Pembaruan Hukum Islam melalui Ijtihad Hakim: Studi Kasus Pengembangan Konsep Wasiat Wajibah di Mahkamah Agung

Penulis

  • A. Yudi Institut Agama Islam Negeri Langsa
  • Ari Sugiyono Institut Agama Islam Negeri Langsa
  • Muhammad Suhaili Sufyan Institut Agama Islam Negeri Langsa
  • Indis Ferizal Institut Agama Islam Negeri Langsa

DOI:

https://doi.org/10.58812/jmws.v5i08.3662

Kata Kunci:

Hukum Kewarisan Islam, Ijtihad Hakim, Mahkamah Agung, Pembaruan Hukum Islam, Wasiat Wajibah

Abstrak

Perkembangan sosial yang semakin kompleks menuntut hukum Islam untuk mampu beradaptasi dalam menjawab persoalan kontemporer yang belum sepenuhnya diatur dalam fikih klasik maupun hukum positif. Salah satu bentuk dinamika tersebut terlihat dalam pengembangan konsep wasiat wajibah melalui ijtihad hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pembaruan hukum Islam melalui ijtihad hakim dalam pengembangan konsep wasiat wajibah serta mengkaji implikasinya terhadap perkembangan hukum kewarisan Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh dari peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Agung, literatur hukum Islam, jurnal ilmiah, serta doktrin hukum yang dianalisis secara kualitatif melalui interpretasi yuridis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Agung melalui berbagai putusannya telah memperluas pemahaman wasiat wajibah dari ketentuan yang semula terbatas pada anak angkat dan orang tua angkat menjadi instrumen perlindungan hukum bagi pihak yang memiliki hubungan sosial dan moral dengan pewaris. Pembahasan menunjukkan bahwa perluasan tersebut merupakan bentuk ijtihad hakim yang berorientasi pada maqāṣid al-syarī‘ah, keadilan substantif, dan kemanfaatan hukum. Kesimpulannya, ijtihad hakim berperan strategis sebagai mekanisme pembaruan hukum Islam yang memungkinkan hukum kewarisan Islam berkembang secara responsif terhadap perubahan sosial tanpa meninggalkan prinsip dasar syariat.

Referensi

Abdurrahman. (2018). Kompilasi hukum Islam di Indonesia. Akademika Pressindo. Al-Qur’an al-Karim.

Anshori, A. G. (2005). Konsep wasiat wajibah dalam hukum kewarisan Islam. Mimbar Hukum, 17(3), 267–281.

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. The International Institute of Islamic Thought.

Azhari, F. (2022). Ijtihad hakim dalam pengembangan hukum kewarisan Islam di Indonesia. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 15(2), 147–166.

Fauzan, M. (2021). Penemuan hukum oleh hakim dalam penyelesaian sengketa kewarisan Islam. Jurnal Konstitusi, 18(1), 103–125.

Harahap, M. Y. (2005). Kedudukan kewenangan dan acara peradilan agama. Sinar Grafika.

Hazm, I. (t.t.). Al-Muhalla. Dar al-Fikr.

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (1995). Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 368 K/AG/1995.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (1999). Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 51 K/AG/1999.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2010). Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 16 K/AG/2010.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2018). Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 331 K/AG/2018.

Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana.

Mertokusumo, S. (2010). Penemuan hukum: Sebuah pengantar. Cahaya Atma Pustaka.

Mubarok, J. (2017). Maqashid al-syari’ah sebagai paradigma pembaruan hukum Islam. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 11(1), 1–18.

Nasution, K. (2014). Reformasi hukum keluarga Islam di dunia Muslim. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 52(1), 25–48.

Qaradawi, Y. (1996). Al-Ijtihad fi al-Syari’ah al-Islamiyyah. Dar al-Qalam.

Rahardjo, S. (2009). Hukum progresif: Sebuah sintesa hukum Indonesia. Genta Publishing.

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157.

Rofiq, A. (2021). Hukum perdata Islam di Indonesia (Edisi revisi). Rajawali Pers.

Rohman, A. (2020). Eksistensi wasiat wajibah dalam hukum kewarisan Islam di Indonesia. De Jure: Jurnal Hukum dan Syariah, 12(2), 181–198.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.

Suma, M. A. (2018). Perkembangan hukum kewarisan Islam di Indonesia. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 18(2), 247–268.

Syarifuddin, A. (2014). Hukum kewarisan Islam. Kencana Prenadamedia Group.

Syatibi, A. I. (1997). Al-Muwafaqat fi ushul al-syari’ah (Jilid I–IV). Dar al-Ma’rifah.

Zuhaili, W. (2011). Al-Fiqh al-Islami wa adillatuhu (Jilid VIII). Dar al-Fikr.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-05

Cara Mengutip

Pembaruan Hukum Islam melalui Ijtihad Hakim: Studi Kasus Pengembangan Konsep Wasiat Wajibah di Mahkamah Agung . (2026). Jurnal Multidisiplin West Science, 5(08), 1661-1676. https://doi.org/10.58812/jmws.v5i08.3662