Hubungan Frekuensi Antenatal Care Dengan Kejadian Komplikasi Persalinan di PMB Nurul Asyroti
DOI:
https://doi.org/10.58812/jmws.v4i12.2951Kata Kunci:
Antenatal Care, Komplikasi Persalinan, Kunjungan ANC, Kehamilan, BidanAbstrak
Komplikasi persalinan masih menjadi salah satu kontributor utama morbiditas serta mortalitas ibu-ibu Indonesia. Di antaranya faktor yang berkontribusi terhadap kejadian tersebut merupakan rendahnya frekuensi kunjungan antenatal care (ANC), yang berperan penting dalam deteksi dini risiko kehamilan dan pencegahan komplikasi obstetri. Penelitian bertujuan menilai hubungan frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian komplikasi persalinan di PMB Nurul Asyroti Grenden Puger, Jember. Desain penelitian cross-sectional diterapkan pada 25 ibu bersalin yang dipilih dengan total sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan wawancara terstruktur, dianalisis menggunakan Chi-Square dan regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan 60% responden melakukan kunjungan ANC <8 kali, dan 56% mengalami komplikasi persalinan. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara frekuensi kunjungan ANC dan komplikasi persalinan (p = 0,021). Analisis multivariat memperlihatkan frekuensi kunjungan ANC sebagai faktor dominan yang berpengaruh terhadap komplikasi persalinan (OR = 0,24; 95% CI = 0,06–0,95; p = 0,042). Kesimpulan: Frekuensi kunjungan ANC terbukti berhubungan signifikan dengan komplikasi persalinan. Ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC teratur memiliki peluang lebih kecil mengalami komplikasi rutin sesuai standar WHO berisiko lebih rendah mengalami komplikasi persalinan. Diperlukan peningkatan edukasi dan mutu pelayanan ANC di tingkat praktik mandiri bidan untuk menekan angka komplikasi dan meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.
Referensi
Fitriani, D., & Wulandari, A. (2021). Hubungan frekuensi kunjungan antenatal care dengan kejadian komplikasi kehamilan di Puskesmas Grogol. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(3), 145–152.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Mare, K. U., Sabo, K. G., Asgedom, Y. S., et al. (2024). Compliance with the 2016 WHO’s antenatal care recommendation and its determinants among women in Sub-Saharan Africa: A multilevel-analysis of population survey data. BMC Health Services Research, 24, 1223. https://doi.org/10.1186/s12913-024-11716-3
Rahmawati, N., Handayani, S., & Sari, P. (2022). Pengaruh kepatuhan kunjungan antenatal care terhadap komplikasi obstetri pada ibu hamil. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 17(2), 95–102.
World Health Organization. (2016). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. Geneva, Switzerland: World Health Organization.
Unduhan
Dimensions
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Rully Dita Meiliana, Rani Safitri

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









