Profil Penggunaan Obat Antibiotik di Puskesmas se-Kabupaten Lombok Timur Periode Januari-Maret Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.58812/jmws.v4i12.3194Kata Kunci:
Antibiotik, Puskesmas, Instalasi Farmasi, Kabupaten Lombok Timur, Tahun 2025Abstrak
Penggunaan antibiotik di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas harus dilakukan secara tepat dan rasional kepada masyarakat agar dapat meningkatkan efektivitas pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Profil Penggunaan antibiotik di Puskesmas Se-Kabupaten Lombok Timur periode Januari-Maret 2025. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025 berlokasi di Instalasi Farmasi Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yakni menyajikan data secara objektif dengan menggambarkan fenomena menggunakan tabel atau gambar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama periode Januari-Maret 2025 menunjukkan bahwa terdapat 11 jenis antibiotik yang digunakan, dengan jenis antibiotik Amoksisilin dominan mencapai (72,61%) dan bentuk sediaan tablet paling banyak digunakan mencapai (91,14%). Penggunaan 5 antibiotik terbanyak berjumlah 525.929 item obat, dengan penggunaan terbanyak yaitu Amoksisilin tablet, Siprofloksasin tablet, Kotrimoksazol tablet, Kloramfenikol tablet, dan Ampisilin injeksi.
Referensi
Ajibola O, Omisakin OA, Eze AA, Omoleke SA. Self-medication with antibiotics, attitude and knowledge of antibiotic resistance among community residents and undergraduate students in Northwest Nigeria. Diseases. 2018;6(2):32. doi:10.3390/diseases6020032
Anggraini D, Pramudita L, Aswin D. Pengetahuan Mahasiswa Mengenai Penggunaan Antibiotik. Jurnal Kesehatan. 2020;11(1):12–18.
Anwar E. Penggunaan antibiotik rasional dalam pelayanan kefarmasian. J Ilmiah Farmasi. 2016;13(2):102–110.
Darmansjah A. Pengantar Ilmu Farmakologi dan Terapi. 5th ed. Jakarta: EGC; 2011.
Dhakal R, Shrestha S, Baral D. Adverse Drug Reactions due to Antibiotics in a Tertiary Hospital in Nepal. J Coll Med Sci Nepal. 2018;14(4):180–185.
Fatimawali, Tjandra Y, Palilingan V. Penggunaan antibiotik di rumah sakit.Pharmacon: Jurnal Ilmiah Farmasi. 2016;5(3):145–153.
Haug MC, et al. Genetic basis of antibiotic resistance. Int J Med Microbiol. 2014;304(4):234–240.
Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Penggunaan Antibiotik. Jakarta: Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian; 2011.
Kountur R. Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Jakarta: PPM; 2018.
Nelson RE, Hatfield KM, Wolford H, Samore MH, Scott RD, Reddy SC, et al. National Estimates of Healthcare Costs Associated With Multidrug- Resistant Bacterial Infections Among Hospitalized Patients in the United States. Clin Infect Dis. 2021;72(Suppl_1):S17–26.
Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Kemenkes RI; 2014. Available from: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/135377/permenkes-no-75-tahun- 2014
Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2016 tentang Manajemen Puskesmas. Jakarta: Kemenkes RI; 2016. Available from: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/112007/permenkes-no-44-tahun- 2016
Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kemenkes RI; 2016. Available from: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/112039/permenkes-no-72-tahun- 2016
Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/MENKES/068/2010 tentang Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI; 2010.
Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Tahun 2024 tentang Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta: Kemenkes RI; 2024.
Rukat S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Andi; 2018.
Ruslin M, Syahrir S, Pertiwi D. Kajian Penggunaan Antibiotik dan Resistensinya di Fasilitas Kesehatan Primer. J Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2023;14(1):21–30.
Stringer JL. Basic Concepts in Pharmacology. 4th ed. New York: McGraw-Hill Medical; 2006.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta; 2016.
Sugiyono. Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta; 2017.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta; 2018.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta; 2019.
Supardi S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2014.
Tjay TH, Rahardja K. Obat-Obat Penting: Khasiat, Penggunaan, dan Efek-Efek Sampingnya. Jakarta: EGC; 2007.
Verraes C, Van Boxstael S, Van Meervenne E, Van Coillie E, Butaye P, Catry B, et al. Antimicrobial resistance in the food chain: a review. Int J Environ Res Public Health. 2013;10(7):2643–2669.
World Health Organization (WHO). Medicines: Rational Use of Medicines. WHO Fact Sheet; 2008. Available from: https://www.who.int/medicines/areas/rational_use/en/
World Health Organization (WHO). Antimicrobial Resistance: Global Report on Surveillance 2014. Geneva: WHO; 2014. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789241564748
Yuanita I. Pengetahuan Masyarakat tentang Antibiotik dan Dampaknya terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2019;7(1):10–15.
Unduhan
Dimensions
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nur Oktaviani, Ade Irma Fitria Ningsih

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









