Analisis Pengaruh Inflasi dan Upah Minimum Terhadap jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Jambi
DOI:
https://doi.org/10.58812/jekws.v4i04.3910Kata Kunci:
Inflasi, Upah Minimum, Jumlah Penduduk Miskin, Kemiskinan, Provinsi JambiAbstrak
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan pembangunan yang masih dihadapi Provinsi Jambi dan dipengaruhi oleh berbagai kondisi ekonomi, termasuk perubahan inflasi dan upah minimum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan upah minimum terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi selama periode 2016–2025, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder tahunan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi. Sampel penelitian terdiri atas 10 observasi tahunan selama periode 2016–2025 yang ditentukan berdasarkan ketersediaan data penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan pengujian asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki pengaruh positif terhadap jumlah penduduk miskin, tetapi tidak signifikan pada taraf 5%, sedangkan upah minimum memiliki pengaruh negatif tetapi juga tidak signifikan pada taraf 5%. Secara simultan, inflasi dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin. Kebaruan penelitian terletak pada pengujian kedua variabel tersebut terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi menggunakan data periode 2016–2025. Hasil penelitian mengimplikasikan bahwa kebijakan pengentasan kemiskinan perlu dilakukan secara multidimensional dengan mempertimbangkan faktor ekonomi dan sosial lainnya.
Referensi
Agustian, K. B., & Nilasari, A. (2025). Pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum, tingkat pengangguran terbuka, dan inflasi terhadap kemiskinan di Provinsi DKI Jakarta tahun 2016–2023. Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi dan Akuntansi, 2(4), 7–24. https://doi.org/10.62017/jimea
Alhudori, M. (2017). Pengaruh IPM, PDRB dan jumlah pengangguran terhadap penduduk miskin di Provinsi Jambi. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 1(1), 113–125. https://doi.org/10.33087/ekonomis.v1i1.12
Badan Pusat Statistik. (2023). Metadata indikator: Garis kemiskinan. Sistem Informasi Rujukan Statistik (SIRUSA). https://sirusa.web.bps.go.id/metadata/indikator/112481
Fadhillah, A., Arintoko, & Kamio. (2021). Effect of exports, government expenditure and inflation on Indonesia poverty (2000–2019). Media Ekonomi, 21(1), 43–51.
Halim, A., Mayesti, I., & Anggraini, R. (2022). Analisis pengaruh jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi dan inflasi terhadap kemiskinan di Provinsi Jambi. J-MAS: Jurnal Manajemen dan Sains, 7(2), 1311–1315. https://doi.org/10.33087/jmas.v7i2.593
Halim, A., Mayesti, I., Mukti, & Rosita, R. (2025). Pengaruh pertumbuhan ekonomi dan inflasi terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 9(1), 563–566. https://doi.org/10.33087/ekonomis.v9i1.2442
Hastin, M., & Siswadhi, F. (2021). Pengaruh pertumbuhan ekonomi, investasi, tingkat inflasi, dan pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi. Jurnal Ekonomi Sakti (JES), 10(1), 1–22. https://doi.org/10.36272/jes.v10i2.216
Hutabarat, T. A. S., Fathorrazi, M., & Nasir, M. A. (2023). Pengaruh upah minimum, indeks pembangunan manusia dan pengangguran terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah tahun 2010–2021. Journal Ekuilibrium, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.19184/jek.v7i1.35051
Murjani, A. (2019). Short-run and long-run impact of inflation, unemployment, and economic growth towards poverty in Indonesia: ARDL approach. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan, 2(1), 15–29.
Nurkse, R. (1961). Problems of capital formation in underdeveloped countries. Oxford University Press.
Pauzan, P., Rahayu, Y., & Fahmi, A. (2025). Analisis pengaruh upah minimum dan jumlah penduduk terhadap kemiskinan di Provinsi Jambi. Jurnal Development, 13(2), 253–268.
Hierdawati, T., Agustini, S., Affriza, M., & Wiarta, I. (2025). Pengaruh upah minimum provinsi, pengangguran, indeks pembangunan manusia dan jumlah penduduk terhadap jumlah penduduk miskin Provinsi Jambi. BISNISIA: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 1(1), 21–28.
Rohmah, C., Suratno, & Kuswanto. (2021). The effect of education and unemployment on poverty in Jambi Province. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 19(1), 31–43.
Sabyan, M., & Widyanti, R. (2022). Pengaruh pertumbuhan ekonomi dan upah minimum regional terhadap kemiskinan di Kota Jambi. Jurnal Menara Ekonomi: Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi, 8(3), 311–315. https://doi.org/10.31869/me.v8i3.3813
Sari, Y., Halim, A., Mustika, Winarni, E., & Pratiwi, D. (2022). Analisis pengaruh tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi terhadap jumlah penduduk miskin di Kabupaten Tebo. Jurnal Development, 10(2), 49–63.
Sudirman, S., & Andriani, L. (2017). Pengaruh upah minimum dan inflasi terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 1(1), 148–156. https://doi.org/10.33087/ekonomis.v1i1.15
Sukirno, S. (2016). Makroekonomi: Teori pengantar. PT RajaGrafindo Persada.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Pearson.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fefriza Muharamah, Trie Hierdawati, ABD Halim

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








