Manifestasi Nilai-Nilai Islam Madani di Kalangan Generasi Muslim Gen Z melalui Prinsip Moderasi (Wasathiyyah), Filantropi Digital, dan Kepedulian Ekologis
DOI:
https://doi.org/10.58812/jmws.v5i01.3091Kata Kunci:
Islam Madani, Gen Z, moderasi, Filantropi Digital, KeberlanjutanAbstrak
Penelitian ini mengkaji manifestasi nilai-nilai Islam Madani di kalangan generasi Muslim Gen Z melalui prinsip moderasi (wasathiyyah), filantropi digital, dan kepedulian ekologis. Dalam era digital yang sarat dengan perubahan nilai sosial, generasi ini menafsirkan kembali etika Islam tidak hanya sebagai spiritualitas pribadi, tetapi juga sebagai tanggung jawab sosial yang diwujudkan melalui gaya hidup berkeadilan, konsumsi moderat, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan seperti charity run, donasi digital, dan eco-sadaqah. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan etika ekonomi Islam, penelitian ini menelaah bagaimana inovasi teknologi dan media sosial telah mentransformasi bentuk-bentuk sedekah tradisional menjadi praktik filantropi digital yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semangat Islam Madani yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan kasih saying tetap hidup di kalangan Muslim muda yang kini membentuk pola keberagamaan baru yang moderat, partisipatif, dan berorientasi pada maslahah ‘ammah. Fenomena ini menegaskan bahwa Islam Madani di era Gen Z menjadi model praksis keberislaman modern yang mengintegrasikan iman, teknologi, dan tanggung jawab ekologis dalam mewujudkan masyarakat yang adil, berkeadaban, dan berkelanjutan.
Referensi
Al-Qaradawi, Y. (1997). Al-Iqtisad fi al-Islam. Maktabah Wahbah.
Al-Syatibi. (2004). Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari‘ah. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Alvara Research Center. (2023). The Muslim Gen Z report 2023: Faith, identity, and digital behavior.
Ascarya. (2020). Akad dan produk bank syariah. Rajawali Pers.
Astuti, R. (2023). Digital religion and youth Muslim activism in Indonesia. Studia Islamika, 30(1), 77–80.
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law. IIIT.
Bagir, H. (2017). Islam Tuhan, Islam manusia: Agama dan spiritualitas di zaman kacau. Mizan.
BAZNAS. (2023). Laporan Filantropi Hijau 2023. BAZNAS Center for Strategic Studies.
BPS. (2023). Statistik Pemuda Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik.
Budiman, A. (2022). Eco-Sadaqah: Integrating environmental ethics into Islamic charity. Journal of Islamic Environmental Studies, 5(2), 121–123.
Dusuki, A. W. (2014). Maqasid al-Shariah and the sustainability paradigm of Islamic finance. Journal of Islamic Finance, 2(1), 8–10.
Hamidullah, M. (1981). The first written constitution in the world: The Charter of Medina. Ashraf Press.
Heryanto, A. (2015). Identitas dan kenikmatan: Politik budaya layar Indonesia. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).
Kahf, M. (1999). The economics of zakah. IRTI–IDB.
Kemenag RI. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Kholis, N. (2024). Moderasi beragama dan konsumsi etis Gen Z Muslim. Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia, 12(3), 57.
Latief, H. (2017). Melayani umat: Filantropi Islam dan ideologi kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.
Madjid, N. (1999). Cita-cita politik Islam modern di Indonesia. Paramadina.
Mangunjaya, F. M. (2014). Ekospiritualisme: Membangun kesadaran lingkungan berbasis agama. Yayasan Obor Indonesia.
Nasuhi, H., et al. (2018). Gen Z: Takwa, reborn, dan hijrah. PPIM UIN Jakarta.
Shihab, M. Q. (1998). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir maudhu‘i atas pelbagai persoalan umat. Mizan.
Shihab, M. Q. (2019). Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang moderasi beragama. Lentera Hati.
Unduhan
Dimensions
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tantri Irawan, Oyo Sunaryo Mukhlas, Ramdani Wahyu Sururie, Chaerul Shaleh, Ine Fauziah, Ayi Yunus Rusyana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









