Psikoedukasi Keterampilan Public Speaking Pada Pegawai Badan Kepegawaian Daerah, D.I Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpws.v5i10.4005Kata Kunci:
Kecemasan Berbicara, Kepercayaan Diri, Psikoedukasi, Public Speaking, Aparatur Sipil NegaraAbstrak
Public speaking merupakan keterampilan komunikasi yang penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan fungsi pelayanan publik, implementasi kebijakan, dan koordinasi antarinstansi. Namun, kecemasan berbicara di depan umum masih menjadi hambatan umum di lingkungan kerja pemerintahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Yogyakarta dalam berbicara di depan umum melalui pendekatan psikoedukasi. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta dengan metode ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, permainan peran, serta praktik terbimbing dengan umpan balik. Testimoni peserta menggambarkan respons positif, dan sebagian besar peserta menilai materi relevan dengan kebutuhan tugas mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi merupakan pendekatan yang efektif untuk membekali ASN dengan keterampilan komunikasi publik. Pendampingan lanjutan disarankan untuk menjaga dan mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh.
Referensi
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.
Bodie, G. D. (2010). A racing heart, rattling knees, and ruminative thoughts: Defining, explaining, and treating public speaking anxiety. Communication Education, 59(1), 70–105. https://doi.org/10.1080/03634520903443849
Lukens, E. P., & McFarlane, W. R. (2004). Psychoeducation as evidence-based practice: Considerations for practice, research, and policy. Brief Treatment and Crisis Intervention, 4(3), 205–225. https://doi.org/10.1093/brief-treatment/mhh019
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.
Smidt, A., Balandin, S., Sigafoos, J., & Reed, V. A. (2009). The Kirkpatrick model: A useful tool for evaluating training outcomes. Journal of Intellectual and Developmental Disability, 34(3), 266–274. https://doi.org/10.1080/13668250903093125
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Syahid Izharuddin Lubis, Nazir Ultama Anugrah, Khairina Widya Primandari Haryono, Redo Tridinata Wijaya, Dewi Fransiska Simanjuntak, Fauziah Wijayanti, Liza Yudhita Widyastuti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


















