Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Promosi Potensi Lokal di Desa Wisata Senteluk: Studi Kasus pada Pengelolaan Konten Instagram dan Pembaruan Buku Menu
DOI:
https://doi.org/10.58812/jpws.v4i12.2979Kata Kunci:
Promosi Digital, Media Sosial, Instagram, Konten, Desa WisataAbstrak
Penelitian ini mencoba melihat bagaimana media sosial, khususnya Instagram, bisa dipakai lebih maksimal untuk mempromosikan potensi yang ada di Desa Wisata Senteluk. Fokus kegiatan ada pada pengelolaan konten Instagram serta pembaruan buku menu UMKM yang sebelumnya masih sederhana. Pendekatan yang dipakai adalah penelitian tindakan (action research), jadi prosesnya berjalan bertahap mulai dari observasi lapangan, penyusunan rencana, pelaksanaan strategi, sampai evaluasi dan refleksi bersama pihak desa dan pelaku UMKM. Dari hasil yang terkumpul, konsistensi pengelolaan konten Instagram cukup membantu meningkatkan interaksi, meskipun peningkatannya tidak sangat besar. Namun setidaknya ada penambahan sekitar ±82 pengikut baru dalam periode penelitian, dan itu sudah cukup menunjukkan kalau masyarakat mulai memperhatikan akun desa. Di sisi lain, pembaruan buku menu yang awalnya hanya tulisan tangan menjadi desain yang lebih rapi dan mudah dibaca juga memberi pengaruh positif. Tampilan menunya jadi terlihat lebih layak dan terasa lebih profesional, sehingga pemilik kedai pun merasa lebih percaya diri saat menyajikannya kepada pengunjung. Keseluruhan temuan ini menunjukkan bahwa gabungan antara promosi digital di Instagram dan penggunaan media visual yang lebih baik dapat membantu Desa Wisata Senteluk memperkuat branding-nya serta memperkenalkan potensi lokal dengan cara yang lebih menarik.
Referensi
Akasse, S., & Ramansyah, M. (2023). Strategi promosi pariwisata melalui media sosial dalam meningkatkan pengunjung di desa wisata. Jurnal Penelitian dan Pendidikan Sosiologi, 10(1), 52–60. https://doi.org/10.24036/scs.v10i1.457
Hussain, A., Zhang, L., Ali, A., & Khan, S. (2024). Exploring the impact of social media on tourist behavior in rural mountain tourism during the COVID-19 pandemic: The role of perceived risk and community participation. Acta Psychologica, 242, 104113. https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2023.104113
Ichsan, M., Maulida, E., & Hidayat, H. (2024). Digitalisasi destinasi sebagai strategi pengembangan promosi pariwisata di Indonesia. Jurnal EDUNOMIKA, 8(2), 1–13. https://doi.org/10.29040/jie.v8i2.13318
Minanda, A. R., Zainuddin, A., & Mulyati, S. (2024). Analisis implementasi digital tourism sebagai upaya promosi pariwisata di Desa Wisata Kembang Kuning Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Hospitality, 13(2), 291–300. https://doi.org/10.47492/jih.v13i2.3724
Roosinda, F. W., Lestari, N. S., Utama, A. A. G. S., Anisah, H. U., Siahaan, A. L. S., Islamiati, S. H. D., Astiti, K. A., Hikmah, N., & Fasa, M. (2021). Metode penelitian kualitatif. Zahir Publishing.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer.
Unduhan
Dimensions
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Reni Oktavia, Dinis Cahyaningrum

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
















