Analisis Spasial Perubahan Tutupan Lahan Akibat Deforestasi Terhadap Zona Bahaya Longsor di Kecamatan Malalak

Penulis

  • Ivan Maulana Agustin Universitas Negeri Padang
  • Febriandi Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.58812/jgws.v4i03.3898

Kata Kunci:

Deforestasi, Zona Bahaya Longsor, Analisis Spasial, Weighted Overlay

Abstrak

Perubahan tutupan lahan akibat deforestasi di wilayah hulu dan pegunungan merupakan parameter kritis yang memicu peningkatan bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis luas deforestasi di Kecamatan Malalak menggunakan data dari Global Forest Watch pada periode 2016, 2020, dan 2025; dan 2) menganalisis sebaran spasial deforestasi dan pengaruhnya terhadap kelas zona bahaya longsor melalui teknik overlay. Metode yang digunakan adalah penginderaan jauh melalui Google Earth Engine (GEE) untuk analisis deforestasi, serta Weighted Overlay pada Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemodelan bahaya longsor. Hasil penelitian menunjukkan luas deforestasi mengalami perubahan yang signifikan, yaitu 20,92 ha (2016), 29,95 ha (2020), dan 11,68 ha (2025). Hasil overlay menunjukkan deforestasi selalu terkonsentrasi pada zona bahaya sedang, tinggi, dan sangat tinggi, serta tidak ditemukan pada zona bahaya rendah. Lonjakan deforestasi pada zona sangat tinggi tahun 2020 (1,92 ha) sejalan dengan perluasan zona bahaya sangat tinggi (559,27 ha menjadi 1.382,97 ha). Meskipun luas deforestasi menurun pada 2025, proporsinya pada zona sangat tinggi justru meningkat tajam menjadi 2,20 ha. Berdasarkan temuan tersebut, pengendalian alih fungsi lahan pada zona bahaya tinggi dan sangat tinggi ditetapkan sebagai prioritas utama mitigasi. Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung kebijakan pengendalian alih fungsi lahan, perencanaan tata ruang berbasis mitigasi bencana, serta menjaga kelestarian ekosistem di kawasan hulu.

Referensi

Al Kahfi, M. (2021). Analisis Tingkat Bahaya Longsor pada Jalan Nasional untuk Prioritas Penanganan dengan Metode AHP: Studi Kasus Jalan pada Satker PJN III dan PJN IV. Syntax Idea, 3(12).

Bastian, G. Dela, & Artika, S. R. (2025). Pembuatan Peta Potensi Bahaya Tanah Longsor Sebagai Upaya Mitigasi Bencana di Desa Malimbu, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(7), 3701–3706. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i7.3106

Delia Hazna Faradila, Moch. Sholichin, & Tri Budi Prayogo. (2024). Analisis Pemetaan Daerah Rawan Banjir DAS Gembong Menggunakan Metode Weighted Overlay. Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, 4(02), 1461–1471. https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.146 6

Hanifudin, F., Nugraha, A. L., & Firdaus, H. S. (2024). Analisis Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Ancaman Bencana Longsor Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Kebumen). Jurnal Geosains Dan Teknologi, 7(1), 36–46. https://doi.org/10.14710/jgt.7.1.2024.36-46

Hastuty, I. P., Ahmad, F., Perwira, A., Tarigan, M., & Fauziah, C. S. (2025). Integrating GIS within the regulatory framework for mapping human ‑ induced landslide hazards in Central Aceh , Indonesia.

Latue, P. C., & Rakuasa, H. (2023). Analisis Spasial Perubahan Tutupan Lahan Di Das Wae Batugantong, Kota Ambon. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 10(1), 149–155. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2023.010.1.17

Mahmud, F. A., & Kurniawan, A. (2025). Analisis Banjir Dan Tanah Longsor Terkait Perubahan Tutupan Lahan Dan Indeks Vegetasi Di Kota Batu Menggunakan Citra Satelit Multi-Temporal. Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.12962/jpji.v4i1.3209

Mukti, A. (2024). Analisis deforestasi dan perubahan tutupan lahan di Kabupaten Bogor: implikasi bagi konservasi hutan dan pengelolaan sumber daya alam. Peatland Agriculture and Climate Change Journal, 1(1), 24–34. https://doi.org/10.61511/pacc.v1i1.2024.619

Pratiwi, A. S., Syartinilia, & Pravitasari, A. E. (2024). Perubahan Tutupan Lahan, Degradasi, dan Deforestasi Hutan di Kabupaten Nabire Periode 2000-2019. Jurnal Lanskap Indonesia, 16(2), 199–207. https://doi.org/10.29244/jli.v16i2.54249

Putra, A. N., Prasetya, N. R., Sugiarto, M. T., Prayogo, C., Maritimo, F., & Admajaya, F. T. (2025). Utilizing Remote Sensing and Random Forests to Identify Optimal Land Use Scenarios and Address the Increase in Landslide Susceptibility.

Sofyan, A. B., Fadlin, F., Arifin, D., Insanu, R. K., & Sutaji, A. A. M. (2024). Deforestasi merupakan kondisi penurunan kawasan hutan yang disebabkan oleh kegiatan konversi lahan untuk pembangunan infrastruktur , permukiman , pertambangan ( Wahyuni & Suranto , 2021 ). Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan RI No . 30 Tahun 2009 , de. 2(2), 50–55.

Yoshe, A. K. (2025). Land use land cover detections using MODIS MCD12Q1 V6.1 and ESRI Sentinel-2 datasets in the Lake Chamo catchment. H2Open Journal, 8(1), 20–41. https://doi.org/10.2166/h2oj.2024.038

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-26

Cara Mengutip

Analisis Spasial Perubahan Tutupan Lahan Akibat Deforestasi Terhadap Zona Bahaya Longsor di Kecamatan Malalak. (2026). Jurnal Geosains West Science, 4(03), 627-642. https://doi.org/10.58812/jgws.v4i03.3898