Analisis Tafsir Al-Ṭabarī Terhadap Surat Al-Naṣr Tentang Kemenangan Sebagai Tanda Tamatnya Dakwah
DOI:
https://doi.org/10.58812/jmws.v1i02.3057Kata Kunci:
Tafsir Al-Ṭabarī, Surat Al-Naṣr, Kemenangan, Dakwah, Spiritualitas ProfetikAbstrak
Surat al-Naṣr menempati posisi penting dalam sejarah kenabian karena kerap dipandang sebagai wahyu terakhir yang menandai penyempurnaan risalah Nabi Muhammad. Penelitian ini menganalisis penafsiran al-Ṭabarī atas surat tersebut dengan menyoroti tiga aspek utama: makna nashr (pertolongan), al-fatḥ (pembukaan/kemenangan), dan keterkaitannya dengan tanda berakhirnya misi kenabian. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menjadikan Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān sebagai sumber primer dan melengkapinya dengan literatur tafsir klasik serta modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ṭabarī memaknai “nashr Allāh” sebagai pertolongan Ilahi kepada Nabi dalam menghadapi Quraisy, sedangkan “al-fatḥ” secara spesifik dikaitkan dengan Fath Makkah. Adapun frasa “yadkhulūna fī dīnillāh afwājan” dipahami sebagai masuknya kabilah-kabilah Arab ke dalam Islam secara kolektif sebagai dampak langsung dari kemenangan tersebut. Melalui riwayat Ibn ‘Abbās dan ‘Āʾishah, al-Ṭabarī juga menegaskan bahwa surat ini merupakan na‘ā ilayhi nafsahu, yakni pemberitahuan Ilahi tentang kedekatan ajal Nabi. Temuan utama penelitian ini adalah bahwa kemenangan dalam perspektif al-Ṭabarī bukanlah puncak politik, melainkan simbol spiritual bagi penyempurnaan dakwah dan awal fase transendensi kenabian. Perintah tasbīḥ dan istighfār pada ayat terakhir dipahami sebagai respons etis-teologis terhadap keberhasilan, yang menegaskan bahwa kemenangan tertinggi adalah kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah.
Referensi
Al-Munawwar, M. (2022). Rekontekstualisasi Tafsir Turāth dalam Studi Islam Modern. Jurnal Pendidikan dan Tafsir Al-Ma’ṡūr, 8(3), 123–135.
al-Qurṭubī, Abū ‘Abd Allāh Muḥammad ibn Aḥmad al-Anṣārī. Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. 20 jilid. Kairo: Dār al-Kutub al-Miṣriyyah, 1967.
Al-Ṭabarī, M. ibn Jarīr. (n.d.). Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān (Vol. 30, p. 671). Dār al-Tarbiyah wa al-Turāth / al-Maktabah al-Shāmilah.
al-Ṭabarī, Muḥammad ibn Jarīr. Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān. 24 jilid. Beirut: Mu’assasat al-Risālah, 2000.
Arkoun, Mohammed. “Contemporary Critical Reason and the Qur’an.” In The Qur’an: Formative Interpretation, edited by Andrew Rippin, 202–223. Aldershot: Ashgate, 1999.
_______. Rethinking Islam: Common Questions, Uncommon Answers. Boulder: Westview Press, 1994.
Baidan, Nashruddin. “Perkembangan Metodologi Tafsir Al-Qur’an.” Jurnal Ulumul Qur’an 4, no. 3 (1993): 50–63.
Fakhr al-Rāzī, Muḥammad ibn ‘Umar. Mafātīḥ al-Ghayb (al-Tafsīr al-Kabīr). Beirut: Dār Ihyā’ al-Turāth al-‘Arabī, 1981.
Guillaume, Alfred, trans. The Life of Muhammad: A Translation of Ibn Ishaq’s Sirat Rasul Allah. Oxford: Oxford University Press, 1955.
Hallaq, Wael B. “On the Authoritativeness of Sunni Consensus.” International Journal of Middle East Studies 18, no. 4 (1986): 427–454.
Ibn ‘Abbās, ‘Abd Allāh ibn ‘Abbās. Riwayat tafsirnya sebagaimana dihimpun dalam Jāmi‘ al-Bayān karya al-Ṭabarī. Beirut: Mu’assasat al-Risālah, 2000.
Ibn Kathīr, Ismā‘īl ibn ‘Umar. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. 8 jilid. Riyadh: Dār Ṭayyibah, 1999.
Ibn Zayd, ‘Abd al-Raḥmān. Riwayat-riwayatnya dalam Jāmi‘ al-Bayān karya al-Ṭabarī, ed. Aḥmad Muḥammad Shākir. Beirut: Mu’assasat al-Risālah, 2000.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mujāhid ibn Jabr. Riwayat-riwayatnya dalam Jāmi‘ al-Bayān karya al-Ṭabarī. Beirut: Mu’assasat al-Risālah, 2000.
NU Online. (2021). Tafsir Surat al-Naṣr: Refleksi Kemenangan Rasulullah saat Fathu Makkah. https://nu.or.id/tafsir
Qomar, Mujamil. “Hermeneutika al-Qur’an dalam Tradisi Turāth dan Modernitas.” Religia: Jurnal Studi Islam Kontemporer 23, no. 2 (2020): 45–60.
Quraish Shihab, M. Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an. 15 jilid. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
_________. Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu‘i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, 1996.
Quṭb, Sayyid. Fī Ẓilāl al-Qur’ān. 6 jilid. Kairo: Dār al-Shurūq, 2003.
Rahman, Fazlur. Major Themes of the Qur’an. Minneapolis: Bibliotheca Islamica, 1980.
Saeed, Abdullah. Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. London: Routledge, 2006.
Watt, W. Montgomery. Muhammad at Medina. Oxford: Clarendon Press, 1956.
_______. Muhammad: Prophet and Statesman. Oxford: Oxford University Press, 1961.
Unduhan
Dimensions
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 M. Luqman Hakim, Anwar Mukti, Ahmad Nur Fathoni, Moh. Bahrudin, Agung Mandiro Cahyono, Kuni Maftukhati Widiyaningrum

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









