Perancangan Lanskap Jalan dengan Pendekatan Complete Street di Depan Kampus ITERA untuk Kenyamanan dan Keamanan Pengguna Jalan

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.58812/jmws.v5i07.3729

Kata Kunci:

Infrastruktur Hijau, Lanskap Jalan, Jl. Terusan Ryacudu, Pengguna Jalan, Complete Street

Abstrak

Jl. Terusan Ryacudu, lokasi kampus institute Teknologi Sumatera (ITERA), merupakan jalan provinsi dengan fungsi arteri primer kelas II dengan lebar jalur 7 meter. Jalan ini memiliki volume lalu mobilitas mahasiswa ITERA serta gerbang tol Trans Sumatera (JTTS). Selain Sebagai akses utama dari JTTS ke Kota Bandar Lampung dan bagi mahasiswa dari/ke Desa Way Huwi, jalan ini juga dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas seperti jogging, berjualan, dan interaksi sosial lainnya. Namun, penataan lanskap jalan di kawasan seberang kampus ITERA belum memadai. Terdapat kekurangan fasilitas seperti trotoar, jalur sepeda, street furniture, penataan tanaman median yang rapi, serta penyeberangan pejalan kaki yang aman. Kondisi ini tidak sesuai dengan standar nasional, yang menuntut lingkungan jalan yang indah, nyaman, dan aman bagi semua pengguna. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan perancangan yang menyeimbangkan fungsi mobilitas dengan keselamatan dan keberlanjutan. Pendekatan complete street menjadi solusi tepat karena mengedepankan ruang jalan yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki, pesepeda, pengguna transportasi umum, serta kendaraan pribadi. Penerapan konsep complete street pada lanskap Jl. Terusan Ryacudu diharapkan menghasilkan koridor jalan terpadu, ramah lingkungan, estetis, dan efisien.

Referensi

Amri, M. K., & Wiyono, E. (2021). Analisis Tingkat Pelayanan (Level of Service) Pejalan Kaki Pada Ruas Jalan Dramaga Kota Bogor. Construction and Material Journal, 3(3), 175–188.

Bahri, S. dkk. (2017). Evaluasi Fasilitas Pedestrian di Jalan Ir. H. Juanda Kota Bandung. Bandung: Fakultas Teknik Planologi Universitas Pasundan Bandung.

Direktorat Jenderal Bina Marga (2021). Nomor 20/SE/Db/2021 tentang Pedoman Desain Geometrik Jalan.

Direktorat Jendral Bina Marga. Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota. Penerbit Direktorat Jendral Bina Marga: Jakarta.

Institute for Transportation Development Policy. (2019). Panduan Desain Fasilitas Pejalan kaki: DKI Jakarta 2017-2022. Jakarta: Institute for Transportation Development Policy.

LaGro.Jr, J. A. (2008). Site Analysis A Contextual Approach to Sustainable Land Planning and Site Design (Vol. Second edition). Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 4 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2021-2041.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03 Tahun 2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan.

Sari, D. P., & Nugroho, A. (2020). Dampak Infrastruktur Hijau terhadap Kualitas Lingkungan Perkotaan. LAKAR: Jurnal Arsitektur, 15(1), 23-36.

Septirisa, Lianna. (2021). Kajian Penilaian Indeks Walkability Pada Kawasan Pendidikan Tinggi Universitas Islam Riau. Pekanbaru: Universitas Islam Riau Pekanbaru.

Utary, R. A., & Wijaya, K. (2019). Penerapan Konsep Complete Street dalam Perancangan Lanskap Jalan Perkotaan. LAKAR: Jurnal Arsitektur, 14(2), 45-58.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-28

Cara Mengutip

Perancangan Lanskap Jalan dengan Pendekatan Complete Street di Depan Kampus ITERA untuk Kenyamanan dan Keamanan Pengguna Jalan. (2026). Jurnal Multidisiplin West Science, 5(07), 1317-1330. https://doi.org/10.58812/jmws.v5i07.3729