Analisis Dampak Job Status, Stress Level, dan Durasi Tidur Terhadap Performa Akademik Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.58812/jmws.v5i06.3423Kata Kunci:
Kerja Paruh Waktu, Jam Belajar, Performa Akademik, Tingkat Stres, SPSSAbstrak
Keterlibatan mahasiswa dalam kerja paruh waktu kini telah menjadi fenomena yang lumrah di lingkungan perguruan tinggi. Namun, aktivitas ganda ini kerap memicu dilema penyesuaian gaya hidup, konflik alokasi waktu, pemangkasan durasi tidur harian, hingga akumulasi stres yang berpotensi mengganggu capaian studi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memodelkan pengaruh integratif dari status kerja paruh waktu, tingkat stres, durasi tidur harian, dan jam belajar mandiri terhadap performa akademik mahasiswa. Pendekatan kuantitatif eksplanatori diterapkan dengan menganalisis data sekunder terstruktur sebanyak 1.000 rekaman mahasiswa. Data diolah secara komprehensif menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa model gaya hidup ini memberikan kontribusi sebesar 61,2% (R2=0,612R^2 = 0,612R2=0,612) dalam menjelaskan fluktuasi nilai akademik mahasiswa. Secara parsial, durasi jam belajar harian (B=2,414;p<0,001B = 2,414; p < 0,001B=2,414;p<0,001) menjadi determinan positif paling dominan, diikuti oleh pemenuhan durasi tidur harian (B=1,663;p<0,001B = 1,663; p < 0,001B=1,663;p<0,001). Sebaliknya, tingkat stres terbukti memberikan dampak destruktif yang signifikan terhadap penurunan nilai mahasiswa (B=−1,465;p<0,001B = -1,465; p < 0,001B=−1,465;p<0,001). Menariknya, status kerja paruh waktu tidak memperlihatkan pengaruh signifikan secara langsung terhadap performa akademik (B=−0,271;p=0,590B = -0,271; p = 0,590B=−0,271;p=0,590). Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas kerja paruh waktu tidak serta-merta merusak capaian akademis mahasiswa secara langsung, melainkan kegagalan dalam melakukan manajemen stres dan kurangnya durasi istirahat biologislah yang memegang kendali penuh atas penurunan prestasi kognitif tersebut
Referensi
Becker, G. S. (1965). A Theory of the Allocation of Time. The Economic Journal, 75(299), 493–517.
Becker, G. S. (1993). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education (3rd ed.). The University of Chicago Press.
Crede, M., & Kuncel, N. R. (2008). Study habits, skills, and attitudes: The third pillar supporting collegiate academic performance. Perspectives on Psychological Science, 3(6), 425–453.
Eysenck, M. W., Derakshan, N., Santos, R., & Calvo, M. G. (2007). Anxiety and cognitive performance: Attentional control theory. Emotion, 7(2), 336–353.
Greenberger, E., & Steinberg, L. (1986). When teenagers work: The psychological and social costs of adolescent employment. Basic Books.
Hidayat, A., & Nurhayati, S. (2021). Dampak destruktif part-time job terhadap konsentrasi belajar dan capaian indeks prestasi mahasiswa. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 10(1), 45–58.
Merton, R. K. (1957). The Role-Set: Problems in Sociological Theory. The British Journal of Sociology, 8(2), 106–120.
Nonis, S. A., & Hudson, G. I. (2006). Academic performance of college students: Influence of time spent studying and working. Journal of Education for Business, 81(3), 151–159.
Pascarella, E. T., & Terenzini, P. T. (2005). How college affects students: A third decade of research (Vol. 2). Jossey-Bass.
Pilcher, J. J., & Walters, A. S. (1997). How sleep deprivation affects psychological variables related to college students’ cognitive performance. Journal of American College Health, 46(3), 121–126.
Sari, D. N., & Utami, W. S. (2021). Analisis beban kognitif dan tingkat stres akademik pada mahasiswa semester akhir yang bekerja. Jurnal Psikologi Teoretis Dan Terapan, 11(2), 134–148.
Schultz, T. W. (1961). Investment in Human Capital. The American Economic Review, 51(1), 1–17.
Siregar, F. A., & Rosita, D. (2023). Motivasi kerja paruh waktu pada mahasiswa ekonomi di era digital: Antara kebutuhan finansial dan aktualisasi diri. Jurnal Riset Manajemen Dan Bisnis, 8(1), 55–67.
Suhariadi, F., Purba, D. E., & Maslihah, S. (2021). Tantangan pendidikan tinggi di Indonesia: Mengembangkan human capital unggul menuju daya saing global. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 6(2), 175–189.
Sweller, J. (1988). Cognitive Load During Problem Solving: Effects on Learning. Cognitive Science, 12(2), 257–285.
Wardani, K. A., & Sholihah, M. (2020). Konflik peran ganda mahasiswa yang bekerja paruh waktu: Studi fenomenologis tekanan psikologis. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Indonesia, 5(2), 73–82.
York, T. T., Gibson, C., & Rankin, S. (2015). Defining and measuring academic success. Practical Assessment, Research, and Evaluation, 20(1), 5.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ubaidillah Ahmad

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










