Analisis Pengaruh Jumlah Usaha Mikro Kecil terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.58812/jmws.v5i07.3563Kata Kunci:
Usaha Mikro Kecil, Penyerapan Tenaga Kerja, Tingkat Pengangguran Terbuka, Upah Minimum Provinsi, Data PanelAbstrak
Dalam struktur ekonomi Indonesia, keberadaan usaha mikro kecil menjadi salah satu elemen penting yang ikut memperkuat aktivitas perekonomian masyarakat melalui penciptaan peluang kerja dan perputaran ekonomi di berbagai wilayah. Kajian mengenai hubungan antara perkembangan jumlah usaha mikro kecil, tingkat pengangguran terbuka (TPT), serta upah minimum provinsi dilakukan untuk melihat keterkaitannya dengan kemampuan sektor usaha mikro kecil dalam menyerap tenaga kerja di Indonesia selama periode 2020–2024. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengolah data sekunder berbentuk panel yang mencakup seluruh provinsi di Indonesia, dengan sumber data berasal dari Badan Pusat Statistik serta berbagai publikasi resmi lainnya. Pengolahan data dilakukan melalui EViews 12 dengan beberapa proses analisis, mulai dari penggambaran karakteristik data melalui statistik deskriptif, penentuan model regresi data panel yang paling sesuai, hingga pengujian hubungan antarvariabel. Hasil analisis memperlihatkan bahwa peningkatan jumlah usaha mikro kecil mempunyai hubungan positif dan menjadi faktor yang cukup kuat dalam memperluas kesempatan kerja. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka dan upah minimum provinsi juga bergerak dalam hubungan positif, meskipun kontribusinya terhadap perubahan jumlah tenaga kerja yang terserap masih relatif terbatas. Jika dilihat secara bersamaan, seluruh faktor yang digunakan dalam model tetap memiliki keterhubungan yang berarti terhadap kondisi penyerapan tenaga kerja pada sektor usaha mikro kecil. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa bertambahnya jumlah usaha mikro kecil cenderung menjadi aspek yang paling berperan dalam memperbesar peluang kerja, sementara faktor ketenagakerjaan lainnya lebih berfungsi sebagai pendukung dalam perubahan kondisi pasar kerja.
Referensi
Anatan, L., & Nur. (2023). Micro, small, and medium enterprises’ readiness for digital transformation in Indonesia. Economies, 11(6), 156. https://doi.org/10.3390/economies11060156
Arifin, S. (2023). Pengaruh investasi, PDRB, UMR, jumlah UKM terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UKM Pulau Sumatera. Jurnal Ilmu Ekonomi JIE, 7(2), 166–179. https://doi.org/10.22219/jie.v7i02.25110
Badan Pusat Statistik. (2023). Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia. https://www.bps.go.id
Badan Pusat Statistik. (2024). Profil industri mikro dan kecil 2023. https://www.bps.go.id
Borjas, G. J. (2016). Labor economics (7th ed.). McGraw-Hill Education.
Databoks. (2024, July 10). Pertumbuhan jumlah UMKM Indonesia sampai 2023. https://databoks.katadata.co.id
Dwiatma, A. A., & Nuryakin, C. (2025). The effects of non-cash transactions through QRIS on MSME workers. Jurnal Bina Praja, 17(1), 33–41. https://doi.org/10.21787/jbp.17.2025.33-41
Efendi, L., & Barthos, M. (2025). Reformulation of wage criteria for MSMEs workers. Journal of Social Science, 4(6), 384–394. https://doi.org/10.57185/joss.v4i6.469
Eldeib, M. A. M., Maulana, M. R. P., & Nasir, M. S. (2025). Impact of MSMEs on GRDP in Central Java. JAMPE, 4(1), 1–16. https://doi.org/10.12928/jampe.v4i1.11599
Hardimanto, Z. Z., et al. (2025). Determinan penyerapan tenaga kerja UMKM. Jurnal Ilmiah Manajemen, 5(2), 351–364. https://doi.org/10.55606/jurimbik.v5i2.1110
Harris, J. R., & Todaro, M. P. (1970). Migration, unemployment and development. The American Economic Review, 60(1), 126–142.
Hasanah, H., et al. (2024). Minimum wage policy and food security. Agriculture & Food Security, 13(1), 7. https://doi.org/10.1186/s40066-023-00451-3
Hikmah, L. S., & Sishadiyati, S. (2024). Effects of minimum wage on employment. JABTER, 3(5), 543–553. https://doi.org/10.54408/jabter.v3i5.311
Kuncoro, M. (2002). Ekonomi pembangunan: Teori, masalah, dan kebijakan. UPP AMP YKPN.
Mankiw, N. G. (2018). Principles of economics (8th ed.). Cengage Learning.
Muslihat, A., & Nurjannah, F. (2024). Kontribusi UMKM pada penyerapan tenaga kerja. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(10), 314–320. https://doi.org/10.5281/zenodo.11422357
Musvira, M., Natsir, M., & Asizah, N. (2022). Pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap UMKM. Value Added, 18(2), 65–72. https://doi.org/10.26714/vameb.v18i2.10214
Pingkan, J. J. (2025). Pengaruh upah minimum terhadap PDRB. JIEP, 8(2), 316–325. https://doi.org/10.20527/jiep.v8i2.2725
Purba, M. L., et al. (2020). Pengaruh jumlah usaha terhadap tenaga kerja UMKM. Journal of Economics, 2(1), 92–103. https://doi.org/10.36655/jeb.v2i1.516
Putra, A. C. (2022). Pertumbuhan PDRB UMKM. Jurnal Lemhannas, 10(2), 134–148. https://doi.org/10.55960/jlri.v10i2.278
Rachmawati, M. (2025). Legal protection of MSME wages. IJLSSM. https://doi.org/10.69726/ijlssm.v2i1.85
Suhada, U., & Ridwan, M. (2024). UMKM informal dan tenaga kerja. Jurnal MEA, 8(3), 2602–2614. https://doi.org/10.31955/mea.v8i3.4791
Tambunan, T. T. H. (2019). Usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia: Isu-isu penting. LP3ES.
Widodo, C. A., & Mahi, B. R. (2022). Productivity of MSEs in Indonesia. JEBAV, 25(2), 229–243. https://doi.org/10.14414/jebav.v25i2.3136
Winata, J. A., et al. (2024). Industri mikro dan ekonomi Indonesia. RAGAM, 3(1), 83–96. https://doi.org/10.20527/ragam.v3i1.12799
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Syahdhan Affiar, Muhamad Rafli, Andrean Putra, Nusa Fachrial, Cahaya Cikal, Fitri Amalia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











