Hubungan Father Involvement dengan Self-Esteem pada Perempuan Dewasa Awal di Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpkws.v4i02.3536Kata Kunci:
Father Involvement, Self-Esteem, Perempuan Dewasa Awal, Psikologis Anak, Kabupaten GorontaloAbstrak
Penelitian ini didasari oleh pentingnya peran keterlibatan ayah dalam mendukung perkembangan psikologis anak, terutama dalam pembentukkan self-esteem pada perempuan dewasa awal. Selain itu, penelitian mengenai hubungan antara father involvement dan self-esteem pada perempuan dewasa awal di Kabupaten Gorontalo masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara father involvement dengan self-esteem pada perempuan dewasa awal di Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah perempuan dewasa awal di Kabupaten Gorontalo. Sampel penelitian berjumlah 381 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Setelah dilakukan proses penyaringan data, sebanyak 62 responden tidak memenuhi kriteria penelitian sehingga dikeluarkan dari analisis, sehingga jumlah sampel akhir yang dianalisis sebanyak 319 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala father involvement yang dikembangkan oleh Lamb (1985) dan skala self-esteem berdasarkan Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara father involvement dan self-esteem pada perempuan dewasa awal di Kabupaten Gorontalo dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,470 dan p = 0,001, yang menunjukkan tingkat hubungan pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi keterlibatan ayah dalam kehidupan anak perempuan, maka semakin tinggi pula self-esteem yang dimiliki pada masa dewasa awal.
Referensi
Afiatin, T. (2018). Psikologi perkawinan dan keluarga: Penguatan keluarga di era digital berbasis kearifan lokal. Pt Kanisius.
Coopersmith, S. (1967). The antecedents of self-esteem. Princeton.
Fabiola, Yenny, Hartanti, Dianovinina., K. (2019). Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.7 No.2 (2019). 7(2), 3710–3724.
Fagundes, L. S., Marot, T. A., Natividade, J. C., Janeiro, R. De, & Janeiro, R. De. (2020). Use of Instagram , Social Comparison , and Personality as Predictors of Self-Esteem. June 2018, 711–724.
Febriani, M., & Iswinarti. (2025). The Impact of Fatherlessness on Independence and Interpersonal Relationships in Early Adult Women: A Systematic Review. Jurnal Psikologi, 2(4), 13. https://doi.org/10.47134/pjp.v2i4.4382
Ingriani, D., Dwina, U., Yuwanda, M. F., & Jeanrita, K. (2025). Dampak Father Involvement dalam Pengasuhan Remaja.
Irawan, P. & R. (2025). Gambaran Keterlibatan Ayah dalam Pembentukkan Harga Diri pada Dewasa Muda. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 24663–24671.
Lamb, M. E., Pleck, J. H., Charnov, E. L., & Levine, J. A. (1985). Paternal behavior in humans. American Zoologist, 25(3), 883–894.
Lestari, N. D., Wulandari, N. W., & Rahmawati, A. (2021). Hubungan dukungan sosial dengan self-esteem pada remaja pengguna game online. 16(April), 26–31.
Moore, L. E., & Shell, M. D. (2017). The effects of parental support and self-esteem on internalizing symptoms in emerging adulthood. Psi Chi Journal of Psychological Research, 22(2), 131–140.
Musthofa, M. H., & Arfensia, D. S. (2025). Dampak Psikologis Kurangnya Peran Ayah (Fatherless) Pada Perempuan Dewasa Awal: Studi Fenomenologis. SOUL: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 16(2), 161–171. https://doi.org/10.33558/soul.v16i2.10450
Nabila, P. A., Arifin, K., & Syam, H. (2025). Dampak Fatherless terhadap Perkembangan Anak. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(4), 136–144.
Purwindarini, S. S., Deliana, S. M., & Hendriyani, R. (2014). Pengaruh keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap prestasi belajar anak usia sekolah. Developmental and Clinical Psychology, 3(1).
Rachmaniar, A., Nabila, S., Thahir, M., & Yusup, F. M. (2025). Pengaruh Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan ( Father Involvement ) terhadap Kepribadian Anak. 4(1), 3324–3330.
Risnawati, E., Nuraqmarina, F., & Wardani, L. M. I. (2021). Peran father involvement terhadap self esteem remaja. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(1), 143–152.
Rokhmatika, N., Semarang, U. N., & Counseling, G. (2024). Jurnal Literasi Indonesia ( JLI ) PENGEMBANGAN ( CITRA DIRI ) INSTRUMEN SELF-ESTEEM. 1(1), 1–8.
Rosenberg, M. (1965). Society and the adolescent self-image (Vol. 11). Princeton university press Princeton, NJ.
Salma Khonsya Assyfa, Wina Lova Riza, D. A. (2024). Fenomena Fatherless: Apakah ada Pengaruh Father InvolvementTerhadap Self-Esteem Individu Dewasa Awal Fatherlessdi Kabupaten Karawang? 6, 1100–1112. https://doi.org/10.47476/assyari.v6i4.5509
Santi, N. N., & Damariswara, R. (2017). Hubungan antara, Self Esteem dengan Self Disclosure pada Saat Chatting di Facebook. Pedagogia : Jurnal Pendidikan, 6(1), 110–123. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v6i1.611
Santrock, J. W. (2003). Adolescence: perkembangan remaja.
Wijayanti, R. M., & Fauziah, P. Y. (2020). KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini , Universitas Negeri Yogyakarta 1. 15(2), 95–106.
Yuliwarto, A. T. & S. (2023). Self-Esteem Pada Perempuan Dewasa Awal Penyintas Childhood Maltreatment Abstrak. 10(03), 4–7.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Zafirah H. Manoppo, Lenny Syamsuddin, Sri Ayu Mutmainah Kurniawati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









