Pendampingan Kelompok Tani Dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Dari Limbah Pertanian Untuk Pemulihan Lahan Pasca Banjir di Desa Lubuk Sidup Kabupaten Aceh Tamiang
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpmws.v5i03.3288Keywords:
Pendampingan, Pupuk Organik Cair, Limbah Pertanian, Pemulihan Lahan, Kabupaten Aceh TamiangAbstract
Limbah organik yang berasal dari pertanian dengan jumlah yang banyak dapat memberikan dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, kerusakan alam serta menimbulkan penyakit apabila tidak diolah dengan cara yang tepat. Limbah pertanian ini dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan oleh petani untuk menyuburkan tanah dan tanaman. Pendampingan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari bahan limbah pertanian kepada kelompok tani Desa Lubuk Sidup dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta tentang pentingnya pengolahan limbah pertanian sehingga selain dapat membantu kesuburan tanah dan peningkatan usaha pertanian, juga dapat membantu perekonomian warga Desa Lubuk Sidup. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan. Agar proses pelatihan dapat terlaksana dengan baik dan mudah dipahami oleh mitra, maka dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu ceramah, diskusi/tanya jawab, dan praktik langsung serta pendampingan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan bersama dengan kelompok mitra yaitu Kelompok Tani Desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang. Dari kegiatan Program Mahasiswa Berdampak yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa UMN Al-Washliyah dapat disimpulkan bahwa kegiatan progam mahasiswa berdampak yang dilakukan kepada kelompok tani Desa Lubuk Sidup mendapatkan hasil yang maksimal. Peserta mampu mengaplikasikan materi yang diberikan pada saat penyuluhan dengan baik dan mendapatkan hasil pupuk organik cair yang diharapkan. Pelatihan pembuatan pupuk organik cair yang memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan yang ada di lokasi mampu memberikan tambahan pengetahuan para peserta bagaimana cara mengolah dan mengaplikasikan hasil pupuk organik cair itu untuk pertumbuhan tanaman. Antusiasme peserta pelatihan terlihat dari diskusi yang sangat aktif dari peserta mulai saat penyuluhan sampai pada praktik pembuatan pupuk organik cair (POC) tersebut. Pelatihan ini mampu memberikan solusi bagi peserta pelatihan bagaimana membuat limbah organik yang ada di lingkungan sekitar menjadi pupuk organik cair (POC) yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis sehingga kedepannya mampu untuk menjadi salah satu penghasilan tambahan. Selain itu, dari pelatihan ini memberikan wawasan yang luas bagi peserta dan memberikan pengetahuan untuk penggunaan pupuk kimia yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sehingga petani yang ada di Desa Lubuk Sidup dapat menghindarinya sehingga lingkungan yang ada di Desa Lubuk Sidup megurangi penggunaan pupuk kimia. Program ini berhasil dalam memotivasi warga untuk memanfaatkan limbah pertanian menjadi kompos yang ditujukan prosentase pre- test yang menjawab “Ya” adalah 29,5% dan “Tidak” 70,5%, namun setelah dilakukan kegiatan pendampingan dan pelatihan dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) presentase pada post-test meningkat yaitu dengan jawaban “Ya” 81,5% sedangkan “Tidak” 18,5%. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengalaman dan pengetahuan warga Desa Lubuk Sidup dalam pengolahan limbah pertanian sehingga dapat mempercepat pemulihan lahan pertanian pasca banjir.
References
[1] Rafly M, Maulana A, Deskar D, Rahman Af, Fadhil I. Analysis Of The Effects Of Globalization And Climate Change On A Sustainable Indonesian Economy 2023;16:25–32.
[2] Rizka Luthfia A, Alimin Nn, Sarwendah F, Nugraheni A, Nada E, Alkhajar S. Penguatan Literasi Perubahan Iklim Di Kalangan Remaja. Abadimas Adi Buana 2019.
[3] Suhadi M, F. W, A., Ikra. Analisis Fenomena Perubahan Iklim Terhadap Curah Hujan Ekstrim 2023;7:94–100.
[4] B.N.P.B. Perkembangan Situasi Dan Penanganan Bencana Di Tanah Air Tanggal. Https://Www.Idntimes.Com/Business/Economy/Kerugian-Banjir-Capai-Rp32-6-Triliun-Laju-Ekonomi-2025-Terancam-00-Gshdq-Nngxm0?Utm_Source=Chatgpt.Com 2025.
[5] Sulistyaningsih. 2020. Pemanfaatan Limbah Sayuran, Buah, dan Kotoran Hewan menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Kelompok Tani Rukun Makaryo, Mojogedang, Karanganyar. Jurnal Surya Masyarakat 3(1) : 22-31
[6] Mulyati, M., Salam, R. H., Baharuddin, A. B., & Tejowulan, R. S. (2020). Inovasi Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Pupuk Organik yang Berkualitas dan Ramah Lingkungan. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 4(5), 850–858.
[7] Nenobesia D., W. Mellab, Dan P. Soetedjob. (2017). Pemanfaatan Limbah Padat Kompos Kotoran Ternak Dalam Meningkatkan Daya Dukung Lingkungan Dan Biomassa Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.). Pangan, 26 (1) : 43 – 56.
[8] Koehuan V.A., M.M Dwinanto, Dominggus G H A, Dan K. Boimau. (2021). Penerapan Teknologi Pembuatan Kompos Bagi Kelompok Petani Kopi Arabika Di Kelurahan Kisanata. Jurnal Pengabdian Untuk Mu Negeri.5 (1): 35-43.
[9] M. S. Pareira, K. I. Naikofi, N. D. D. Ndua, and Y. Binsasi, “Penyuluhan Dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Pada Kelompok Tani Bilubahan,” Altifani, vol. 2, no. 6, pp. 627–633, 2022, doi: 10.25008/altifani.v2i6.304
[10] I. K. Widnyana, N. P. Pandawani, P. E. Yastika, I. G. Y. Partama, and I. M. W. Wijaya, “Enhancing the productivity of farmer community in producing organic fertilizer and local plant-based pesticide,” J. Community Serv
[11] Nenobesia D., W. Mellab, Dan P. Soetedjob. (2017). Pemanfaatan Limbah Padat Kompos Kotoran Ternak Dalam Meningkatkan Daya Dukung Lingkungan Dan Biomassa Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.). Pangan, 26 (1) : 43 – 56.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Leni Handayani, Bambang Pujiono, Suci Asri Munawari, Ririn Magfirah, Muammar Khadavi, Andhika Galih, Gya Ananda Pratiwi, Zilan Ramadhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.