Analisis Geomorfologi Daerah Tambakserang dan Sekitarnya, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah
DOI:
https://doi.org/10.58812/jgws.v4i03.3979Kata Kunci:
Geomorfologi, Morfografi, Morfometri, Satuan Geomorfologi, Pola Pengaliran SungaiAbstrak
Daerah Tambakserang dan sekitarnya, Kabupaten Brebes, termasuk dalam wilayah Pegunungan Serayu Utara dengan kondisi bentang alam yang dipengaruhi oleh variasi litologi, struktur geologi, dan proses geomorfologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan satuan geomorfologi berdasarkan karakteristik morfografi, morfometri, pola pengaliran, litologi, struktur geologi, dan kondisi lapangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan mengintegrasikan data primer berupa hasil observasi lapangan dan data sekunder berupa Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), citra satelit, peta geologi regional, dan peta topografi yang diolah menggunakan ArcGIS 10.8. Analisis geomorfologi meliputi interpretasi morfografi, analisis kemiringan lereng dan relative relief sebagai parameter morfometri, serta analisis pola pengaliran yang dikorelasikan dengan kondisi geologi dan hasil observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri atas tiga satuan geomorfologi, yaitu Satuan Perbukitan Lipatan (PL), Satuan Perbukitan Struktural (PS), dan Satuan Perbukitan Denudasional Tererosi Tinggi (PDTT). Satuan PL dicirikan oleh punggungan memanjang yang mengikuti orientasi lipatan dengan relief sedang hingga tinggi, Satuan PS memiliki relief sedang hingga tinggi dengan pengaruh struktur sesar dan litologi yang relatif resisten. Satuan PDTT dicirikan oleh relief kasar, lereng curam dan lembah. Pola pengaliran didominasi pola dendritik dengan beberapa perubahan orientasi akibat pengaruh struktur geologi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perkembangan geomorfologi Daerah Tambakserang dan sekitarnya dikontrol oleh interaksi antara kondisi litologi, struktur geologi, dan proses denudasi. Penelitian ini mengintegrasikan parameter geomorfologi dan kondisi geologi sebagai dasar penentuan satuan geomorfologi. Hasil penelitian menunjukkan keterkaitan antara kondisi geologi dan perkembangan bentang alam serta memberikan dasar bagi interpretasi dan pemetaan geologi di Pegunungan Serayu Utara.
Referensi
Badan Informasi Geospasial. (2018). Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS). https://tanahair.indonesia.go.id/demnas/
Brahmantyo, B., & Bandono. (2006). Klasifikasi bentuk muka bumi (landform) untuk pemetaan geomorfologi pada skala 1:25.000 dan aplikasinya untuk penataan ruang. Jurnal Geoaplika, 1(2), 71-78.
Gusti, U. K. (2026). Geomorphic units, hazards, and land-use planning in Muaro Kalaban, West Sumatra, Indonesia. Bulletin of Scientific Contribution: Geology, 24(1), 73-88. https://doi.org/10.24198/bsc.v24i1.69483
Hadley, R. F., & Schumm, S. A. (1961). Sediment sources and drainage-basin characteristics in upper Cheyenne River Basin. In R. C. Culler, R. F. Hadley, & S. A. Schumm, Hydrology of the upper Cheyenne River Basin (U.S. Geological Survey Water-Supply Paper 1531-B, pp. 137–198). U.S. Geological Survey. https://doi.org/10.3133/wsp1531
Howard, A. D. (1967). Drainage analysis in geologic interpretation: A summation. AAPG Bulletin, 51(11), 2246-2259. https://doi.org/10.1306/5D25C26D-16C1-11D7-8645000102C1865D
Huggett, R. J. (2017). Fundamentals of geomorphology (4th ed.). Routledge.
Kastowo, & Suwarna, N. (1996). Peta geologi lembar Majenang, Jawa, skala 1:100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.
Keller, E. A., & Pinter, N. (2002). Active tectonics: Earthquakes, uplift, and landscape (2nd ed.). Prentice Hall.
Migoń, P., Różycka, M., Jancewicz, K., & Duszyński, F. (2018). Evolution of sandstone mesas-Following landform decay until death. Progress in Physical Geography: Earth and Environment, 42(5), 588-606. https://doi.org/10.1177/0309133318795837
Nugraha, R. Y. S., Sutriyono, E., & Gusti, U. K. (2025). Kontrol struktur geologi terhadap distribusi manifestasi panas bumi di daerah Subang dan sekitarnya, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 6(4), 2021-2029. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1254
Putra, M. F. A., Sutriyono, E., & Gusti, U. K. (2026). Geomorphological characteristics of denudational landforms in Cibalong, Tasikmalaya Regency, West Java, Indonesia. Indonesian Journal of Earth Sciences, 6(1), Article A1957. https://doi.org/10.52562/injoes.2026.1957
Ramadhani, J. N., Sutriyono, E., & Gusti, U. K. (2025). Mekanisme pembentukan struktur geologi daerah Ciwaru dan sekitarnya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 6(4), 2114-2122. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1305
Summerfield, M. A. (1991). Global geomorphology. Longman Scientific & Technical.
Tarolli, P. (2014). High-resolution topography for understanding Earth surface processes: Opportunities and challenges. Geomorphology, 216, 295-312. https://doi.org/10.1016/j.geomorph.2014.03.008
Van Bemmelen, R. W. (1949). The geology of Indonesia (Vol. IA). Martinus Nijhoff.
Van Zuidam, R. A. (1985). Aerial photo-interpretation in terrain analysis and geomorphologic mapping. Smits Publishers.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dea Amelia, Edy Sutriyono, Ugi Kurnia Gusti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










