Efektivitas Laughter Therapy Dalam Menurunkan Kelelahan Pada Peserta Gada Pratama

Penulis

  • Nazura Ika Maulidah Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Idha Rahayuningsih Universitas Muhammadiyah Gresik

DOI:

https://doi.org/10.58812/jpkws.v3i04.2945

Kata Kunci:

Kelelahan, Laughter Therapy, Gada Pratama

Abstrak

Fenomana terjadinya kelelahan ini tidak hanya terjadi pada lingkungan kerja formal, tetapi juga dalam proses pelatihan yang intensif seperti pelatihan Gada Pratama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat efektivitas laughter therapy dalam menurunkan kelelahan pada peserta Gada pratama. Metode yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah 60 peserta, Namun sampel yang digunakan adalah 36 sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil menunjukkan p = 0,101 (p > 0,05) yang menunjukkan bahwa secara statiktik tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kelelahan sebelumnya dan sesudah diberikan intervensi laughter therapy. Analisis yang digunakan pada penelitian menggunakan bantuan perangkat softwere, yaitu Jeffrey’s Amazing Statistics Program (JASP) dan Excel.

Referensi

Aminah, R. A., & Porusia, M. (2024). Hubungan masa kerja, jenis kelamin dan iklim kerja dengan kelelahan kerja di PT Batik X. Holistik Jurnal Kesehatan, 18(5), 652–659. https://doi.org/10.33024/hjk.v18i5.284.

Grandjean, E. (1993). Fitting the Task to the Human: A Textbook of Occupational Ergonomics. London: Taylor & Francis.

Hake, R. R. (1998). Interactive‑engagement vs traditional methods: A six‑thousand‑student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74.

Kataria, M. (2002). Laugh for No Reason (2nd ed.). Mumbai: Madhuri International.

Kugler, L., Kuhbandner, C., Gerum, S., Hierl, C., Münster, T., Offereins, B., & Lutterbach, L. S. (2021). Evaluation of a humor training for patients with chronic pain: A randomized clinical trial. Journal of Pain Research, 14, 3121–3133. https://doi.org/10.2147/JPR.S313868

Kurniawan, M. R. A., & Sunardi. (2020). Pengaruh lamanya merokok terhadap tingkat kelelahan fisik dan mental orang usia kerja menggunakan Response Surface Methodology. JUMINTEN, 1(5), 133–144. https://doi.org/10.33005/juminten.v1i5.153

Lefcourt, H. M., & Martin, R. A. (2012). Humor and life stress: Antidote to adversity (2nd ed.). Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4612-4900-9

Martin, R. A. (2007). The Psychology of Humor: An Integrative Approach. Elsevier Academic Press.

Michielsen, H. J., De Vries, J., & Van Heck, G. L. (2003). Assessment of fatigue among working people: A comparison of six questionnaires. Occupational and Environmental Medicine, 60 (Suppl 1), i10–i15. https://doi.org/10.1136/oem.60.suppl_1.i1

Murni, N. (2024). Hubungan beban kerja dan kualitas tidur dengan kelelahan kerja perawat ruang rawat inap di RSUD Haji Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 18(2), 187–194.

Pramono, G. P. (2025). Manajemen karyawan: Kelelahan fisik, mental, dan emosional. Weha Press Universitas Widya Husada Semarang. ISBN: 978‑623‑94700‑7‑4

Purnamasari, D. (2025). Faktor-Faktor Yang Berkolerasi dengan Kelelahan Kerja Pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. 14(2), 177–187.

Putri, R., & Lubis, Z. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada relawan COVID-19 di Kota Binjai. Health Care : Jurnal Kesehatan, 11(1), 45–55.

Rohma, N. M., Sari, R. M., & Andayani, S. (2023). Terapi tawa pada lansia. Journal of Telenursing (JOTING), 5(1), 254–262.

Saehu, S., & Hutabarat, T. M. (2024). Dampak program pelatihan terhadap kinerja satuan pengamanan (Satpam) di PT Sagas Putera Bangsa. Jurnal Administrasi Bisnis, 1(2), 20– 26. https://jurnal.universitasjakarta.ac.id/index.php/jurnal-fia-umjja

Saito, K. (1999). Measurement of fatigue in industries. Industrial Health, 37(2), 134–142.

Schaufeli, W. B., & Bakker, A. B. (2004). Job demands, job resources, and their relationship with burnout and engagement: A multi‐sample study. Journal of Organizational Behavior, 25(3), 293–315.

Setyowati, A. (2011). Penerapan terapi tawa (laughter therapy) terhadap tingkat depresi pada lansia di Liponsos Keputih Surabaya: Penelitian pra-eksperimental (Skripsi, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga). Universitas Airlangga Repository. https://repository.unair.ac.id

Tanjung, R. (2021). Pengaruh terapi tertawa terhadap kesehatan mental: Suatu tinjauan literatur. Jurnal Psikologi Terapan, 9(1), 45–52.

Tarwaka. (2015). Ergonomi industri: Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja. Surakarta: Harapan Press.

Widyastuti, S. (2023). Faktor individu yang mempengaruhi kelelahan kerja pada karyawan bank di Jakarta Indonesia Jounal of Health Sciences 7 (1), 23-32. https://jurnalku,org/index.php/ijhs/article/view/180

Yim, J. E. (2016). Therapeutic benefits of laughter in mental health: A theoretical review. The Tohoku Journal of Experimental Medicine, 239(3), 243–249.

Bennett, M. P., & Lengacher, C. (2009). Humor and laughter may influence health IV: Humor and immune function. Complementary Therapies in Clinical Practice.

Hockey, R. (2013). The psychology of fatigue: Work, effort and control. Cambridge University Press.

Unduhan

Dimensions

Diterbitkan

2025-12-28

Cara Mengutip

Efektivitas Laughter Therapy Dalam Menurunkan Kelelahan Pada Peserta Gada Pratama. (2025). Jurnal Psikologi Dan Konseling West Science, 3(04), 532-538. https://doi.org/10.58812/jpkws.v3i04.2945