Pengaruh Occupational Stigma Perception Terhadap Burnout yang Dimoderasi Oleh Work-Family Conflict dan Social Comparison Pada Karyawan Bank Aceh Syariah di Kota Banda Aceh
DOI:
https://doi.org/10.58812/jmws.v5i10.3954Kata Kunci:
Persepsi Stigma Pekerjaan, Kelelahan, Konflik-Kerja Keluarga, Perbandingan Sosial, Kota Banda AcehAbstrak
Tingginya tuntutan kepatuhan terhadap prinsip syariah serta ekspektasi sosial masyarakat terhadap berpotensi meningkatkan persepsi stigma pekerjaan yang dapat menguras sumber daya psikologis karyawan dan memicu kelelahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi stigma pekerjaan terhadap kelelahan dengan konflik kerja-keluarga dan perbandingan sosial sebagai variabel moderasi pada Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Sampel penelitian berjumlah 164 karyawan yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi stigma pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelelahan (β = 0,472; t = 7,782; p < 0,001). Selain itu, konflik kerja-keluarga (β = 0,206; t = 1,852; p = 0,032) dan perbandingan sosial (β = 0,351; t = 4,367; p < 0,001) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelelahan. Pengujian moderasi menunjukkan bahwa konflik-kerja keluarga (β = 0,133; t = 2,273; p = 0,012) dan perbandingan sosial (β = 0,151; t = 2,459; p = 0,007) secara signifikan memperkuat pengaruh persepsi stigma pekerjaan terhadap kelelahan. Temuan ini memperkuat perspektif Teori Konservasi Sumber Daya bahwa persepsi stigma pekerjaan merupakan sumber tekanan yang menguras sumber daya psikologis karyawan, sedangkan konflik-kerja keluarga sebagai tekanan eksternal dan perbandingan sosial sebagai tekanan internal semakin mempercepat kehilangan sumber daya tersebut sehingga meningkatkan risiko kelelahan. Secara praktis, temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa manajemen perlu memperkuat kebijakan pengelolaan kesejahteraan psikologis karyawan melalui upaya mengurangi persepsi stigma pekerjaan, mengelola konflik kerja-keluarga, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendorong dukungan sosial dan meminimalkan kecenderungan perbandingan sosial, sehingga risiko kelelahan dapat ditekan.
Referensi
Ashforth, B. E., Kreiner, G. E., Clark, M. A., & Fugate, M. (2007). Normalizing dirty work: Managerial tactics for countering occupational taint. Academy of Management Journal, 50(1), 149–174. https://doi.org/10.5465/AMJ.2007.24162092
Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2017). Job demands–resources theory: Taking stock and looking forward. Journal of Occupational Health Psychology, 22(3), 273–285. https://doi.org/10.1037/ocp0000056
Bonfanti, R. C., Foti, G., Giorgi, G., & Ruggieri, S. (2025). Occupational stigma perception and public employees' burnout: A moderated moderation model of work–family conflict and social comparison. Acta Psychologica, 253, 104769. https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2025.104769
Gibbons, F. X., & Buunk, B. P. (1999). Individual differences in social comparison: Development of a scale of social comparison orientation. Journal of Personality and Social Psychology, 76(1), 129–142. https://doi.org/10.1037/0022-3514.76.1.129
Hobfoll, S. E. (1989). Conservation of resources: A new attempt at conceptualizing stress. American Psychologist, 44(3), 513–524. https://doi.org/10.1037/0003-066X.44.3.513
Hobfoll, S. E. (2001). The influence of culture, community, and the nested-self in the stress process: Advancing conservation of resources theory. Applied Psychology, 50(3), 337–421. https://doi.org/10.1111/1464-0597.00062
Kristensen, T. S., Borritz, M., Villadsen, E., & Christensen, K. B. (2005). The Copenhagen Burnout Inventory: A new tool for the assessment of burnout. Work & Stress, 19(3), 192–207. https://doi.org/10.1080/02678370500297720
Link, B. G., & Phelan, J. C. (2001). Conceptualizing stigma. Annual Review of Sociology, 27, 363–385. https://doi.org/10.1146/annurev.soc.27.1.363
Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Organizational Behavior, 2(2), 99–113. https://doi.org/10.1002/job.4030020205
Netemeyer, R. G., Boles, J. S., & McMurrian, R. (1996). Development and validation of work–family conflict and family–work conflict scales. Journal of Applied Psychology, 81(4), 400–410. https://doi.org/10.1037/0021-9010.81.4.400
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Shilfa Syafira, Fairuzzabadi Fairuzzabadi, Megawati Megawati, Syarifah Rakhmawati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











