Pengembangan Keterampilan Ekonomi Kreatif Bagi Masyarakat Terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Tingkat Kelurahan Mekar Wangi Kota Bogor

Penulis

  • Diki Susanto STISIP Syamsul’Ulum
  • Asep Priatna STISIP Syamsul’Ulum
  • Ajid Ibrahim STISIP Syamsul’Ulum
  • Darliah Darliah STISIP Syamsul’Ulum
  • Sudar Fauzi STISIP Syamsul’Ulum
  • Muhammad Iqbal Inayatullah STISIP Syamsul’Ulum
  • Aang Rahmatulloh STISIP Syamsul’Ulum
  • Neng Yayu Wandira STISIP Syamsul’Ulum
  • Nurviani Nurviani STISIP Syamsul’Ulum
  • Siti Hajar STISIP Syamsul’Ulum
  • Cepi Hanapia STISIP Syamsul’Ulum

DOI:

https://doi.org/10.58812/jpws.v5i01.3149

Kata Kunci:

Edukasi, Kepemimpinan, Lingkungan, Partisipasi, Pemuda

Abstrak

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi akibat dinamika ekonomi dan perubahan struktur dunia kerja berdampak signifikan terhadap meningkatnya pengangguran dan menurunnya kesejahteraan masyarakat di tingkat kelurahan. Kelurahan Mekar Wangi Kota Bogor merupakan salah satu wilayah yang masyarakatnya terdampak PHK dan memerlukan upaya pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan ekonomi kreatif sebagai alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat terdampak PHK melalui pemanfaatan potensi lokal dan peningkatan kreativitas masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan dan potensi masyarakat, penyuluhan mengenai konsep ekonomi kreatif, pelatihan praktik keterampilan, serta pendampingan dalam pengemasan produk dan pemasaran sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi peserta dalam mengembangkan usaha ekonomi kreatif, serta meningkatnya kepercayaan diri untuk memulai usaha mandiri. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Kelurahan Mekar Wangi Kota Bogor dan menjadi model pemberdayaan ekonomi kreatif yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa.

Referensi

Acharya, K., Budhathoki, C., & Acharya, M. (2022). Science Learning from the School Garden through Participatory Action Research in Nepal. The Qualitative Report. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2022.4561

Badan Pusat Statistik. (2022). Keadaan ketenagakerjaan Indonesia. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik. (2023). Profil ketenagakerjaan Indonesia. Jakarta: BPS.

Howkins, J. (2013). The creative economy: How people make money from ideas. London: Penguin Books.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2021). Rencana pengembangan ekonomi kreatif Indonesia 2021–2025. Jakarta: Kemenparekraf.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2022). Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Jakarta: Kemenparekraf.

Mardikanto, T. (2014). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Bandung: Alfabeta.

Munandar, U. (2016). Pengembangan kreativitas anak berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Pratono, A. H., & Sutanti, A. (2016). The social capital and firm performance: Evidence from Indonesia small businesses. Journal of Management Development, 35(6), 759–775.

Suryana. (2018). Kewirausahaan: Kiat dan proses menuju sukses. Jakarta: Salemba Empat.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Boston: Pearson Education.

Wibowo, A. (2017). Pendidikan kewirausahaan: Konsep dan strategi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yulianti, F., & Nugraha, A. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 123–131.

Unduhan

Dimensions

Diterbitkan

2026-01-30

Cara Mengutip

Susanto, D., Priatna, A. ., Ibrahim, A. ., Darliah, D., Fauzi, S. ., Inayatullah, M. I. ., Rahmatulloh, A. ., Wandira, N. Y. ., Nurviani, N., Hajar, S. ., & Hanapia, C. . (2026). Pengembangan Keterampilan Ekonomi Kreatif Bagi Masyarakat Terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Tingkat Kelurahan Mekar Wangi Kota Bogor. Jurnal Pengabdian West Science, 5(01), 127-138. https://doi.org/10.58812/jpws.v5i01.3149