Analisis Geomorfologi Daerah Cikatomas dan Sekitarnya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat

Penulis

  • Audia Paradise Universitas Sriwijaya
  • Harnani Harnani Universitas Sriwijaya
  • Dwi Vina Febrim Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.58812/jgws.v4i03.3467

Kata Kunci:

Geomorfologi, Digital Elevation Model (DEM), Cikatomas, Pola Aliran Sungai, Perbukitan

Abstrak

Penelitian ini membahas geomorfologi daerah Cikatomas dan sekitarnya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, dengan tujuan untuk mengidentifikasi satuan geomorfik berdasarkan aspek morfografi, morfometri, dan morfogenesa melalui observasi lapangan dan analisis berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan data Digital Elevation Model (DEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian didominasi oleh morfologi perbukitan dengan elevasi berkisar 50-500 meter di atas permukaan laut. Analisis morfometri menunjukkan dominasi lereng curam hingga sangat curam yang mencerminkan relief tinggi dan proses geomorfik aktif. Pola aliran pada daerah penelitian terbagi menjadi dendritik dan sub-dendritik yang menunjukkan litologi relatif homogen dan sedikit kontrol struktur. Sungai Ciwulan pada daerah penelitian menunjukkan pola meander dengan nilai indeks sinuosity sebesar 1,7175. Berdasarkan analisis geomorfologi, daerah penelitian terbagi menjadi satuan Perbukitan Karst (PK), Perbukitan Denudasional Tererosi Tinggi (PDTT), Perbukitan Denudasional Tererosi Sedang (PDTS), serta bentuk lahan fluvial berupa Channel Irregular Meander (CIM), dan dataran banjir.

Referensi

Barber, A. J., Crow, M. J., & Milsom, J. S. (2005). Sumatra: Geology, Resources and Tectonic Evolution. Geological Society Memoir.

Brahmantyo, B. (2006). Geomorfologi Karst. Kelompok Keahlian Geologi Terapan Institut Teknologi Bandung.

Buffington, J. M. (2008). Changes in channel morphology over human time scales. In H. Gupta (Ed.), Encyclopedia of Surface and Ground Water Sciences (pp. 121–127). Taylor & Francis.

Charlton, R. (2008). Fundamentals of Fluvial Geomorphology. Routledge.

Hall, R. (2014). The palaeogeography of Sundaland and Wallacea since the Late Jurassic. Journal of Limnology, 72(2), 1–17. https://doi.org/10.4081/jlimnol.2013.s2.e1

Howard, A. D. (1967). Drainage analysis in geologic interpretation: A summation. AAPG Bulletin, 51(11), 2246–2259. https://doi.org/10.1306/5D25C26D-16C1-11D7-8645000102C1865D

Huggett, R. J. (2017). Fundamentals of Geomorphology (4th ed.). Routledge.

Liu, Y., Hu, Z., & Zhang, Q. (2021). DEM-based geomorphological analysis for terrain characterization and landform interpretation. Geomorphology, 388, 107799. https://doi.org/10.1016/j.geomorph.2021.107799

Tarolli, P. (2020). High-resolution topography for understanding Earth surface processes: Opportunities and challenges. Geomorphology, 355, 107069. https://doi.org/10.1016/j.geomorph.2020.107069

Twidale, C. R. (2004). River Patterns and Their Meaning. A.A. Balkema Publishers.

Wang, S., Li, R., & Chen, X. (2023). Relationship between slope stability and lithological characteristics in denudational landscapes. Geomorphology, 430, 108700. https://doi.org/10.1016/j.geomorph.2023.108700

Widyatmanti, W., Wicaksono, I., & Syam, P. D. (2016). Identification of topographic elements composition based on landform boundaries from radar interferometry segmentation (preliminary study on digital landform mapping). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 37(1), 012008. https://doi.org/10.1088/1755-1315/37/1/012008

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-26

Cara Mengutip

Analisis Geomorfologi Daerah Cikatomas dan Sekitarnya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. (2026). Jurnal Geosains West Science, 4(03), 616-626. https://doi.org/10.58812/jgws.v4i03.3467