Pengaruh Kelekatan Orangtua Terhadap Regulasi Emosi Siswa di SMK Binakarya 1 Karawang
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpkws.v4i02.2651Kata Kunci:
Kelekatan Orangtua, Regulasi Emosi, Siswa SMK, Perilaku Siswa, SMK Binakarya 1 KarawangAbstrak
Salah satu masalah yang sering muncul di sekolah adalah siswa yang tidak dapat mengendalikan emosi mereka, seperti perilaku agresif, membolos, dan kesulitan mengendalikan diri. Hubungan antara anak dan orang tua dipengaruhi oleh regulasi emosi, salah satunya oleh ketidakhadiran orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh kelekatan orangtua terhadap regulasi emosi siswa SMK Bina Karya 1 Karawang. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas yang digunakan. Penelitian ini melibatkan semua siswa kelas SMK Bina Karya 1 Karawang. Sampel sebanyak 224 siswa dipilih menggunakan metode sampling probabilitas dengan rumus Slovin. Metode penelitian yang digunakan adalah skala regulasi emosi dan skala kelekatan orangtua. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kelekatan orang tua terhadap regulasi emosi siswa, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,484 menunjukkan bahwa kelekatan orang tua memberikan kontribusi sebesar 48,4% terhadap regulasi emosi, sedangkan 51,6% dipengaruhi oleh variabel lain tidak termasuk dalam penelitian ini . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa untuk mengendalikan perasaan mereka lebih baik sehubungan dengan tingkat kedekatan orang tua.
Referensi
Amira, F. S., & Mastuti, E. (2021). Hubungan antara parent attachment dengan regulasi emosi pada remaja. Buletin Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(1), 837–843.
Armsden, G., & Greenberg, M. T. (2009). Bennett Chair of Prevention Research Director Prevention Research Center.
Aryadillah, M. M. (2024). Hubungan antara kelekatan orang tua dan regulasi emosi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (Disertasi doktor, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).
Ayu Garini, N. (2024). Pengaruh kelekatan orang tua terhadap regulasi emosi siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Kota Jambi (Disertasi doktor, Universitas Jambi).
Bela, B. R., & Ambarwati, K. D. (2021). Hubungan antara kelekatan aman (secure attachment) orang tua–remaja dengan kompetensi sosial pada remaja di SMPN 1 Rengasdengklok. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 12(2).
Chahya, I. (2020). Pengaruh secure attachment terhadap regulasi emosi pada siswa kelas XI SMA Negeri 5 Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Universitas Ahmad Dahlan, 2, 12–22.
Danasasmita, F. S., Pandia, V., Fitriana, E., Afriandi, I., Purba, F. D., Ichsan, A., ... & Engellia, R. (2024). Validitas dan reliabilitas skala kesulitan dalam pengaturan emosi bentuk pendek pada populasi non-klinis Indonesia. Frontiers in Psychiatry, 15, 1380354.
Diamond, L. M., & Aspinwall, L. G. (2003). Regulasi emosi sepanjang rentang hidup: Perspektif integratif yang menekankan regulasi diri, afek positif, dan proses diadik. Motivasi dan Emosi, 27(2), 125–156.
Diananda, A. (2020). Kelekatan anak pada orang tua dalam meningkatkan perkembangan kognitif dan harga diri. Journal Istighna, 3(2), 141–157.
Efriani, N. (2019). Hubungan antara kelekatan orang tua-anak dengan regulasi emosi remaja (Disertasi doktor, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Ekman, P. (1992). An argument for basic emotions. Cognition & Emotion, 6(3–4), 169–200.
Gratz, K. L., & Roemer, L. (2004). Penilaian multidimensi regulasi dan disregulasi emosi: Pengembangan, struktur faktor, dan validasi awal skala kesulitan regulasi emosi. Jurnal Psikopatologi dan Penilaian Perilaku, 26(1), 41–54.
Hasmarlin, H., & Hirmaningsih, H. (2019). Self-compassion dan regulasi emosi pada remaja. Jurnal Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim, 15(2), 148–156.
Larasati, N. I. A., & Desiningrum, D. R. (2018). Hubungan antara kelekatan aman dengan ibu dan regulasi emosi siswa kelas X SMA Negeri 3 Salatiga. Jurnal Empati, 6(3), 127–133.
Lestari, D. A., & Satwika, Y. W. (2018). Hubungan antara peer attachment dengan regulasi emosi pada siswa kelas VIII di SMPN 28 Surabaya. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 5(2).
Lutfianawati, D., Putri, A. M., Junaidi, J., Wijayanti, T., Vina, K. O., & Sari, J. R. (2023). Pelatihan regulasi emosi pada mahasiswa baru. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(9), 3609–3622.
Maida, N., & Sosialita, T. D. (2025). Hubungan kelekatan orang tua dan anak dengan regulasi emosi pada remaja yang memiliki orang tua bercerai. Repository Universitas Airlangga.
Marheni, A., Made, I. R., & Susilawati, L. K. P. A. (2018). Peran kualitas kelekatan anak dengan orangtua pada keterampilan sosial remaja. Jurnal Ilmu Perilaku, 2(2), 118–130.
Maureen, C. L., & Febrieta, D. (2024). Peran kelekatan orang tua untuk meningkatkan regulasi emosi pada remaja akhir. Schema: Journal of Psychological Research, 9(01), 37–45.
Nabilah, S. M., & Hadiyati, F. N. R. (2022). Hubungan antara kelekatan pada ibu dan regulasi emosi remaja pada siswa kelas X dan XI SMA Boarding School. Jurnal Empati, 10(5), 305–309.
Nisai, H., & Santoso, M. B. (2022). Peran orang tua dalam mendukung keberfungsian sosial remaja. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 3(3), 131–138.
Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2015). Menyelami perkembangan manusia: Experience human development (Edisi ke-12, Buku 2). Jakarta: Salemba Humanika.
Praseipida, A. K. N., & Fauziah, N. (2020). Hubungan antara self monitoring dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Purwokerto. Jurnal Empati, 7(2), 429–437. https://doi.org/10.14710/empati.2018.21658
Rahmansyah, H., & Affandi, G. R. (2023). Overview of emotion regulation in vocational high school students in Surabaya. Psikologia: Jurnal Psikologi, 8(1), 10–21070.
Safitri, G. S. (2017). Hubungan antara konflik orang tua dan regulasi emosi remaja.
Santrock, J. (2003). Adolescence: Perkembangan remaja (Edisi ke-6). Jakarta: Erlangga.
Suryana, E., Hasdikurniati, A. I., Harmayanti, A. A., & Harto, K. (2022). Perkembangan remaja awal, menengah dan implikasinya terhadap pendidikan. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(3), 1917-1928.
Yasin, A., Sugara, G. S., & Imaddudin, A. (2020). Resiliensi pada remaja berdasarkan keutuhan keluarga. Journal of Innovative Counseling, 4(01), 8-19.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Luthfah Syamrotul Mufidah, Nur Ainy Sadijah, Devi Marganing Tyas

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









