Interpretasi Lingkungan Pengendapan Menggunakan  Analisis Paleontologi dan Petrografi di Daerah Kedungjati dan Sekitarnya, Grobogan, Jawa Tengah

Penulis

  • Rizky Rachmadi Pratomo Universitas Sriwijaya
  • Edy Sutriyono Universitas Sriwijaya
  • Ugi Kurnia Gusti Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.58812/jgws.v4i02.3419

Kata Kunci:

Lingkungan Pengendapan, Mikropaleontologi, Petrografi, Zona Kendeng, Jawa Tengah

Abstrak

Daerah Kedungjati di Zona Kendeng memiliki sejarah geologi kompleks yang dikontrol oleh tektonik kompresional, sedimentasi laut dalam, dan pengaruh vulkanisme. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik litostratigrafi, menentukan umur dan lingkungan pengendapan, serta merekonstruksi sejarah geologi daerah penelitian dari Miosen Tengah hingga Pliosen Akhir. Metode penelitian meliputi observasi lapangan pada 101 titik pengamatan, analisis geomorfologi, pengukuran struktur geologi, penampang stratigrafi terukur, analisis petrografi sayatan tipis, dan analisis mikropaleontologi foraminifera. Hasil penelitian menunjukkan tiga satuan stratigrafi yaitu Formasi Kerek, Anggota Banyak Formasi Kalibeng, dan Formasi Kalibeng, serta struktur geologi berupa lipatan dan sesar berarah baratlaut–tenggara. Analisis petrografi mengidentifikasi calcareous subarkose, calcareous mudrock, calcareous lithic wacke, dan tuffaceous litharenite, yang mencerminkan perubahan sumber sedimen dan pengaruh vulkanisme. Analisis mikropaleontologi menunjukkan umur Miosen Tengah hingga Pliosen Akhir (N14–N20) dengan lingkungan pengendapan Batial Atas–Batial Bawah. Kehadiran sekuen Bouma dan asosiasi foraminifera mengindikasikan sistem turbidit dan submarine fan. Evolusi geologi daerah penelitian berlangsung dalam dua fase utama, yaitu pengendapan Formasi Kerek pada Miosen Tengah–Miosen Akhir, diikuti pengendapan Anggota Banyak Formasi Kalibeng dan Formasi Kalibeng pada Miosen Akhir–Pliosen Akhir.

Biografi Penulis

  • Rizky Rachmadi Pratomo, Universitas Sriwijaya

    Rizky Rachmadi Pratomo is a Geological Engineering Student of Sriwijaya University, Palembang, South Sumatera, Indonesia.

Referensi

Allen, P. A., & Allen, J. R. (2013). Analisis cekungan: Prinsip dan aplikasi untuk penilaian prospek minyak bumi (edisi ke-3). Dalam U. 9600 Garsington Road, Oxford, OX4 2DQ (Ed.), John Wiley & Sons, Ltd. (Edisi ke-3, Jilid 3). Wiley-Blackwell.

Barker, R. W. (Reginald W. (1960). Catatan taksonomi tentang spesies tersebut. Perhimpunan Paleontolog dan Mineralogis Ekonomi. https://www.biodiversitylibrary.org/item/126114

Boggs, S. J. (2012). Prinsip-prinsip sedimentologi dan stratigrafi edisi ke-4. (Kevin Bradley/GGS Book Services (ed.); edisi ke-4). Universitas Oregon.

Bouma, A. H., Kuenen, P. H., & Shepard, F. P. (1962). Sedimentologi beberapa endapan Flysch: pendekatan grafis untuk interpretasi fasies. DalamSedimentologi beberapa endapan Flysch: pendekatan grafis untuk interpretasi fasiesElsevier Pub. Co. http://catalog.hathitrust.org/api/volumes/oclc/1512070.html

Gusti, U.K., Noviyani, A., 2026. Indonesian Journal of Earth Sciences Modern Ripples and Oxide Limestone at Pasir Padi Beach, Pangkalpinang , Bangka Belitung Province, Indonesia: Sebuah Studi Kasus untuk Pengembangan Geowisata 06, 1–15. https://doi.org/10.52562/injoes.2026.1867

Heriani, N., & Sutriyono, E. (2024). KAJIAN STRUKTUR GEOLOGI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESTABILAN LAHAN DI DAERAH PINO BARU DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BENGKULU SELATAN, PROVINSI BENGKULU. Buletin Kontribusi Ilmiah,22(2), 81-98.

Jones, R. W. (1994). Foraminifera Penantang.Jurnal Biologi Evolusi,9, 124. https://doi.org/10.1046/j.1420-9101.1996.9010124.x

Miller, K. G., Kominz, M. A., Browning, J. V, Wright, J. D., Mountain, G. S., Katz, M. E., Sugarman, P. J., Cramer, B. S., Christie-Blick, N., & Pekar, S. F. (2005). Catatan Fanerozoikum tentang Perubahan Permukaan Laut Global.Sains,310(5752), 1293–1298.https://doi.org/10.1126/science.1116412

Murray, J. (2006). Ekologi dan Aplikasi Foraminifera Bentik.Jurnal Paleolimnologi - J PALEOLIMNOL,40https://doi.org/10.1007/s10933-007-9190-2

Nairn, A. E., Stehli, F. G., & Uyeda, S. (Eds.). (2013). Cekungan dan Tepi Samudra: Samudra PasifikSpringer Science & Business Media.

Nichols, G. (2009). Sedimentologi dan Stratigrafi, edisi ke-2Wiley-Blackwell.

Pettijohn, F. J. (1975). Batuan Sedimen, edisi ke-3Harper and Row.

Raharjo, W. (2004). Buku Panduan Ekskursi Geologi Regional untuk Pegunungan Selatan dan Zona Kendeng.Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas.

Richards, M., & Bowman, M. (1998). Kipas bawah laut dan sistem pengendapan terkait ii: variabilitas dalam arsitektur reservoir dan karakter log wireline.Geologi Kelautan dan Perminyakan,15(8), 821–839. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S0264-8172(98)00042-7

Selley, R. (2013). Lingkungan Sedimen Kuno: Dan Diagnosis Bawah Permukaannya.https://doi.org/10.4324/9780203059845Allen, P. A., & Allen, J. R. (2013). Analisis cekungan: Prinsip dan aplikasi untuk penilaian prospek minyak bumi (edisi ke-3). Dalam U. 9600 Garsington Road, Oxford, OX4 2DQ (Ed.), John Wiley & Sons, Ltd. (Edisi ke-3, Jilid 3). Wiley-Blackwell.

Van Bemmelen, R. W. (1970). Geologi Indonesia (Edisi v. 1). Kantor Percetakan Pemerintah AS. https://books.google.co.id/books?id=f6kJygEACAAJ

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-23

Cara Mengutip

Interpretasi Lingkungan Pengendapan Menggunakan  Analisis Paleontologi dan Petrografi di Daerah Kedungjati dan Sekitarnya, Grobogan, Jawa Tengah. (2026). Jurnal Geosains West Science, 4(02), 177~196. https://doi.org/10.58812/jgws.v4i02.3419