Peningkatan Kualitas Tanah Lahan Toga Melalui Bimbingan Teknis Pemasangan Biopori di Desa Watugede, Kec. Singosari, Kab. Malang

Penulis

  • Muhamad Tri Aditya Politeknik Negeri Malang
  • Ikrar Hanggara Politeknik Negeri Malang
  • Helik Susilo Politeknik Negeri Malang
  • Armin Naibaho Politeknik Negeri Malang
  • Utami Retno Pudjowati Politeknik Negeri Malang
  • Yessi Widyasari Politeknik Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.58812/jpws.v5i07.3771

Kata Kunci:

Biopori, Pemberdayaan Masyarakat, Tanaman Obat Keluarga, ,Konservasi Tanah, Lingkungan Berkelanjutan

Abstrak

Lahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berperan penting mendukung kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan. Namun, lahan TOGA yang dikelola oleh kelompok PKK RT 03 RW 12 Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang menghadapi permasalahan berupa rendahnya daya infiltrasi tanah, genangan air saat musim hujan, serta terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai teknologi konservasi tanah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas tanah dan kapasitas masyarakat melalui bimbingan teknis pemasangan lubang resapan biopori. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan mitra, penyuluhan, pelatihan, praktik pemasangan biopori, serta evaluasi kegiatan. Sebanyak 15 anggota PKK berpartisipasi aktif dan berhasil memasang 15 titik biopori pada lahan TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam konservasi tanah dan air, optimalisasi pemanfaatan sampah organik sebagai bahan kompos, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Teknologi biopori terbukti menjadi solusi sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas tanah sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.

Referensi

Brata, K. R., & Nelistya, A. (2008). Lubang Resapan Biopori. Penebar Swadaya.

Chambers, R. (1994). Participatory Rural Appraisal (PRA): Analysis of Experience. World Development, 22(9), 1253-1268.

Dahliaty, A., Sophia, H., Nurulita, Y., & Helianty, S. (2020). Penerapan teknologi biopori vertikal dengan memanfaatkan larva Black Soldier Fly sebagai pengurai. Unri Conference Series: Community Engagement, 2, 207-214.

FAO. (2022). The State of the World's Land and Water Resources for Food and Agriculture. FAO.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga.

Kementerian PUPR. (2023). Pedoman Pengelolaan Air Hujan Berbasis Konservasi.

Lal, R. (2020). Soil organic matter and sustainable agriculture. Agronomy, 10(8), 1127.

Mulyaningsih, T., Widyastuti, R., & Kusumastuti, D. (2022). The effectiveness of biopore infiltration holes in improving infiltration capacity and reducing urban runoff. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 998, 012018.

Salimah, A., Swastika, T. W., Barry, H., & Andikanoza. (2020). Biopori sebagai upaya mengatasi banjir dan ketersediaan air tanah. KOMMAS, 1(2), 70-78.

Sari, I. D., Yuniar, Y., Siahaan, S., Riswati, & Syaripuddin, M. (2015). Tradisi masyarakat dalam penanaman dan pemanfaatan tumbuhan obat keluarga. Media Litbangkes, 25(4), 221-234.

United Nations Environment Programme. (2023). Nature-Based Solutions for Sustainable Land and Water Management. UNEP.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-27

Cara Mengutip

Aditya, M. T., Hanggara, I., Susilo, H., Naibaho, A., Pudjowati, U. R., & Widyasari, Y. (2026). Peningkatan Kualitas Tanah Lahan Toga Melalui Bimbingan Teknis Pemasangan Biopori di Desa Watugede, Kec. Singosari, Kab. Malang. Jurnal Pengabdian West Science, 5(07), 1336-1351. https://doi.org/10.58812/jpws.v5i07.3771