (2009). School-based child sexual abuse prevention programs: A review of effectiveness. Review of Educational Research, 79(1), 431–463. https://doi.org/10.3102/0034654308325582
Wahyuni, S., & Ramadhani, F. (2021). Peran pendidikan seksual dalam pencegahan kekerasan terhadap anak. Jurnal Pendidikan Anak, 10(1), 45–56.
World Health Organization. (2002). World report on violence and health. WHO.
Wurtele, S. K., & Miller-Perrin, C. L. (1992). Preventing child sexual abuse: Sharing the responsibility. University of Nebraska Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Zakiah Ulya, Febby Indri Rezkyana, Rika Fitri Ramadhani, Rahmat Fahmi, Cici Oktaviani, Raudha Nur Hidayah Al Jannah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









