Pengaruh Intensitas Penggunaan E-Wallet terhadap Perilaku Impulsive Buying Mahasiswa dengan Literasi Keuangan sebagai Variabel Moderasi
DOI:
https://doi.org/10.58812/jmws.v5i07.3580Kata Kunci:
E-Wallet, Impulsive Buying, Literasi Keuangan, Mahasiswa, Universitas Madani IndonesiaAbstrak
“Latar Belakang: Perkembangan teknologi keuangan digital telah mendorong peningkatan penggunaan electronic wallet (e-wallet) di kalangan mahasiswa. Kemudahan transaksi, berbagai promosi, serta akses pembayaran yang cepat dapat meningkatkan kecenderungan perilaku impulsive buying. Namun, tingkat literasi keuangan yang dimiliki mahasiswa diduga dapat memengaruhi hubungan antara penggunaan e-wallet dan perilaku pembelian impulsif.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan e-wallet terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa serta menguji peran literasi keuangan sebagai variabel moderasi pada mahasiswa Universitas Madani Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel penelitian berjumlah 120 mahasiswa Universitas Madani Indonesia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur intensitas penggunaan e-wallet, perilaku impulsive buying, dan literasi keuangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan regresi linear sederhana serta Moderated Regression Analysis (MRA) dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan e-wallet kategori tinggi (46,6%), literasi keuangan kategori sedang (41,7%), dan perilaku impulsive buying kategori sedang (43,3%). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa intensitas penggunaan e-wallet berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa (β = 0,587; p = 0,000). Hasil uji moderasi menunjukkan bahwa literasi keuangan mampu memoderasi hubungan antara intensitas penggunaan e-wallet dan perilaku impulsive buying (β = -0,284; p = 0,001). Koefisien interaksi yang bernilai negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi keuangan mahasiswa, semakin lemah pengaruh intensitas penggunaan e-wallet terhadap perilaku impulsive buying. Kesimpulan: Intensitas penggunaan e-wallet berpengaruh signifikan terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa. Literasi keuangan terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperlemah pengaruh tersebut. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan diperlukan untuk membantu mahasiswa mengelola keuangan secara lebih bijak di era digital.
Referensi
Aji, H. M., Berakon, I., & Husin, M. M. (2020). COVID-19 and e-wallet usage intention: A multigroup analysis between Indonesia and Malaysia. Cogent Business & Management, 7(1), 1804181. https://doi.org/10.1080/23311975.2020.1804181
Badgaiyan, A. J., Verma, A., & Dixit, S. (2016). Impulsive buying tendency: Measuring important relationships with a new perspective and an indigenous scale. IIMB Management Review, 28(4), 186–199. https://doi.org/10.1016/j.iimb.2016.08.009
Dewi, N. P., & Setiawan, A. (2023). Pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku impulsive buying pada mahasiswa. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 9(2), 115–124.
Handayani, R., Putri, D. A., & Kurniawan, M. (2024). Literasi keuangan dan perilaku konsumtif mahasiswa di era digital. Jurnal Ekonomi Modern, 12(1), 45–56.
OECD. (2023). OECD/INFE international survey of adult financial literacy. OECD Publishing.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2017). How ordinary consumers make complex economic decisions: Financial literacy and retirement readiness. Quarterly Journal of Finance, 7(3), 1750008. https://doi.org/10.1142/S2010139217500082
Pratiwi, D. A., Rahman, F., & Utami, S. (2023). Pengaruh penggunaan e-wallet terhadap impulsive buying pada mahasiswa. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, 8(2), 78–89.
Prelec, D., & Loewenstein, G. (2018). The red and the black: Mental accounting of savings and debt. Dalam Advances in Behavioral Economics (edisi revisi). Princeton University Press.
Putri, N. R., & Hidayat, T. (2024). Intensitas penggunaan dompet digital dan perilaku pembelian impulsif pada generasi Z. Jurnal Ekonomi Digital Indonesia, 5(1), 33–44.
Rahmawati, S., & Pradana, A. (2022). Pengaruh penggunaan e-wallet terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, 6(3), 201–210.
Saputra, R., & Lestari, N. (2022). Literasi keuangan sebagai faktor pengendali perilaku konsumtif mahasiswa. Jurnal Keuangan dan Perbankan Indonesia, 26(2), 140–150.
Thaler, R. H. (2018). Behavioral economics: Past, present, and future. American Economic Review, 108(6), 1265–1273. https://doi.org/10.1257/aer.108.6.1265
Venkatesh, V., & Davis, F. D. (2000). A theoretical extension of the technology acceptance model: Four longitudinal field studies. Management Science, 46(2), 186–204. https://doi.org/10.1287/mnsc.46.2.186.11926
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siti Muarifah, Ade Taruna Wijaya, Cahya Ulal Jannah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











