Pengaruh Effleurage Terhadap Kualitas Tidur Pada Ibu Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Djatiroto Lumajang
DOI:
https://doi.org/10.58812/jmws.v5i07.3593Kata Kunci:
Effleurage Massage, Kualitas Tidur, Ibu Post Sectio Caesarea, Nifas Awal, Rumah SakitAbstrak
Latar Belakang: Ibu post sectio caesarea pada hari pertama pascapersalinan sering mengalami nyeri dan ketidaknyamanan akibat luka operasi yang dapat berdampak pada penurunan kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat menghambat proses pemulihan fisik dan psikologis ibu postpartum. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan relaksasi dan kualitas tidur adalah effleurage massage. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh effleurage massage terhadap kualitas tidur pada ibu post sectio caesarea di Rumah Sakit Djatiroto. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest–posttest with control group design. Sampel berjumlah 30 ibu post sectio caesarea dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 15 responden menggunakan teknik total sampling. Kelompok intervensi diberikan effleurage massage, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan rutin rumah sakit. Kualitas tidur diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen penilaian kualitas tidur yang telah tervalidasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami kualitas tidur buruk. Setelah diberikan effleurage massage, mayoritas responden pada kelompok intervensi mengalami peningkatan kualitas tidur menjadi kategori baik (60,0%). Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan effleurage massage terhadap peningkatan kualitas tidur pada ibu post sectio caesarea dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Effleurage massage berpengaruhdalam meningkatkan kualitas tidur pada ibu post sectio caesarea dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam asuhan kebidanan dan keperawatan postpartum.
Referensi
Agustin, N., Ilmiah, W. S., & Alfitri, R. (2024). Pengaruh pemberian aroma terapi peppermint terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester I di PMB Bd. Muntil Aningsih. Journal of Nursing Practice and Education, 4(2), 359-365.
Bobak, I. M., Lowdermilk, D. L., & Jensen, M. D. (2012). Maternity nursing (8th ed.). St. Louis, MO: Mosby Elsevier.
Daeri Daeri, Nila Widya Keswara, & Rosyidah Alfitri. (2025). The Role of Lavender Aromatherapy in Improving Sleep Quality Among Third Trimester Pregnant Women : Result From Pre Experimantal Study . Proceeding International Conference Of Innovation ., 5(1), 561–569. https://doi.org/10.62951/icistech.v5i1.214
Field, T. (2014). Massage therapy research review. Complementary Therapies in Clinical Practice, 20(4), 224–229. https://doi.org/10.1016/j.ctcp.2014.07.002
Fitriani, H., & Wulandari, D. (2019). Pengaruh massage terhadap kualitas tidur pasien pasca operasi. Jurnal Keperawatan Klinis, 7(2), 98–105.
Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2021). Textbook of medical physiology (14th ed.). Philadelphia, PA: Elsevier.
Hidayat, A. A. A. (2017). Metodologi penelitian keperawatan dan kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelayanan nifas. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Kozier, B., Erb, G., Berman, A., & Snyder, S. J. (2018). Fundamentals of nursing: Concepts, process, and practice (10th ed.). Boston, MA: Pearson Education.
Melzack, R., & Wall, P. D. (1965). Pain mechanisms: A new theory. Science, 150(3699), 971–979. https://doi.org/10.1126/science.150.3699.971
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Perry, S. E., Hockenberry, M. J., Lowdermilk, D. L., & Wilson, D. (2018). Maternal child nursing care (6th ed.). St. Louis, MO: Elsevier.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2017). Fundamentals of nursing (9th ed.). St. Louis, MO: Elsevier Mosby.
Prawirohardjo, S. (2018). Ilmu kebidanan (4th ed.). Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Rahmawati, E., & Sari, D. P. (2020). Pengaruh terapi massage terhadap kualitas tidur ibu nifas. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(2), 85–92.
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2014). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (12th ed.). Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins.
Sulistyawati, A. (2016). Asuhan kebidanan pada ibu nifas. Jakarta: Salemba Medika.
Varney, H., Kriebs, J. M., & Gegor, C. L. (2014). Varney’s midwifery (5th ed.). Burlington, MA: Jones & Bartlett Learning.
World Health Organization. (2018). WHO recommendations: Intrapartum care for a positive childbirth experience. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2021). WHO recommendations on antenatal and postnatal care. Geneva: World Health Organization.
Yuniarti, S., Handayani, L., & Putri, R. M. (2021). Massage therapy and sleep quality among postpartum mothers. Journal of Maternal and Child Health, 6(1), 45–52.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siti Muallifah, Rosyidah Alfitri

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











