Disregulasi Emosi Ibu dan Kekerasan Fisik–Psikis terhadap Anak: Studi Kasus Kualitatif pada Ibu Dewasa Awal

Penulis

  • Rahmi Habibah Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Ade Daniatul Mugfiroh Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58812/jpkws.v3i04.2840

Kata Kunci:

Kekerasan terhadap Anak, Emosi Ibu, Disregulasi

Abstrak

Kekerasan terhadap anak merupakan permasalahan negara yang belum tuntas terselesaikan hingga saat ini. Masih tingginya kasus-kasus anak yang menjadi korban kekerasan di Indonesia. Anak-anak yang menjadi korban kekerasan seringkali mendapatkan perlakuan tersebut dari orang-orang yang berada di lingkungan sekitar anak tak terkecuali ibu. Dalam hal ini, tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui latar belakang, situasi dan bentuk tindak kekerasan yang ibu lakukan terhadap anak. oleh lingkungan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan populasi subjek ibu yang memiliki anak dan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria ibu yang berusia 20-30 tahun dan telah memiliki anak. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara kepada 4 informan yang sesuai dengan kriteria subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kekerasan yang paling sering dilakukan ibu yakni kekerasan fisik yakni memukul, mencubit dan menarik rambut anak seta kekerasan psikis berupa marah dengan menggunakan nada yang tinggi dan mengucapkan kata-kata kasar kepada anak. Tindak kekerasan yang dilakukan ibu kepada anak ini dilatar belakangi oleh dua faktor yakni emosi yang sering tersulut karena melihat perilaku anak yang dianggap nakal, sulit diatur dan rewel dan kesulitan ibu dalam meregulasi emosinya atau diregulasi emosi.

Referensi

Anggraini, S., & Asi, M. F. (2022). Hubungan Parenting Stress dengan Perilaku Kekerasan pada Anak. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(8).

Archer, J. (2019). The reality and evolutionary significance of human psychological sex differences. Biological Reviews, 94(4), 1381–1415. https://doi.org/10.1111/brv.12507

Cahayanengdian, A., & Sugito, S. (2022). Perilaku Kekerasan Ibu Terhadap Anak Selama Pandemi Covid 19. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 1180–1189. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.1686

Gavin, H., & Porter, T. (2015). Female Aggression.

Hikmawati, E., & Chatarina, R. (2016). Kajian Kekerasan terhadap Anak (A Study on Violence Towards Children). Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 40(1), 25–38. http://www.harianterbit.com/hanterhumaniora/

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2020). Profil Anak Indonesia 2020.

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2017). Mengakhiri Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan di Indonesia.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2020). Hasil Survei Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak pada Masa Pandemi Covid-19. In Jakarta Pusat.

Marlina, H., & Febriana. (2016). Penyebab Narapidana Wanita Melakukan Kekerasan Fisik pada Anak di Lembaga Pemasyarakatan Kota Pekanbaru Tahun 2015. Jurnal Ilmu Kebidanan, 05(01).

Martin, C. G., Roos, L. E., Zalewski, M., & Cummins, N. (2017). A Dialectical Behavior Therapy Skills Group Case Study on Mothers With Severe Emotion Dysregulation. Cognitive and Behavioral Practice, 24(4), 405–415. https://doi.org/10.1016/j.cbpra.2016.08.002

Nurhayati, E. (2014). PSIKOLOGI PEREMPUAN DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF (Edisi 2). Pustaka Pelajar.

Pratama, R., & Rahmayanti, I. (2020). Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak Yang Menyebabkan Kematian Dilakukan Oleh Ibu Kandungnya. Supremasi Hukum, 16(2), 114–123. https://doi.org/10.33592/jsh.v16i2.748

Prihatsanti, U., Suryanto, & Hendriani, W. (2018). Menggunakan Studi Kasus sebagai Metode Ilmiah dalam Psikologi. Buletin Psikologi, 26(2), 126–136. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.38895

Smith, A. L., Cross, D., Winkler, J., Jovanovic, T., & Bradley, B. (2014a). Emotional Dysregulation and Negative Affect Mediate the Relationship Between Maternal History of Child Maltreatment and Maternal Child Abuse Potential. Journal of Family Violence, 29(5), 483–494. https://doi.org/10.1007/s10896-014-9606-5

Smith, A. L., Cross, D., Winkler, J., Jovanovic, T., & Bradley, B. (2014b). Emotional Dysregulation and Negative Affect Mediate the Relationship Between Maternal History of Child Maltreatment and Maternal Child Abuse Potential. Journal of Family Violence, 29(5), 483–494. https://doi.org/10.1007/s10896-014-9606-5

Tasya. (2024, April 2). Psikolog UGM : Pelaku Kekerasan Anak Cenderung Punya Gangguan Kesehatan Mental. Https://Ugm.Ac.Id/Id/Berita/Psikolog-Ugm-Pelaku-Kekerasan-Anak-Cenderung-Punya-Gangguan-Kesehatan-Mental/.

Thompson, R. A. (2019). Emotion dysregulation: A theme in search of definition. Development and Psychopathology, 31(3), 805–815. https://doi.org/10.1017/S0954579419000282

Warmingham, J. M., Rogosch, F. A., & Cicchetti, D. (2020). Intergenerational maltreatment and child emotion dysregulation. Child Abuse and Neglect, 102(December 2019), 104377. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2020.104377

Zalewski, M., Lewis, J. K., & Martin, C. G. (2018). Identifying novel applications of dialectical behavior therapy: considering emotion regulation and parenting. Current Opinion in Psychology, 21, 122–126. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2018.02.013

Unduhan

Dimensions

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Disregulasi Emosi Ibu dan Kekerasan Fisik–Psikis terhadap Anak: Studi Kasus Kualitatif pada Ibu Dewasa Awal. (2025). Jurnal Psikologi Dan Konseling West Science, 3(04), 665~674. https://doi.org/10.58812/jpkws.v3i04.2840