Kenyamanan dan Kemandirian Penghuni Sebagai Dasar Desain Senior Care di Kota Depok, Jawa Barat.
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpws.v5i07.3515Kata Kunci:
Kenyamanan, Kemandirian Penghuni, Desain, Senior Care, Kota Depok, Jawa BaratAbstrak
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada perencanaan dan perancangan layanan perawatan lansia yang mengutamakan kenyamanan dan kemandirian para penghuni. Hal ini didasarkan pada kondisi para lansia yang mengalami penurunan fungsi fisik namun tetap perlu memperhatikan kemandirian dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bersama mitra dari Kepengurusan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Bedahan, tujuan layanan ini adalah merencanakan dan merancang perawatan lansia dengan: (1) Menyediakan tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi para lansia; (2) Menyediakan layanan kesehatan dan bantuan; (3) Memfasilitasi kegiatan ibadah melalui bimbingan spiritual. Metode pelaksanaannya dimulai dari identifikasi masalah dan kebutuhan, yang diperoleh melalui wawancara dan diskusi dengan mitra serta para lansia. Berdasarkan hal tersebut, perawatan lansia dapat dirumuskan dengan mengutamakan kenyamanan dan kemandirian penghuninya. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah desain perawatan lansia yang mengakomodasi kebutuhan para lansia terkait kenyamanan dan kemandirian dalam bentuk gambar dua dimensi berupa Denah Lokasi, Denah Blok, Denah Lantai, dan Tampak Bangunan.
Referensi
Edwards, L., & Torcellini, P. (2002). A literature review of the effects of natural light on building occupants. NREL.
Haditono, S. R. 1989. Kebutuhan dan Cinta Diri Orang Lanjut Usia. Laporan Penelitian. Yogyakarta. Lembaga Penelitian Universitas Gadjah Mada.
Hardiningsih, I. (2021). Identifikasi Faktor Kemandirian Lansia Dalam Pemenuhan Activities Of Daily Living (Adl) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Hurlock, E. B. 1980. Developmental Psychology. 4th Edition. New Delhi: Tata Mcgraw-Hill Publishing.
Lawton, M. P., & Nahemow, L. (1973). Ecology and the aging process. In C. Eisdorfer & M. P. Lawton (Eds.), The psychology of adult development and aging. APA.
Lia, A. N. (2018). PERSEPSI LANSIA TERHADAP PERAN KELUARGA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA LANSIA Di Posyandu Lansia Dusun Asem Kandang Desa Prajegan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Lynch, K. (1960). The image of the city. MIT Press.
Mace, R. L. (1998). Universal design in housing. Assistive Technology, 10(1), 21-28.
Marquardt, G., & Schmieg, P. (2009). Dementia-friendly architecture. Health Environments Research & Design Journal, 2(4).
Norberg-Schulz, C. (1980). Genius loci: Towards a phenomenology of architecture. Rizzoli.
Rahman, S. (2016). Faktor-faktor yang mendasari stres pada lansia. Jurnal Penelitian Pendidikan, 16(1)
Rogers, D. 1979. The Adult Years, An Introduction To Aging. New Jersey: Prentice-Hall Inc
Steinfeld, E., & Maisel, J. (2012). Universal design: Creating inclusive environments. Wiley.
Ulrich, R. (1984). View through a window may influence recovery. Science, 224(4647).
Victor, O. (1963). Design with climate: bioclimatic approach to architectural regionalism. Princeton University Press, 1, 963.
World Health Organization. (2007). Global age-friendly cities: A guide. WHO
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Anisa Anisa, Jundi Jundullah Afgani, Dahlia Nauly, RM Abdurrofi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


















