Kontrol Kuantitatif Kemiringan Lereng Terhadap Ketebalan dan Pengkayaan Supergen Nikel Laterit: Studi Endapan Nikel Laterit di Halmahera Timur
DOI:
https://doi.org/10.58812/jgws.v4i02.3559Kata Kunci:
Nikel Laterit, Kemiringan Lereng, Ketebalan Laterit, Pengkayaan Supergen, Analisis RegresiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi geologi detail, sebaran spasial endapan laterit, serta korelasi kuantitatif kemiringan lereng terhadap profil nikel laterit di Site Wagemna, Kabupaten Halmahera Timur. Metode penelitian yang digunakan meliputi pemetaan geologi lapangan, analisis laboratorium, dan analisis statistik regresi linear memanfaatkan data pemboran serta pemodelan elevasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tatanan geologi daerah penelitian didominasi oleh batuan dasar ultramafik Kompleks Ofiolit yang dikontrol oleh struktur sesar naik (right thrust slip fault) dan kekar gerus berorientasi utara–selatan. Secara lateral, endapan nikel laterit mencakup 34% area dan terkonsentrasi pada punggungan berlereng landai yang mendukung retensi material, sedangkan singkapan batuan dasar mendominasi lereng terjal akibat laju erosi mekanis yang tinggi. Analisis kuantitatif membuktikan kemiringan lereng memiliki korelasi linear negatif yang kuat terhadap kedalaman zona pengkayaan Ni (R2 = 0,8335) dan total ketebalan profil (R2 = 0,8052), di mana topografi datar-landai (0°–8°) mengoptimalkan infiltrasi untuk membentuk zona saprolit tebal (17–18,5 m). Selain itu, ditemukan dikotomi kontrol fisik yang unik dimana ketebalan zona limonit sangat dipengaruhi oleh kelerengan permukaan (R2 = 0,7981), sementara ketebalan zona saprolit tidak berkorelasi linear dengan kelerengan (R2 = 0,0027) melainkan dikontrol oleh karakteristik internal bawah permukaan seperti kerapatan kekar batuan dasar. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai panduan strategis dalam efisiensi eksplorasi nikel laterit berbasis pemodelan kelerengan di Pulau Halmahera.
Referensi
Apandi, T., & Sudana, D. (1980). Geological map of the Ternate sheet area, North Maluku. Geological Research and Development Centre.
Aquino, K. A., Arcilla, C. A., Schardt, C., & Tupaz, C. A. J. (2022). Mineralogical and Geochemical Characterization of the Sta. Cruz Nickel Laterite Deposit, Zambales, Philippines. Minerals, 12(3), 305. https://doi.org/10.3390/min12030305
Arsat, & Munthe, A. L. (2024, Oktober 7). Geochemical analysis of block X nickel laterite: Implication for optimal ore upgrading. PIT IAGI BALIKPAPAN 2024.
Butt, C. R. M., & Cluzel, D. (2013). Nickel Laterite Ore Deposits: Weathered Serpentinites. Elements, 9(2), 123–128. https://doi.org/10.2113/gselements.9.2.123
Gleeson, S. A., Butt, C. R. M., & Elias, M. (2003). Nickel Laterites: A Review. SEG Discovery, (54), 1–18. https://doi.org/10.5382/SEGnews.2003-54.fea
Golightly, J. P. (1981). Nickeliferous Laterite Deposits. Dalam B. J. Skinner (Ed.), Seventy-Fifth Anniversary Volume (hlm. 710–735). Economic Geology Publishing Company. https://doi.org/10.5382/AV75.18
Hasria, H., Resmin, M., Okto, A., Masri, M., Arisona, A., Al Firman, A. F., Harisma, H., Jaya, R. I. M. C., Septiana, S., Sawaludin, S., & Salihin, L. O. M. I. (2024). Pengaruh Kemiringan Lereng Terhadap Ketebalan Endapan Nikel Laterit Daerah Tobimeita, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Geosains dan Teknologi, 6(3), 174–185. https://doi.org/10.14710/jgt.6.3.2023.174-185
IAGI. (2023). Sandi Stratigrafi Indonesia Edisi 2023. Ikatan Ahli Geologi Indonesia.
Ilham, M., Sampe, H., Patanduk, A., Al Mubarok, M. H., & S., N. R. (2021). PENGARUH BATUAN DASAR DAN KELERENGAN TERHADAP KADAR DAN KETEBALAN NIKEL LATERIT STUDI KASUS DAERAH PETASIA, MOROWALI UTARA. JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 4(2), 23. https://doi.org/10.30872/jtgeo.v4i2.5452
Kenedy, L. V. F., & Pambudi, S. (2026). Pengaruh Kemiringan Lereng dan Litologi Batuan Dasar terhadap Kadar Nikel pada Endapan Nikel Laterit di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 7(2), 1159–1168. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i2.1751
Konopka, G., Szamałek, K., & Zglinicki, K. (2022). Ni-Co Bearing Laterites from Halmahera Island (Indonesia). Applied Sciences, 12(15), 7586. https://doi.org/10.3390/app12157586
Rickard, M. J. (1972). Fault Classification: Discussion. GSA Bulletin, 83(8), 2545–2546. https://doi.org/10.1130/0016-7606(1972)83%5B2545:FCD%5D2.0.CO;2
Supriatna, S. (1980). Geological map of the Morotai sheet area, North Maluku. Geological Research and Development Centre.
Syafrizal, Heriawan, M. N., Anggayana, K., Indriati, T., & Andriansyah, R. (2009). STUDI GENESA DAN KARAKTERISASI HORIZON LATERIT PADA ENDAPAN NIKEL LATERIT : STUDI KASUS ENDAPAN LATERIT DI HALMAHERA TIMUR, MALUKU UTARA. PROSIDING TPT XVIII PERHAPI 2009. TPT XVIII PERHAPI 2009.
van Zuidam, R. (1985). Aerial photo-interpretation in terrain analysis and geomorphologic mapping. ITC, Smits Publ., Enschede, The Hague.
Yasin, A. (1980). Geological map of the Bacan sheet area, North Maluku. Geological Research and Development Centre.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ricki Aldi Duri Saputro, Setia Pambudi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









