Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Manajemen Konflik terhadap Kinerja Karyawan pada Perusahaan Manufaktur di Kawasan Industri Cikarang
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpkws.v3i04.3077Kata Kunci:
Kecerdasan Emosional, Manajemen Konflik, Kinerja Karyawan, Industri Manufaktur, Manajemen Sumber Daya ManusiaAbstrak
Penelitian ini mengkaji pengaruh kecerdasan emosional dan manajemen konflik terhadap kinerja karyawan di perusahaan manufaktur yang berlokasi di Kawasan Industri Cikarang. Dalam lingkungan industri yang sangat kompetitif, kinerja karyawan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga oleh kompetensi emosional dan interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan dari 175 karyawan yang bekerja di perusahaan manufaktur, dengan respons diukur menggunakan skala Likert. Kecerdasan emosional dan manajemen konflik diperlakukan sebagai variabel independen, sementara kinerja karyawan berfungsi sebagai variabel dependen. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25, termasuk statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0.428, p < 0.05). Manajemen konflik juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0.317, p < 0.05). Secara bersamaan, kecerdasan emosional dan manajemen konflik menjelaskan 52,3% varians dalam kinerja karyawan (R² = 0.523). Temuan ini menyoroti pentingnya mengembangkan keterampilan kecerdasan emosional dan manajemen konflik untuk meningkatkan kinerja karyawan di organisasi manufaktur.
Unduhan
Dimensions
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Anung Haryanto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








