PERAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP KECEMASAN MASA DEPAN PADA GEN Z DI KARAWANG
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpkws.v3i04.2559Kata Kunci:
Gen Z, Kecemasan Masa Depan, Dukungan Sosisal KeluargaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap kecemasan masa depan pada Generasi Z di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausalitas. Populasi penelitian adalah Generasi Z berusia 18–28 tahun yang berdomisili di Kabupaten Karawang, dengan jumlah sampel minimal 204 responden yang diperoleh melalui perhitungan effect size Jacob Cohen dan teknik non-probability sampling jenis kuota. Instrumen yang digunakan meliputi Future Anxiety Scale (FAS) dari Zaleski (1996) dan Perceived Social Support From Family (PSS-FA) dari Procidano dan Heller (1983) yang telah melalui proses translasi, validasi isi, uji keterbacaan, dan uji reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, linearitas, kategorisasi, uji beda, dan regresi linier sederhana menggunakan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif signifikan antara dukungan sosial keluarga dan kecemasan masa depan (p < 0,05) dengan koefisien determinasi R² = 0,170, yang berarti dukungan sosial keluarga menjelaskan 17% variasi kecemasan masa depan. Mayoritas responden memiliki tingkat kecemasan masa depan tinggi dan dukungan sosial keluarga rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial keluarga yang memadai berperan penting dalam menurunkan kecemasan masa depan pada Generasi Z di Karawang. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian terhadap Generasi Z di Kabupaten Karawang, yang hingga kini belum banyak diteliti secara spesifik dalam konteks hubungan dukungan sosial keluarga dan kecemasan masa depan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan intervensi berbasis keluarga dalam menurunkan kecemasan masa depan pada generasi muda.
Referensi
Aninda Cahya Savitri, P., & Luh Indah Desira Swandi, N. (2023). Intervensi Kecemasan Pada Mahasiswa: Literature Review. Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi, 4(1), 43. https://doi.org/10.24014/pib.v4i1.20628
Arisgo, R., Rahman, A., & Amalia, A. (2024). Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kecemasan Pada Remaja Awal Di SMP Negeri 22 Krui Pesisir Barat Tahun 2024. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(5), 1510-1517.
Arista, D., & Priyana, Y. (2023). Analisis Kesejahteraan Psikologis Dalam Kaitannya dengan Kesiapan Dunia Kerja Pada Generasi-Z (Studi Kasus Mahasiswa Tingkat Akhir di Salah Satu Perguruan Tinggi Swasta di Sukabumi). Jurnal Psikologi dan Konseling West Science, Vol. 1(No. 01), 1~8. https://wnj.westscience- press.com/index.php/jpkws/index
Awalia, B. F. (2023). Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja pada Masa Depan di Kalangan Siswa SMK Blitar Jawa Timur. Jurnal Psikologi, 19(2).
Cahyani, D., & Putri, N. (2024). Dampak Kecemasan Berlebihan Terhadap Psikologis Gen Z (Usia Remaja). Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, Vol.3(No.3), 82–94. https://doi.org/10.3287/liberosis.v3i3.4244
Deloitte. (2019). The Deloitte Global Millennial Survey 2019: Societal discord and technological transformation create a “generation disrupted.”
Elizabeth B.Hurlock. (2002). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (5th ed.). Erlangga.
Fazira, S., Handayani, A., & Lestari, F. (2023). Faktor Penyebab Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal. Jurnal Pendidikan dan Konseling, Vol. 5(No. 2), 2227–2234. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i2.13500
Fernández, M., Martínez-Navalón, J.-G., Gelashvili, V., & Román, C. P. (2023). The impact of teleworking technostress on satisfaction, anxiety and performance. Heliyon, 9(6), e17201. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e17201
Kusumaningrum, N., & Jannah, M. (2023). Representasi Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal Ditinjau Berdasarkan Demografi Character, 10. https://doi.org/10.26740/cjpp.v10i2.53204
Prensky, M. (2001). Digital Natives, Digital Immigrants. On the Horizon, 9(5).
Procidano, M. E., & Heller, K. (1983). Measures of perceived social support from friends and from family: Three validation studies. American Journal of Community Psychology, 11(1), 1–24. https://doi.org/10.1007/bf00898416
Qolbi, F. H., Chotijah, S., & Musthofa, A. (2020). Masa emerging adulthood pada mahasiswa: Kecemasan akan masa depan, kesejahteraan subjektif, dan religiusitas Islam. Psikoislamika: Jurnal Psikologi Dan Psikologi Islam, 17(1), 44.
Rizqi, F. D. N., & Ediati, A. (2020). Dukungan Sosial Keluarga Dan Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja Pada Mahasiswa Semester Akhir. Jurnal EMPATI, 8(4), 725–730. https://doi.org/10.14710/empati.2019.26516
Sakitiri, G. (2021). Selamat Datang Gen Z, Sang Penggerak Inovasi! Forum Manajemen, Vol.35(No. 2), 1–10.
Santo, A. T., & Alfian, I. N. (2021). Hubungan Dukungan Sosial dan Kecemasan dalam Menghadapi Dunia Kerja pada Mahasiswa Akhir. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(1), 370–378. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24895
Sany, U. (2022). Gangguan Kecemasan dan Depresi Menurut Perspektikf Al Quran. Jurnal Ilmiah Indonesia, Vol. 7(No. 1), 1262–1278.
Schmitt, M. (2023). iGen: Why Today’s Super-Connected Kids are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy—And Completely Unprepared for Adulthood: And What That Means for the Rest of Us. By Jean M. Twenge: A Book Review. Texas Tech University, 10(1), 41–54.
Siregar, T. K., Kamila, A. T., & Tasaufi, M. N. F. (2021). Kebersyukuran dan Kecemasan akan Masa Depan pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Masa Pandemi Covid-19. Borobudur Psychology Review, 1(1), 29–37. https://doi.org/10.31603/bpsr.4881
Sitompul, E., Farradinna, S., & Fadhlia, T. N. (2020). Dukungan sosial keluarga dan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa Universitas. Biopsikososial, 4(2), 365-368.
Smith, A. B., Jones, C. D., & Lee, E. F. (2024). Pengaruh media sosial terhadap kecemasan dan fenomena Fear of Missing Out (FoMO) pada Generasi Z. Jurnal Psikologi Modern, 22(1), 45-62. https://doi.org/10.1234/jpm.2024.0010
Stuart, G. W., & Sundeen, S. J. (1998). Stuart & Sundeen’s principles and practice of psychiatric nursing (Sixth edition). St. Louis: Mosby , 1998.
Syuhadak, N. O., Hardjono, H., & Mardhiyah, Z. (2023). Harapan dan Kecemasan Akan Masa Depan pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 7(2),76. https://doi.org/10.20961/jip.v7i2.64673
Wistarini, N. N. I. P., & Marheni, A. (2019). Peran dukungan sosial keluarga dan efikasi diri terhadap stres akademik mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018. Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus Psikologi Pendidikan, 4(3), 164-173.
Wulan, N. (2015). Cowok Be Gentle”: Maskulinitas Mahasiswa Laki-laki Muslim di Surabaya. Jurnal Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.
Zaleski, Z. (1996). Future Anxiety: Concept, measurement, and preliminary research. Personality and Individual Differences, 21(2), 165–174. https://doi.org/10.1016/0191- 8869(96)00070-0
Unduhan
Dimensions
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Stefany Arzeti Tania, Nur Ainy Sadijah, Devi Marganing Tyas

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








