Pemberdayaan Tokoh Masyarakat dan Lembaga Keagamaan Desa dalam Penguatan Pendidikan Islam Berbasis Komunitas
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpws.v5i06.3558Kata Kunci:
Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan Islam, Pendidikan Berbasis Masyarakat, Lembaga Keagamaan, Pemuda MasjidAbstrak
Pendidikan Islam berbasis masyarakat memainkan peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Namun, pelaksanaannya sering kali menghadapi berbagai tantangan, termasuk partisipasi kaum muda yang terbatas, bahan ajar yang kurang bervariasi, serta kurangnya program pendidikan keagamaan yang berkelanjutan. Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para pemimpin masyarakat dan lembaga keagamaan di Desa Sungai Segajah Makmur melalui pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan Penilaian Pedesaan Partisipatif (PRA) dan Pembangunan Berbasis Masyarakat (CBD). Kegiatan yang dilakukan meliputi penilaian kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas di kalangan pemimpin masyarakat dan pengelola lembaga keagamaan dalam mengelola program pendidikan dan keagamaan. Beberapa inisiatif dikembangkan, termasuk pengembangan pemuda masjid, penguatan kelompok studi keagamaan (perwiritan), dan program pendidikan Islam yang kontekstual. Proyek ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat kolaborasi antar lembaga keagamaan, serta mendorong pengembangan rencana kegiatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan pemimpin masyarakat dan lembaga keagamaan merupakan strategi yang efektif untuk mempromosikan pendidikan Islam berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan memperkuat ketahanan sosial-keagamaan.
Referensi
Afandi, A., Laily, N., Wahyudi, N., Umam, M. H., Kambau, R. A., Rahman, S. A., Sudirman, M., Jamilah, Kadir, N. A., Nur, S., Ayu, R. D., Permitasari, Nurdiayanah, Wahyudi, J., & Wahid, M. (2022). Metodologi Pengabdian Masyarakat (Suwendi, A. Basir, & J. Wahyudi (ed.)). Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemeneterian Agama RI.
Asyiah, N. (2016). Optimalisasi Fungsi Sosial Masjid Sebagai Sarana Pembinaan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Dan Remaja Di Desa Hiang Sakti Kecamatan Sitinjau Laut. Jurnal Islamika, 16(1), 83–99.
Dikdayana, S. (2026). The Role of Majelis Taklim (Islamic Learning Assembly) in Instilling Religious Moderation Values in the Community. Jurnal Indonesia Studi Moderasi Beragama, 3(1), 20–28.
Fahmi, M. I., Anam, A. M., Agustinova, D. A., Prasastiawati, D., Awalin, F. R. N., & Yaacob, N. H. (2024). Community-Based Islamic Education : Democratizing Learning Through Local Wisdom. Jurnal Ilmiah WUNY, 6(2), 1–13.
Latif, M. A. (2026). Religious identity formation and urban Islamic sociability through learning motivation and social cohesion in Majelis Taklim in Indonesia. Discover Education, 5(448), 1–21.
Masduki, M. (2019). Pendidikan Berbasis Masyarakat Dalam Pendidikan Islam. Qalamuna, 11(2), 111–123.
Triana, R., Maulida, A., & Ilmi, S. (2025). Community-Based Strategies in Islamic Religious Education ( PAI ): Fostering Youth Religious Character Formation through Majelis Taklim. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Volume, 10(2), 347–361.
Wulandari, Tahir, M., & Zamroni. (2025). The Concept Of Community-Based Islamic. Proceeding of International Conference on Education, Society and Humanity Vol. 3 No. 1, 2025 823, 03(01), 823–834.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siti Aisyah, Diana Fitri, Nur Atika, Mia Diandra

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
















