Pemetaan Kawasan Kebakaran Hutan di Kabupaten Muaro Jambi Menggunakan Metode Differenced Normalized Burn Ratio Berbasis Google Earth Engine
DOI:
https://doi.org/10.58812/jgws.v4i02.3512Kata Kunci:
Kebakaran Hutan, dNBR, Sentinel-2, Google Earth Engine, Penginderaan JauhAbstrak
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muaro Jambi memicu kerusakan lingkungan yang sangat besar, terkhusus pada jenis lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas area terdampak dan tingkat keparahan kebakaran dari tahun 2015 sampai 2025 dan mengevaluasi batasan teknis akurasi skala pada citra sentinel 2 di Google Earth Engine. Penelitian menggunakan metode analisis penginderaan jauh melalui indeks selisih ratio pembakaran ternormalisasi dari citra sentinel 2 pada Google Earth Engine. Pengujian akurasi menggunakan confusion matrix dengan perhitungan overall accuracy dan koefisien kappa. Hasil luasan menunjukan bahwa kebakaran tinggi terjadi di tahun 2015 sebesar 3.100 Ha dan Kembali tinggi pada tahun 2024, 2025 sebesar 1.500 Ha. Kelas yang mendominasi kebakaran berada di kategori rendah hingga sedang. Hasil akurasi memperoleh 87,2% pada 2015 dan 92,8% pada tahun 2025. Pembaruan pada penelitian ini terletak pada pemanfaatan Google Earth Engine untuk analisis berbasis dNBR di Kabupaten Muaro Jambi. Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung pemantauan kebakaran hutan secara efektif.
Referensi
Aponte, C., Tolhurst, K. G., & Bennett, L. T. (2014). Repeated prescribed fires decrease stocks and change attributes of coarse woody debris in a temperate eucalypt forest. Ecological Applications, 24(5), 976–989.
Basuki, Y. R. (2020). DASAR SURVEI DAN PEMETAAN. Azhar Publisher. https://books.google.co.id/books?id=JTYGEAAAQBAJ
Bowman, D. M. J. S., Balch, J. K., Artaxo, P., Bond, W. J., Carlson, J. M., Cochrane, M. A., d’Antonio, C. M., DeFries, R. S., Doyle, J. C., & Harrison, S. P. (2009). Fire in the Earth system. Science, 324(5926), 481–484.
Chuvieco, E. (2009). Earth observation of wildland fires in Mediterranean ecosystems. Springer.
Dawson, T., Sandoval, J. S., Sagan, V., Crawford, T., De La Barrera, F., Rubio, P., Banzhaf, E., Greening, U., & KPHP, P. H. P. (n.d.). Campbell, JB, & Wynne, RH (2011). Introduction To Remote Sensing (Ed.). Guilford Press. London:.
Danoedoro, Projo, 1996, Pengolahan Citra Digital Teori Dan Aplikasinya Dalam Bidang Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Change, 26, 579–602.
Gorelick, N., Hancher, M., Dixon, M., Ilyushchenko, S., Thau, D., & Moore, R. (2017). Google Earth Engine: Planetary-scale geospatial analysis for everyone. Remote Sensing of Environment, 202, 18–27.
Haryani, H., Agustyaningrum, C. I., Surniandari, A., Sahara, S., & Sari, R. K. (2023). Algoritma Klasifikasi Multilayer Perceptron Dalam Analisa Data Kebakaran Hutan. Jurnal Infortech, 5(1), 64–70.
Lang, S. (2008). Object-based image analysis for remote sensing applications: modeling reality–dealing with complexity. In Object-based image analysis: Spatial concepts for knowledge-driven remote sensing applications (pp. 3– 27). Springer.
Longley, P. (2005). Geographical Information Systems and Science. Wiley. https://books.google.co.id/books?id=toobg6OwFPEC
Miller, J. D., & Thode, A. E. (2007). Quantifying burn severity in a heterogeneous landscape with a relative version of the delta Normalized Burn Ratio (dNBR). Remote Sensing of Environment, 109(1), 66–80.
Setiani, P., Devianto, L. A., & Ramdani, F. (2021). Rapid estimation of CO2 emissions from forest fire events using cloud-based computation of google earth engine. Environmental Monitoring and Assessment, 193(10), 1–13. https://doi.org/10.1007/s10661-021-09460-w
Siregar, I. J. (2010). Dampak Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kalimantan Barat Terhadap Kualitas Udara Di Kota Pontianak. Universitas Indonesia: Depok.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Salwa Azzahra, Arie Yulfa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









