Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Air Bersih dan Teknologi Filtrasi Sederhana di Dusun Tanak Potek
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpws.v5i09.3855Kata Kunci:
Air Bersih, Filtrasi Sederhana, Kesehatan Lingkungan, Sosialisasi Masyarakat, Dusun Tanak PotekAbstrak
Air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat karena memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan dan keberlangsungan kualitas hidup. Kondisi tersebut masih menjadi tantangan bagi masyarakat di Dusun Tanak Potek, Desa Giri Sasak, Kabupaten Lombok Tengah, khususnya terkait kondisi air yang keruh dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan penggunaan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penggunaan air yang bersih dan aman, sekaligus memberikan pengetahuan mengenai teknik filtrasi sederhana yang dapat diterapkan dalam skala rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab bersama masyarakat, serta distribusi leaflet sebagai media edukasi yang memuat informasi mengenai air bersih dan contoh penerapan filtrasi sederhana. Kegiatan berlangsung pada 23 Mei 2026 dengan melibatkan sekitar 15 masyarakat setempat. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kualitas air, risiko kesehatan akibat penggunaan air yang tidak memenuhi persyaratan, serta prinsip pengolahan air melalui metode filtrasi sederhana. Media filtrasi yang diperkenalkan memanfaatkan bahan yang relatif mudah diperoleh, yaitu pasir, kerikil, arang, dan ijuk. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan awal untuk melakukan pengolahan air secara sederhana dan mandiri sehingga dapat membantu menciptakan lingkungan rumah tangga yang lebih sehat serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Referensi
Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Tengah. (2024). Kabupaten Lombok Tengah dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik.
Bain, R., Johnston, R., Mitis, F., Chatterley, C., & Slaymaker, T. (2018). Establishing sustainable development goal baselines for household drinking water, sanitation and hygiene services. Water, 10(12), 1711. https://doi.org/10.3390/w10121711
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior: Theory, research, and practice (5th ed.). Jossey-Bass.
Kadir, H., Thamrin, H., Husnah, N., Nung, A., & Fais, A. (2026). Sosialisasi dan penerapan teknologi sederhana filtrasi air untuk meningkatkan kesadaran kesehatan siswa di SD Negeri Rappojawa No. 71 Makassar. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 10(1).
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511811678
Mosler, H. J. (2012). A systematic approach to behavior change interventions for the water and sanitation sector in developing countries: A conceptual model, a review, and a guideline. International Journal of Environmental Health Research, 22(5), 431–449. https://doi.org/10.1080/09603123.2011.650156
Pradana, H. A., Nugraha, W. D., & Sasongko, S. B. (2019). Analisis kualitas air tanah sebagai sumber air bersih masyarakat di daerah pesisir dan pedesaan. Jurnal Presipitasi, 16(2), 64–71. https://doi.org/10.14710/presipitasi.v16i2.64-71
Ristia Sari, A., Efendi, R., Dewi, D. A. P., & Priambodo, B. (2023). Sosialisasi filtrasi air sederhana sebagai upaya meningkatkan sadar sanitasi di SDN Lemahkembar. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(3), 1801–1806. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i3.1208
Sobsey, M. D., Stauber, C. E., Casanova, L. M., Brown, J. M., & Elliott, M. A. (2008). Point of use household drinking water filtration: A practical, effective solution for providing sustained access to safe drinking water in the developing world. Environmental Science & Technology, 42(12), 4261–4267. https://doi.org/10.1021/es702746n
Supardi, A., Septiati, Y. A., Karmini, M., Nurjaman, U., & Karjatin, A. (2024). Proses filtrasi sebagai upaya memperbaiki kualitas air bersih keluarga balita stunting. Jurnal SOLMA, 13(3). https://doi.org/10.22236/solma.v13i3.16370
Wardhani, P. C., Zainab, S., Fatikasari, A. D., Billah, Z. D., Sakinah, S., Hadiantati, H., & Wulan, W. R. (2024). Peningkatan SDGs melalui penyediaan air bersih dengan filterisasi skala rumah tangga tingkatkan kesadaran pentingnya kesehatan di Panti Asuhan Al-Bisri. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan.
World Health Organization. (2001). Waterborne health risks and the WHO perspective. International Journal of Hygiene and Environmental Health, 204(4), 255–263. https://doi.org/10.1078/1438-4639-00081
World Health Organization. (2024). Water, sanitation and hygiene (WASH). https://www.who.int/health-topics/water-sanitation-and-hygiene-wash
Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment theory: Psychological, organizational and community levels of analysis. In J. Rappaport & E. Seidman (Eds.), Handbook of community psychology (pp. 43–63). Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4615-4193-6_2
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Mutiara Mita Kasia, Sya’ban Putra Adiguna, Shelly Sylvia Agustina, Eko Supriastuti, Ade Rezkika Nasution, Daeva Mubarika Raisa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


















