Identifikasi Potensi Airtanah Berdasarkan Kondisi Geologi dan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Balai Batu Sandaran, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.58812/jgws.v4i03.3848Kata Kunci:
Airtanah, Geolistrik Resistivitas, Petrografi, Hidrogeologi, Sumatera BaratAbstrak
Air tanah merupakan air yang mengisi ruang pori dan rekahan batuan di bawah permukaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air dan digunakan oleh masyarakat sekitar. Penelitian ini memiliki tujuan mengidentifikasi potensi airtanah di Desa Balai Batu Sandaran, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, melalui pemetaan geologi, analisis petrografi, pengukuran pH dan TDS, serta geolistrik resistivitas. Hasil menunjukkan potensi airtanah pada batupasir jenuh air dengan resistivitas 2,81–9,29 Ωm pada Lintasan Wenner-Schlumberger dan lempung pasiran jenuh air pada kedalaman 3,05–6,80 m pada Lintasan Schlumberger. Nilai pH mata air sebesar 6,64 dan 5,87 dengan kondisi air jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Integrasi data menunjukkan adanya zona yang berpotensi bisa sebagai akuifer.
Referensi
Barber, A. J., & Crow, M. J. (2003). An evaluation of plate tectonic models for the development of Sumatera. Gondwana Research, 6(1), 1–28.
Barber, A. J., Crow, M. J., & Wilson, J. S. (2005). Sumatra: Geology, resources and tectonic evolution. The Geological Society.
Bisri, M. (2012). Airtanah. UB Press.
Fletcher, G., & Yarmanto. (1993). Ombilin Basin field guide book. Indonesian Petroleum Association, Post Convention Field Trip.
Hall, R. (2012). Late Jurassic–Cenozoic reconstructions of the Indonesian region and the Indian Ocean. Tectonophysics, 570–571, 1–41.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri.
Koesoemadinata, R. P., & Matasak, T. (1981). Stratigraphy and sedimentation: Ombilin Basin, Central Sumatra (West Sumatra Province). Proceedings of the Indonesian Petroleum Association, 10th Annual Convention, 217–249.
Koning, T. (1985). Petroleum geology of the Ombilin Intermontane Basin, West Sumatra. Proceedings of the Indonesian Petroleum Association, 14th Annual Convention, 117–133.
Krisnasiwi, I., & Sundari, W. (2021). Pendugaan potensi air tanah menggunakan metode geolistrik di Desa Oeseli dan Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmiah Teknologi FST Undana, 15(2).
Kristantyo, Y., Arif, S., & Nurul, D. (2024). Analisis keterdapatan air tanah dengan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger di daerah Bendowo dan sekitarnya, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) 2024.
Loke, M. H. (2000). Electrical imaging surveys for environmental and engineering studies. McGraw-Hill Book Co.
Noeradi, D., & Simanjuntak, B. (2005). Rift play in Ombilin Basin outcrop, West Sumatra. Proceedings of the Thirtieth Annual Convention of the Indonesian Petroleum Association, 107–120.
Okviyani, N., Sebrahim, A., & Mahyuni, E. (2020). Identifikasi air tanah kawasan cagar purbakala Leang-Leang, Kabupaten Maros dengan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger. Jurnal Geocelebes, 4(2).
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air.
Sedana, D., As’ari, A., & Adey, T. (2012). Pemetaan akuifer air tanah di Jalan Ringroad Kelurahan Malendeng dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis. Jurnal Ilmiah Sains, 15(2), 1–5.
Syukri. (2020). Dasar-dasar metode geolistrik. Syiah Kuala University Press.
Syukri. (2025). Pengantar teknik geofisika. Syiah Kuala University Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fadilla Syalwa Andriani, Arcy Mulan Mofidi, Anggi Deliana Siregar, Risnaliyah Nuriil Tadersi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










