Penilaian Geowisata Dan Analisis Resiko Degradasi Pada Geosite Batu Runciang, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.58812/jgws.v4i02.3394Kata Kunci:
Geosite, Karst, Degradasi, Geopark, Sumatera BaratAbstrak
Geosite Batu Runciang merupakan bentukan karst menara yang tersusun oleh batugamping kristalin dan termasuk ke dalam kawasan Geopark Nasional Sawahlunto. Sebagai bagian dari sistem geopark nasional, keberadaannya memiliki nilai yang penting dalam konservasi geodiversitas dan pengembangan geowisata berbasis edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai nilai ilmiah, edukasi, dan pariwisata Batu Runciang dengan menggunakan metode Brilha (2016), serta menganalisis tingkat resiko degradasi terhadap tekanan antropogenik dan abrasi pada fitur pelarutan pada batugamping. Analisis ini yang digunakan sebagai dasar rekomendasi pengelolaan geowisata berkelanjutan. Metode penelitian meliputi observasi geomorfologi, karakterisasi litologi yang berupa batugamping kristalin, serta dilakukannya pembobotan parameter Scientific Value (SV), Educational Value (EV), Touristic Value (TV), dan Degradation Risk (DR). Hasil penilaian menunjukkan nilai SV sebesar 275 (sedang), EV sebesar 340 (tinggi), dan TV sebesar 290 (sedang). Nilai edukasi yang tinggi menunjukkan potensi signifikan sebagai media pembelajaran geologi lapangan. Sementara itu, nilai DR sebesar 260 (sedang) mengindikasikan adanya tekanan antropogenik yang berpotensi memengaruhi integritas geosite. Penelitian ini diharapkan adanya tindakan tegas mengenai pentingnya strategi konservasi adaptif untuk menjaga keseimbangan antara fungsi edukasi, pariwisata, dan perlindungan fitur geologi yang berada di kawasan geopark.
Referensi
Adrianda, R. S., Sahara, R., & Gusti, U. K. (2025). The Geodiversity Site Of Geopark Ranah Minang Silokek, indonesia : promoting Geo-Education And Geotourism Through Geosite Assessment. International Journal of Geoheritage and Parks 13, 239-249. Doi: https://doi.org/10.1016/j.ijgeop.2024.11.012
Aisyah & Apriani, A. (2024). Analisis Geosite dan Geomorphosite Sebagai Potensi Geowisata Di Daerah Krembangan, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Prosiding Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi XIX Tahun 2024 (ReTII)
Anwar, D. P., dkk. (2025). Edukasi Objek Wisata Batu Runciang Nagari Silungkang Oso, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT), 4(2). doi: https://doi.org/10.9000/jpt.v4i2.2191
Badan Geologi. (2020). Pedoman Pengelolaan Geopark Indonesia. Kementerian ESDM.
Brilha, J. (2016). Inventory and Quantitative Assessment of Geosites and Geodiversity Sites: a Review. Geoheritage.
Febrianto, H., dkk. (2025). Identifikasi dan Evaluasi Potensi Geopark pada Kawasan Karst Nagari Smarasok dalam Mendukung Pengembanagan Geopark Kabupaten Agam Sumatera Barat. Jurnal Penelitian Geografi (GeoJPG). Doi: https://doi.org/10.37905/geojpg.v4i2.36352
Janar, N. R., dkk. (2025). Sosialisasi Mengenai Jalur Geotrek Tanjung Api sebagai Salah Stu Situs Geowisata untuk Kelompok Sadar Wisata Desa Labuan Kabupaten Tojo Una-Una. Jurnal Pengabdian Mayarakat Terintegrasi, Vol.5. doi: 10.37905/ljpmt.v5i1.34549
Kubalíková, L., & Kirchner, K. (2016). Geosite and Geomorphosite Assessment as a Tool for Geoconservation and Geotourism Purposes: a Case Study from Vizovická vrchovina Highland (Eastern Part of the Czech Republic). Geoheritage, 8(1), 5–14.
Okto, A, dkk. (2023). Studi Geomorfologi Karst Pulau Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara dan Potensinya Sebagai Geowisata. Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS), 4(1). doi: https://doi.org/10.23960/jgrs.2023.v4i1.105
Ponto, N. F., dkk. (2023). Potensi Geodiversity Daerah Oluhuta Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Menggunakan Asesmen. Journal Of Applied Geoscience And Engineering, 2(2). Doi: 10.37905/jage.v2i2.22992
Putei, E. C. A., Ryka, H., & Prabowo, I. (2025). Identifikasi dan Analisis Potensi Geosite Sebagai Pendukung Pengembangan Kawasan Geowisata Daerah Paser, Kalimantan Timur. Jurnal Teknik Geologi. Doi: 10.30872/jtgeo.v8i1. 15858
Rahman, H., dkk. (2024). Pengembangan Jalur Geowisata Berbasis komponen Geologi di Kawasan Geopark Nasional Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Geosains Dan Teknologi, 7((2).
Sahara, R., & Setiawan, B. (2022). Assessment of Geosite and Geomorphosite at South Solok Aspiring Geopark Area. Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology, 7(3), 110–116.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Zhura Salsabilla Putri, Budhi Setiawan, Dede Nurohim

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









