Peningkatan Literasi Anak-Anak Dan Mengajar Dengan Program Kelas Pelangi "Warnai Ilmu, Petik Kreasi, Rajut Mimpi di Desa Tugu Bandung Sukabumi
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpws.v5i06.3575Kata Kunci:
Literasi Anak, Pojok Baca, Kelas Pelangi, Pohon Mimpi, Pengabdian MasyarakatAbstrak
Literasi merupakan kompetensi dasar yang berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan sosial anak, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Namun, minat baca anak di wilayah pedesaan masih tergolong rendah akibat keterbatasan fasilitas dan kurangnya pendekatan pembelajaran yang menarik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa melalui implementasi program Kelas Pelangi: “Warnai Ilmu, Petik Kreasi, Rajut Mimpi” di SDN Cisasah, Desa Tugu, Bandung, Sukabumi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif edukatif dengan melibatkan ±30 siswa melalui kegiatan penyediaan pojok baca, pendampingan membaca, serta penggunaan media kreatif “Pohon Mimpi”. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 85% siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan membaca dan seluruh siswa mampu mengekspresikan cita-cita mereka melalui media Pohon Mimpi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat baca, keterlibatan siswa, serta kemampuan ekspresi diri. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada integrasi antara aktivitas membaca dan refleksi diri melalui media kreatif yang mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa. Dengan demikian, program ini dapat menjadi model alternatif dalam pengembangan literasi anak berbasis kreativitas, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.
Referensi
Craft, A. (2005). Creativity in schools: Tensions and dilemmas. London: Routledge.
Dewey, J. (1938). Experience and education. New York, NY: Macmillan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021). Panduan gerakan literasi sekolah di sekolah dasar. Jakarta: Kemendikbud.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Profil pendidikan Indonesia. Jakarta: Kemendikbudristek.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2019). PISA 2018 results (Volume I): What students know and can do. Paris: OECD Publishing.
Prasetyo, A. (2019). Peningkatan literasi siswa melalui pendekatan pembelajaran kreatif. Jurnal Inovasi Pendidikan, 5(1), 45–52.
Pretty, J. N. (1995). Participatory learning for sustainable agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263.
Sari, D. P., & Wahyuni, S. (2020). Pengaruh pojok baca terhadap minat baca siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 120–130.
Sulistyo, A. (2018). Literasi informasi dalam pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 24(1), 1–10.
UNESCO. (2017). Literacy for life. Paris: UNESCO Publishing.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nia Sonani, Windi Megayanti, Robitaul Adawiyah, Siti Resna Dwi Apriliyana, Rima Aulia, Yusril Ihza Maulana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
















