Efektivitas Minuman Kunyit Asam Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Putri di Klinik Pratama Puspa Medika
DOI:
https://doi.org/10.58812/jmws.v4i12.2872Kata Kunci:
Kunyit Asam, Nyeri Haid, Menstruasi, Remaja Putri, Klinik Pratama Puspa MedikaAbstrak
Pada wanita dewasa, menstruasi adalah keluarnya darah secara berkala dari rahim disertai dengan keluarnya serpihan lapisan rahim. Wanita sering mengalami nyeri perut bagian bawah sebelum dan selama menstruasi. Namun, kondisi ini dikenal sebagai nyeri haid (dismenore) jika nyerinya begitu parah sehingga seorang wanita perlu istirahat dari pekerjaan, bersantai, atau mencari pertolongan medis. Penelitian ini menyelidiki apakah meminum asam jawa dan kunyit dapat membantu remaja putri di Klinik Pratama Puspa Medika mengalami lebih sedikit nyeri saat menstruasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimental. Desain pretes-postes menggunakan kelompok kontrol. Sebanyak tiga puluh responden diambil sampelnya menggunakan metode ini. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji-t sederhana berpasangan digunakan dengan SPSS versi 26. Pada post-test, efek suplementasi asam jawa dan kunyit bervariasi antara kelompok eksperimen dan kontrol. Rasa tidak nyaman saat menstruasi berkurang ketika asam jawa dan kunyit dikonsumsi. Besarnya nyeri dismenore pada gadis remaja dapat dikurangi secara efektif dengan pemberian kunyit dan asam jawa, dan terapi tersebut menunjukkan efek yang bervariasi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Referensi
Aulia, N., & Sari, D. (2020). Efektivitas minuman kunyit asam terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(2), 85–92.
Dewi, R. K., & Lestari, A. T. (2019). Pengaruh konsumsi jamu tradisional terhadap intensitas dismenore pada remaja. Jurnal Kebidanan Indonesia, 10(1), 33–40.
Dinas Kesehatan RI. (2021). Pedoman penanggulangan nyeri haid dan kesehatan reproduksi remaja. Kemenkes RI.
Fitriani, S., & Handayani, R. (2021). Efek antiinflamasi kunyit (Curcuma longa) terhadap nyeri menstruasi. Jurnal Fitofarmaka, 7(3), 142–150.
Hassan, S. S., & Sultana, B. (2019). Anti-inflammatory and analgesic effects of Curcuma longa extract. Journal of Herbal Medicine, 8(2), 57–64.
Khairunnisa, A., & Utami, S. (2020). Pengaruh pemberian minuman herbal kunyit asam terhadap dismenore primer. Jurnal Ilmu Kesehatan, 14(1), 27–35.
Kumalasari, A., & Widiastuti, E. (2021). Hubungan gaya hidup dan dismenore pada remaja putri. Jurnal Keperawatan Maternitas, 5(2), 101–110.
Lestari, R., & Pujiastuti, S. (2018). Efektivitas terapi komplementer pada penanganan dismenore. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 9(2), 55–63.
Ningsih, Y. (2020). Pengaruh minuman kunyit asam terhadap penurunan nyeri menstruasi. MIDPRO: Jurnal Kebidanan, 12(1), 45–52.
Notoatmodjo, S. (2014). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Rineka Cipta.
Pratiwi, M., & Aini, S. (2022). Kandungan fitokimia kunyit dan manfaatnya untuk kesehatan reproduksi. Jurnal Farmasi Herbal Indonesia, 4(1), 13–22.
Rahmawati, F., & Zulaikha, R. (2019). Dismenore primer pada remaja dan penatalaksanaannya. Jurnal Kesehatan Remaja, 3(2), 67–75.
Riyadi, H., & Andayani, S. (2021). Efektivitas terapi herbal terhadap gejala dismenore: Systematic review. Jurnal Kesehatan Holistik, 5(1), 70–82.
Sari, N., & Amelia, R. (2020). Pengaruh tanaman herbal terhadap hormon prostaglandin penyebab dismenore. Jurnal Biomedik, 8(2), 90–98.
World Health Organization. (2020). Adolescent health: Menstrual disorders and management. WHO Press.
Yuliana, E., & Kurniati, W. (2021). Pengaruh pemberian minuman tradisional herbal terhadap intensitas nyeri haid pada remaja. Jurnal Reproduksi Sehat, 6(3), 112–120.
Unduhan
Dimensions
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Siti Maryam, Anik Sri Purwanti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









