Penentuan Lingkungan Pengendapan Batubara Berdasarkan Karakteristik Dan Maseral Batubara di Daerah Rantih, Kecamatan Talawi, Kota Sawah Lunto, Sumatera Barat

Penulis

  • Citra Yulia Puspa Universitas Jambi
  • Nola Syahrani Universitas Jambi
  • Neha Arimbi Putri Universitas Jambi
  • Muhammad Farhan Universitas Jambi
  • D.M Magdalena Ritonga Universitas Jambi
  • Muhammad Zelandi Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.58812/jgws.v4i03.3835

Kata Kunci:

Batubara, Maseral, Lingkungan Pengendapan, TPI–GI, GWI–VI, Lower Delta Plain

Abstrak

Batubara terbentuk dari akumulasi material organik pada lingkungan pengendapan tertentu, sehingga karakteristik maseral dan kondisi geologi dapat digunakan untuk mengidentifikasi lingkungan pembentukannya. Penelitian ini bertujuan menentukan lingkungan pengendapan batubara di Desa Rantih, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat berdasarkan karakteristik maseral dan kondisi geologi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pemetaan geologi lapangan dan analisis petrografi batubara. Populasi penelitian berupa lapisan batubara pada daerah penelitian, sedangkan sampel berupa batubara yang diperoleh melalui pengambilan sampel pada singkapan batubara yang diamati di lapangan. Analisis dilakukan menggunakan mikroskop sinar pantul berdasarkan klasifikasi ICCP untuk menentukan komposisi maseral, kemudian dihitung nilai Tissue Preservation Index (TPI), Gelification Index (GI), Groundwater Index (GWI), dan Vegetation Index (VI). Hasil penelitian menunjukkan dominasi vitrinit sebesar 62,7%, dengan nilai TPI 0,65, GI 3,61, GWI 0,07, dan VI 0,46. Plot TPI–GI menunjukkan lingkungan limnic, sedangkan GWI–VI menunjukkan lingkungan bog. Integrasi karakteristik maseral, struktur sedimen, dan litofasies menginterpretasikan lingkungan pengendapan sebagai Lower Delta Plain. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis petrografi maseral dengan parameter fasies batubara dan data geologi untuk menghasilkan interpretasi lingkungan pengendapan yang lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batubara terbentuk pada rawa tergenang berkarakter limnic–bog dalam sistem Lower Delta Plain dengan kondisi reduksi yang mendukung proses gelifikasi dan pengawetan material organik.

Referensi

Arinaldo, D., Citraningrum, M., Tumiwa, F., & Mursanti, E. (2019). Dinamika batu bara Indonesia: Menuju transisi energi yang adil. Institute for Essential Services Reform.

Badan Geologi. (2025). Neraca sumber daya dan cadangan mineral dan batubara Indonesia tahun 2025. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. https://geologi.esdm.go.id/publikasi/laporan-dan-buku/neraca-sumber-daya-dan-cadangan-mineral-dan-batubara-indonesia-tahun-2025

British Petroleum. (2018). BP statistical review of world energy 2018 (67th ed.).

Calder, J. H., Gibling, M. R., & Mukhopadhyay, P. K. (1991). Peat formation in a Westphalian B piedmont setting, Cumberland Basin, Nova Scotia: Implications for the maceral-based interpretation of rheotrophic and raised paleomires. Bulletin de la Société Géologique de France, 162(2), 283–298.

Daulay, B., & Santoso, B. (2008). Characteristics of selected Sumatran Tertiary coals regarding their petrographic analyses. Indonesian Mining Journal, 11(1), 1–18. https://doi.org/10.30556/imj.Vol11.No1.2008.599

Diessel, C. F. K. (1986). The correlation between coal facies and depositional environments. In Advances in the study of the Sydney Basin: Proceedings of the 20th Symposium (pp. 19–22).

Diessel, C. F. K. (1992). Coal-bearing depositional systems. Springer-Verlag.

Horne, J. C., Ferm, J. C., Caruccio, F. T., & Baganz, B. P. (1978). Depositional models in coal exploration and mine planning in the Appalachian region. AAPG Bulletin, 62(12), 2379–2411.

International Organization for Standardization. (1994). ISO 7404-1:1994: Methods for the petrographic analysis of bituminous coal and anthracite—Part 1: Vocabulary.

Koning, T. (1985). Petroleum geology of the Ombilin intermontane basin, West Sumatra. In Proceedings of the 14th Annual Convention of the Indonesian Petroleum Association (pp. 117–136). Indonesian Petroleum Association.

Lamberson, M. N., Bustin, R. M., & Kalkreuth, W. (1991). Lithotype (maceral) composition and variation as correlated with paleo-wetland environments, Gates Formation, northeastern British Columbia, Canada. International Journal of Coal Geology, 18(1–2), 87–124. https://doi.org/10.1016/0166-5162(91)90045-K

Mulyana, B. (2005). Tektonostratigrafi Cekungan Ombilin Sumatera Barat. Bulletin of Scientific Contribution, 3(2), 92–102.

Stach, E., Murchison, D. G., Taylor, G. H., & Zierke, F. (1982). Stach's textbook of coal petrology (3rd rev. and enl. ed.). Gebrüder Borntraeger.

Sukandarrumidi. (1995). Batubara dan gambut. Gadjah Mada University Press.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-26

Cara Mengutip

Penentuan Lingkungan Pengendapan Batubara Berdasarkan Karakteristik Dan Maseral Batubara di Daerah Rantih, Kecamatan Talawi, Kota Sawah Lunto, Sumatera Barat. (2026). Jurnal Geosains West Science, 4(03), 511-526. https://doi.org/10.58812/jgws.v4i03.3835