Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Minat WUS Melakukan IVA Test di Wilayah Kerja Puskesmas SILO 1

Penulis

  • Lina Firdaus Institut Teknologi dan Sains Kesehatan RS dr. Soepraoen, Malang
  • Rani Safitri Institut Teknologi dan Sains Kesehatan RS dr. Soepraoen, Malang

DOI:

https://doi.org/10.58812/jmws.v4i12.2891

Kata Kunci:

Pendidikan, Minat, IVA Test, Wanita Usia Subur, Kanker Serviks

Abstrak

Inspeksi Visual dengan Asam Asetat merupakan teknik skrining yang sederhana dan efektif untuk deteksi dini kanker serviks (IVA). namun cakupan pelaksanaannya di Indonesia masih rendah. Rendahnya partisipasi Wanita Usia Subur (WUS) diduga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang berperan penting dalam membentuk pemahaman dan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi. Untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dengan minat WUS untuk melakukan Pemeriksaan IVA di tempat kerja Puskesmas Silo 1. Sebanyak 80 wanita usia subur (WUS) dalam penelitian ini dipilih secara sengaja menggunakan metodologi potong lintang dan desain deskriptif analitis. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner standar yang mengevaluasi tingkat pendidikan dan keinginan untuk menjalani IVA. WUS berpendidikan menengah dan tinggi cenderung memiliki minat lebih besar untuk melakukan IVA dibandingkan kelompok berpendidikan rendah. Uji chi-square menunjukkan korelasi substansial (p < 0,05) antara minat IVA dan pencapaian pendidikan. Pendidikan merupakan determinan penting dalam peningkatan partisipasi skrining kanker serviks. Upaya edukasi, konseling, dan promosi kesehatan perlu diperkuat terutama pada kelompok WUS berpendidikan rendah.

Referensi

Cahyaningrum, D., & Sari, R. P. (2021). Faktor yang berhubungan dengan minat wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan IVA. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(2), 85–94.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Jember 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.

Fitriani, N., & Lestari, P. (2020). Hubungan tingkat pendidikan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur. Jurnal Kebidanan, 9(1), 47–55.

Hidayati, R. (2022). Cervical cancer prevention through IVA screening: Knowledge and behavior among reproductive-age women. Indonesian Journal of Public Health, 17(3), 201–210.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Nasional Skrining Kanker Serviks melalui Pemeriksaan IVA. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan RI.

Kristina, R., & Andayani, D. (2021). Faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan pemeriksaan IVA di puskesmas. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(1), 22–30.

Lestari, D. A., & Wulandari, M. (2020). Pengetahuan dan sikap wanita usia subur terhadap pemeriksaan IVA. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 11(2), 101–109.

Mardiyanti, E. (2021). Pengaruh tingkat pendidikan terhadap partisipasi pemeriksaan IVA test. Jurnal Riset Kesehatan, 10(3), 159–166.

Nisa, K., & Pratiwi, F. (2022). Determinan perilaku deteksi dini kanker serviks pada WUS. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 5(2), 56–63.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Nurhayati, S., & Suryanti, R. (2020). Analisis faktor yang mempengaruhi rendahnya minat pemeriksaan IVA. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 11(2), 75–83.

Puskesmas Silo 1. (2024). Laporan Capaian Program IVA Test Tahun 2024. Puskesmas Silo 1, Kabupaten Jember.

Sari, M. Y., & Dewi, T. K. (2021). Hubungan pendidikan dengan perilaku kesehatan reproduksi. Jurnal Humanitas, 19(1), 34–41.

World Health Organization. (2022). Cervical cancer screening and prevention: Global guidelines. WHO Press.

Unduhan

Dimensions

Diterbitkan

2025-12-25

Cara Mengutip

Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Minat WUS Melakukan IVA Test di Wilayah Kerja Puskesmas SILO 1. (2025). Jurnal Multidisiplin West Science, 4(12), 2442-2447. https://doi.org/10.58812/jmws.v4i12.2891