Identifikasi Zona Potensi Likuifaksi Menggunakan Pendekatan Geologi dan Geoteknik di Daerah Sitinjau Laut dan Sekitarnya Kabupaten Kerinci

Penulis

  • Anggi Deliana Siregar Universitas Jambi
  • Candra Andika Wibiyantoi Universitas Jambi
  • Muhammad Rus Dody Alfayed Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.58812/jgws.v4i03.3827

Kata Kunci:

Likuefaksi, Geoteknik, Kerinci, Geologi, Daerah Sitinjau Laut

Abstrak

Daerah Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, merupakan wilayah yang berada di sekitar Segmen Sesar Siulak dan tersusun oleh endapan Kuarter serta sedimen Neogen yang berpotensi mengalami likuefaksi akibat aktivitas seismik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi zona potensi likuefaksi melalui integrasi parameter geologi dan geoteknik sebagai dasar penyusunan peta kerentanan dan mitigasi bencana geologi. Penelitian dilakukan menggunakan metode pemetaan geologi permukaan, analisis geomorfologi, pengukuran kedalaman muka air tanah, analisis kelas situs tanah berdasarkan nilai Vs30, pengujian sifat fisik dan mekanika tanah, serta analisis spasial menggunakan metode weighted overlay pada perangkat lunak ArcGIS. Parameter yang dianalisis meliputi litologi, geomorfologi, kemiringan lereng, kedalaman muka air tanah, jarak terhadap sungai, jarak terhadap struktur geologi, kelas situs tanah, dan nilai Peak Ground Acceleration (PGA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas tiga satuan morfologi, yaitu perbukitan, lembah, dan dataran aluvial. Analisis laboratorium menghasilkan kadar air sebesar 28,19–98,00%, indeks plastisitas 7,02–44,90%, dan kuat geser tanah 11,95 kPa, sedangkan nilai PGA berkisar antara 0,3–0,6 g dengan dominasi kelas situs tanah SD pada dataran aluvial. Hasil analisis spasial mengidentifikasi tiga zona potensi likuefaksi, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Zona berpotensi tinggi berkembang pada dataran aluvial Kuarter yang dicirikan oleh kemiringan lereng 0–15%, muka air tanah kurang dari 3 m, tanah kelas situs SD, serta sedimen yang belum terkonsolidasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan peta kerentanan likuefaksi serta mendukung perencanaan tata ruang dan upaya mitigasi bencana di Kabupaten Kerinci.

Referensi

Boulanger, R. W., & Idriss, I. M. (2014). CPT and SPT Based Liquefaction Triggering Procedures. Center for Geotechnical Modeling, Department of Civil and Environmental Engineering, University of California, Davis.

Hall, R., 2013. The palaeogeography of Sun daland and Wallacea since the Late Juras sic. Journal of Limnology, 72, p.1-17. DOI: 10.4081/jlimnol.2013.s2.e1

Huggett, R. J. (2017). Fundamentals of Geomorphology (4th ed.). Routledge.

Hutchison, C.S., 2014. Tectonic evolution of Southeast Asia. Bulletin of the Geological Society of Malaysia, 60, p. 1-18

Karpouza, M., et al. (2021). Site classification based on Vs30 and its implication for liquefaction susceptibility assessment. Engineering Geology, 287, 106101.

Kramer, S. L. (1996). Geotechnical Earthquake Engineering. Prentice Hall.

Kusnama, Suwarna, N., & Amin, T. C. (2010). Peta Geologi Lembar Sungai Penuh dan Ketaun, Sumatera Skala 1:250.000. Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Bandung.

Pawirodikromo, W. (2012). Seismologi Teknik dan Rekayasa Kegempaan. Pustaka Pelajar

Poedjoprajitno, S. (2012). Geologi dan evolusi Cekungan Kerinci, Sumatra. Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN). (2017). Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman, Kementerian PUPR, Bandung.

Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN). (2018). Kajian Gempa Palu Provinsi Sulawesi Tengah 28 September 2018 (Mw 7.5). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Ramesh, P., et al. (2019). GIS-based liquefaction susceptibility mapping using weighted overlay analysis in earthquake-prone regions. Journal of Applied Geophysics.

Seed, H. B., & Idriss, I. M. (1971). Simplified procedure for evaluating soil liquefaction potential. Journal of the Soil Mechanics and Foundations Division, ASCE, 97(SM9), 1249–1273.

SNI 1726:2012. (2012). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. Badan Standardisasi Nasional.

United States Geological Survey (USGS). (2024). Global Vs30 Model. U.S. Geological Survey.

Utama, H. W., & Mulyasari, R. (2024). Geomorphological structure of landform characteristics as a reference for development recommendations in active volcanic and faulting areas, a case study in Kerinci Region, Jambi Province, Indonesia. Indonesian Journal on Geoscience, 11(1), 123-139

Verstappen, H. T. (1983). Applied Geomorphology: Geomorphological Surveys for Environmental Development. Elsevier.

Youd, T. L., & Idriss, I. M. (Eds.). (2001). Liquefaction Resistance of Soils: Summary Report from the 1996 NCEER and 1998 NCEER/NSF Workshops on Evaluation of Liquefaction Resistance of Soils. Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering, 127(10), 817–833.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-26

Cara Mengutip

Identifikasi Zona Potensi Likuifaksi Menggunakan Pendekatan Geologi dan Geoteknik di Daerah Sitinjau Laut dan Sekitarnya Kabupaten Kerinci. (2026). Jurnal Geosains West Science, 4(03), 495-510. https://doi.org/10.58812/jgws.v4i03.3827