Peningkatan Kepatuhan Berobat pada Penderita Hipertensi

Penulis

  • Zita Atzmardina Universitas Tarumanagara, Jakarta
  • Yesan Suci Paramitha Universitas Tarumanagara, Jakarta
  • Ilham Wicaksono San Murdoko Universitas Tarumanagara, Jakarta
  • Sindytia Fahri Universitas Tarumanagara, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.58812/jpws.v5i07.3299

Kata Kunci:

Hipertensi, Pendidikan Kesehatan, Tekanan Darah, Intervensi, Kepatuhan Pengobatan

Abstrak

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular utama dan salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Sering disebut sebagai "pembunuh senyap," hipertensi biasanya tetap tanpa gejala hingga timbul komplikasi. Menurut laporan WHO tahun 2024, sekitar 1,4 miliar orang dewasa di seluruh dunia hidup dengan hipertensi, dengan dua pertiganya berada di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Indonesia, prevalensi hipertensi adalah 34,5% di antara orang dewasa berusia ≥18 tahun, sedangkan Provinsi Banten melaporkan prevalensi sebesar 29,47%. Kabupaten Tangerang merupakan daerah dengan jumlah kasus hipertensi tertinggi, termasuk di Puskesmas Cikupa, yang mencatat peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Upaya pengendalian hipertensi di Kabupaten Tangerang dilaksanakan melalui program pemerintah seperti CERDIK dan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat. Kegiatan ini meliputi deteksi dini, promosi perilaku gaya hidup sehat, dan penyediaan layanan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit. Meskipun demikian, beberapa tantangan utama masih tetap ada, termasuk kepatuhan pengobatan yang rendah, kesadaran masyarakat yang terbatas, dan praktik gaya hidup tidak sehat yang umum terjadi. Implementasi program tahun 2025 di Puskesmas Cikupa melibatkan intervensi berbasis komunitas di Desa Talaga, yang dipilih berdasarkan temuan dari survei mini pendahuluan. Masalah prioritas diidentifikasi menggunakan teknik Delphi dan analisis tulang ikan, yang menyoroti tiga akar penyebab utama: pengetahuan terbatas tentang hipertensi, kesalahpahaman mengenai praktik gaya hidup sehat, dan kepatuhan pengobatan yang buruk. Intervensi tersebut meliputi sesi pendidikan kesehatan, demonstrasi rutinitas olahraga khusus hipertensi, dan penyebaran materi pendidikan seperti brosur dan poster. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan deteksi kasus, dan meningkatkan kepatuhan terhadap manajemen hipertensi, sehingga mendukung pencapaian hasil layanan kesehatan yang ditargetkan di wilayah cakupan Puskesmas Cikupa.

Referensi

Al Rasyid, H., dkk. (2021). Diagnosis komunitas untuk intervensi kesehatan. Kota Malang: Universitas Brawijaya Press (UB Press).

Anwari, M., Vidyawati, R., Salamah, R., Refani, M., Winingsih, N., Yoga, D., & Tantut, S. (2018). Pengaruh senam anti hipertensi lansia terhadap penurunan tekanan darah lansia di Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Panti Kabupaten Jember. The Indonesian Journal of Health Service, Edisi Khusus September 2018, 160–164.

Avisena, A. M., & Bantas, K. (2017). Manajemen analisis situasi penyakit menular di Kota Bogor tahun 2016. Afiat, 3(2), 357–364.

Chakaya J, Khan M, Ntoumi F, Aklillu E, Fatima R, Mwaba P, et al. Global Tuberculosis Report 2020 – Reflections on the Global TB burden, treatment and prevention efforts. IJID. 2021:S7-12.

Chriswardani. (2009). Metode penentuan prioritas masalah. Jakarta: Bahan Kuliah Perencanaan dan Evaluasi.

Dhorkas, D. R. M., Noviyati, R. P. J. M., et al. (2022). Dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat. Yayasan Kita Menulis. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/14473/1/FullBook%20Dasar%20–%20Dasar%20Ilmu%20Kesehatan%20Masyarakat.pdf

Dinas Kesehatan Provinsi Banten. (2024). Profil kesehatan Provinsi Banten tahun 2024. Serang: Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Febgriantie, L., Rosita, A., & Dharmastuti, A. (2017). Prioritas masalah di unit rekam medis Rumah Sakit Griya Waluya Ponorogo dengan menggunakan metode MCUA (Multiple Criteria Utility Assessment). Global Health Science (GHS), 2(2), 165–172.

