Konsep Diri Remaja dengan Orang Tua Bercerai yang Menuntut Ilmu Di PPTQ Amanatul Huda Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpkws.v3i01.2092Kata Kunci:
Konsep Diri, Remaja, Orang Tua Bercerai, PesantrenAbstrak
Konsep diri adalah semua pandangan kita terhadap aspek diri meliputi aspek fisik, aspek sosial, dan aspek psikologis yang bersumber pada pengalaman dan interaksi kita dengan orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep diri remaja dengan orang tua bercerai yang menuntut ilmu di PPTQ Amanatul Huda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, khususnya melalui teknik analisis fenomenologis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Melalui metode Purposive sampling peneliti mendapatkan empat subjek dengan kriteria remaja perempuan berusia 12-21 Tahun, memiliki latar belakang orang tua yang bercerai, Memiliki kemampuan berbicara yang komunikatif dan proaktif, dan menuntut ilmu di PPTQ Amanatul huda. Penelitian ini menghasilkan tiga tema induk yaitu: 1) Penerimaan diri, 2) Pengaruh lingkungan sosial, 3) Harapan hidup lebih baik.
Referensi
Cindy. (n.d.). databoks (2022nd ed.). katadata.co.id. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/02/28/kasus-perceraian-meningkat-53-mayoritas-karena-pertengkaran
Dewi, K. S., & Widayanti, C. G. (2011). Gambaran Makna Keluarga Ditinjau Dari Status Dalam Keluarga, Usia, Tingkat Pendidikan, Dan Jenis Pekerjaan (Studi Pendahuluan). Jurnal Psikologi Undip, 10(2), 163–172.
Ida Untari. (2018). Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kesehatan Psikologis Remaja. Profesi (Profesional Islam) Media Publikasi Penelitian 15(2), 15(2):106, 106. https://doi.org/10.26576/profesi.272
Manusakerti, d. n. (2019). Konsep Diri Remaja dengan Latar Belakang Orang Tua Bercerai. eprints.ums.ac.id.
Nender, E. W. A., Widyawati, S., & Savitri, A. D. (2017). Penerimaan Diri pada Remaja Yang Orangtuanya Bercerai. Jurnal Psikologi Universitas Semarang, 10–18.
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2019). Human Development. Salemba Humanika.
Pratiwi, I. W., & Handayani, P. A. L. (2020). Konsep Diri Remaja Yang Berasal Dari Keluarga Broken Home. Jp3Sdm, 9(1), 17–32.
Primada, E., & Fadhillah, A. (2016). Hubungan antara psychological well-being dan happiness pada remaja di pondok pesantren. Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(1), 69–79.
Putri. (2019). Makna Kebahagiaan Pada Remaja Korban Perceraian. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14. https://eprints.ums.ac.id/75498/2/HALAMAN DEPAN.pdf
Rijaya. (2021). Tinjauan Yuridis Cerai Gugat Terhadap Suami Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( Studi Perkara Nomor: 563/Pdt.G/2020/PA.Ktbm). Tinjauan Yuridis Cerai Gugat Terhadap Suami Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( Studi Perkara Nomor: 563/Pdt.G/2020/PA.Ktbm), 9.
Risnawati, G. dan. (2014). Teori-Teori psikologi. Ar-Ruzz Media.
Rukin. (2012). Metodologi penelitian Kualitatif. CV Jakad Media Publishing.
Sarwono, S. W. (2012). Psikologi Remaja. PT Rajagrafindo Persada.
Sobur, A. (2017). Psikologi Umum. CV Pustaka Setia.
Yusuf, S. (2010). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. PT Remaja Rosdakarya.
Unduhan
Dimensions
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Audi Arfia, Maryam

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.