Pelatihan Tentang Metode Perbaikan Kerusakan Rumah Akibat Gempa
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpws.v5i02.3225Kata Kunci:
Kerusakan, Perbaikan, Rumah, Gempa, MasyarakatAbstrak
Memasuki tahun 2023, Indonesia menghadapi serangkaian gempa bumi yang terjadi secara simultan. Berdasarkan data resmi BMKG, sejak 3 hingga 21 Januari 2023 tercatat 19 kejadian gempa dengan magnitudo lebih dari 5. Tingginya potensi gempa di Indonesia menjadi perhatian penting bagi para engineer dalam merencanakan dan mengevaluasi ketahanan bangunan, khususnya rumah tinggal. Kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan bangunan saat gempa menegaskan pentingnya penerapan konsep bangunan tahan gempa. Perlu dipahami bahwa korban jiwa umumnya bukan disebabkan oleh gempa itu sendiri, melainkan oleh kegagalan struktur bangunan. Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan, khususnya bagi siswa SMK jurusan Teknik Bangunan, menjadi sangat penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai tingkat kerusakan, mutu material, dimensi elemen struktur, serta metode perbaikan rumah pasca gempa. Dalam konteks ini, diperlukan pelatihan terarah guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMK Negeri 4 Tangerang mengenai perbaikan rumah tahan gempa secara ilmiah dan teknis.
Referensi
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. (2023). Gempa Bumi Terkini (M>5.0).Indonesia. https://www.bmkg.go.id/gempabumi-terkini.html
Boen, Teddy. (2009). Manual Bangunan Tahan Gempa. World Seismic Safety Initiative. Jakarta
CEEDEDS UII. (2004). Manual Bangunan Tahan Gempa Rumah Sederhana Tembokan, UII Yogyakarta.
Citra, Z., Wibowo, P.D.,Malinda,Y.,Wibisono,A.,Ashadi,R.F.,Apdeni,R. (2023). Metode Detailing Struktur Kolom Dan Balok Berdasarkan Sni 2847:2013 Dan Sni 1726:2012 Pada Proyek Konstruksi Rumah Sakit.Jakarta. JARSP
Citra, Z., Wibowo, P.D.,Malinda,Y.,Wibisono,A.,Apdeni,R. (2023). Evaluasi Mutu Beton dengan Core Drill Test Berdasarkan SNI 2847-2019 pada Struktur Kolom Bangunan Gedung Laboratorium. Jakarta. JARSP
Citra, Z., Wibowo, P.D.,Malinda,Y.,Wibisono,Elza,S.P.,A.,Apdeni,R. (2024). Evaluasi kondisi struktur beton bertulang dengan menggunakan half cell potential test pada bangunan kantor di pinggir Pantai Ancol. Jurnal Paduraksa. Doi: https://doi.org/10.22225/pd.13.1.8621.48-53
Departemen Pekerjaan Umum. (2006). Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Tahan Gempa. Studio Penataan Bangunan dan Lingkungan Dirjen Cipta Karya 2006. Jakarta.
Lidwina, A. (2019). Ancaman Erupsi Gunung Api di Indonesia .Https://Katadata.Co.Id/, p. 1.
SNI 1726. (2012). SNI 1726:2019 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (ICS 91.120; BSN, ed.). Jakarta.
SNI 1727. (2013). SNI 1727:2013 Beban Minimum Untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur lain. Jakarta.
SNI 1729. (2015). SNI 1729:2015 Spesifikasi Untuk Bangunan Gedung Baja Struktural. Jakarta.
SNI 2847. (2013). SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (ICS 91.080; BSN, ed.). Jakarta: BSN.
Unduhan
Dimensions
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Paksi Dwiyanto Wibowo, Zel Citra, Yosie Malinda, Anom Wibisono

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
















