Analisis Kerentanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kawasan Gambut Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Menggunakan Sistem Informasi Geografis
DOI:
https://doi.org/10.58812/jgws.v4i02.3278Kata Kunci:
Kerentanan Kebakaran, Lahan Gambut, Hotspot, Sistem Informasi Geografis, Kecamatan DayunAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pola persebaran titik panas (hotspot), mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan kebakaran, dan memetakan tingkat kerentanan kebakaran di kawasan gambut Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan data hotspot FIRMS, citra sentinel-2, tutupan lahan, jenis tanah, curah hujan, dan sebaran gambut. Analisis menggunakan metode skoring dan pembobotan mengacu pada BNPB serta teknik overlay spasial. Hasil menunjukkan pola persebaran hotspot mengelompok di Desa Dayun dengan 107 dari 134 titik pada periode 2020-2024 (79,85%). Jenis tanah di Kecamatan Dayun di dominasi oleh tanah organosol saprik, tutupan lahan didominasi hutan rimba, perkebunan dan tegalan/lading, dan curah hujan didominasi kerentana sedang dengan rata-rata 1500-3000 mm/tahun. Pemetaan tingkat kerentanan kebakaran hutan menunjukkan 74,28% wilayah memiliki kerentanan tinggi dengan validasi Overall Accuracy 91,79% dan Kappa Coefficient 0,756, yang dapat menjadi dasar mitigasi kebakaran.
Referensi
Agus, F., & Subiksa, I. G. M. (2008). Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Bogor: Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre.
BNPB. (2016). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Halmahera, N. (2019). Sistem informasi geografi untuk zonasi kerentanan kebakaran lahan dan hutan di Kecamatan Malifut, Halmahera Utara. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 6(5), 1–8.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Statistik kebakaran hutan dan lahan Indonesia tahun 2022. Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim.
Kusmajaya, S., Supriyati, S., Adiputra, A., & Permadi, M. G. (2019). Pemetaan bahaya dan kerentanan bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL), 3(1), 55–64.
Muslikah, S., & Yuliana, I. (2021). Karakteristik sifat fisik tanah gambut Ogan Komering Ilir. Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil, 10(2), 79–84.
Sabaraji, A. (2005). Pemetaan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan menggunakan sistem informasi geografis. Jurnal Teknologi Lingkungan, 6(3), 256–263.
Saputra, A. B., Wulandari, A., & Septianti, A. (n.d.). Pemetaan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan pada Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. JeLAST: Jurnal Teknik Kelautan, PWK, Sipil, dan Tambang, 11(2).
Syaufina, L., & Hafni, D. A. F. (2018). Variability of climate and forest and peat fires occurrences in Bengkalis Regency, Riau. Journal of Tropical Silviculture, 9(1), 60–68.
Tata, M. H. L., Narendra, B. H., & Mawazin, M. (2017). Peat fire susceptibility in Musi Banyuasin District, South Sumatra. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 14(1), 51–71.
Wijaya, R. A., & Akbar, A. A. (2024). Pemetaan bahaya bencana kebakaran hutan dan lahan terhadap kesatuan hidrologis gambut (KHG) di Kabupaten Kubu Raya. Geography: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 12(1), 516–530.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Hardika Yoffranza, Endah Purwaningsih

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