Febriani, K. A., Cahya, A. T. N. E., Nujud, N. H., Wismiarti, W. D., Septianingtyas, M. C. A., Noeraini, I., & Rusmiyati, R. (2025). Optimalisasi pencegahan hipertensi di masyarakat melalui program CERDIK. Jurnal Peduli Masyarakat, 7(2), 153–160. https://doi.org/10.37287/jpm.v7i2.5642

Indonesian Society of Hypertension (InaSH). (2023). Panduan promotif & preventif hipertensi 2023 (A. A. Lukito, Ed.). Jakarta: InaSH.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020-2024. Jakarta

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020-2024. Retrieved from https://tbindonesia.or.id/wp- content/uploads/2021/06/NSP-TB-2020-2024-Ind_Final_-BAHASA.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman pengendalian hipertensi di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kesehatan, J., et al. (2012). Diagnosis komunitas di Kelurahan Pongangan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2.

Listyorini, P. I. (2020). Identifikasi prioritas masalah unit rekam medis di Puskesmas Nusukan. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 3(1), 24–28.

McEvoy, J. W., Touyz, R. M., McCarthy, C. P., Bruno, R. M., Brouwers, S., Canavan, M. D., et al. (2024). 2024 ESC Guidelines for the management of elevated blood pressure and hypertension. European Heart Journal, 38, 3912–4018. https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehae178

Moningkey, S. I., Aprilyanri, I., Hirania, I. G. A. N., Arita, L., & Atmodjo, W. L. (2023). Kontribusi kepatuhan konsumsi obat anti-hipertensi dan terkendalinya tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Journal of Medicine and Health, 5(1), 56–63.

Moonti, M. A., Rusmianingsih, N., Puspanegara, A., Heryanto, M. L., & Nugraha, M. D. (2022). Senam hipertensi untuk penderita hipertensi. Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan, 2(1), 44–50. https://doi.org/10.34305/jppk.v2i01.529

Mulasari, S. A., Rokhmayanti, R., Sofiana, L., & Saptadi, J. D. (2023). Community diagnosis untuk permasalahan kesehatan masyarakat. CV Mine. https://isbn.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=9786236340981

Pujiati, S. (2018). Pemetaan masalah dan penentuan prioritas program kesehatan pada masyarakat Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. HEARTY: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 1–9.

Sukmawan, Y. P., Arnika, S. J., & Nofianti, T. (2023). Studi ketercapaian tujuan terapi pada pasien hipertensi geriatri dan perbandingan beberapa obat antihipertensi. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 12(2). https://doi.org/10.15416/ijcp.2023.12.2.98

Sulistyono, E., & Modjo, R. (2022). Literature review: Analisis faktor terjadinya hipertensi pada pekerja lapangan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 1154–1159. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i1.3095

Terwindt, F., Rajan, D., & Soucat, A. (2016). Priority-setting for national health policies, strategies and plans. In Strategizing national health in the 21st century: A handbook (hlm. 71).

Tiranda, W. G. C. (2024). Implementasi “Lima Prinsip Tepat” terapi anti hipertensi pada lansia di panti wreda. Tarumanagara Medical Journal, 6(2), 347–353.

Wiatma, D. S., & Nirmala, S. (2019). Prioritas masalah diare pada balita akibat kurangnya pengetahuan ibu terhadap penyakit diare di Kelurahan Mandalika tahun 2017. Jurnal Kedokteran, 3(2), 548–551

World Health Organization (WHO). (2024). Global tuberculosis report 2024. World Health Organization. Retrieved from [https://www.who.int/publications/i/item/9789240101531](https://www.who.int/publications/i/item/9789240101531).

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-21

Cara Mengutip

Atzmardina, Z., Paramitha, Y. S., San Murdoko, I. W., & Fahri, S. (2026). Peningkatan Kepatuhan Berobat pada Penderita Hipertensi. Jurnal Pengabdian West Science, 5(07), 1186-1196. https://doi.org/10.58812/jpws.v5i07.3299