Kontribusi Subsektor Fesyen, Kuliner, dan Kriya terhadap Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi Kreatif Nasional

Penulis

  • Zainal Arifin Universitas Islam Indragiri

DOI:

https://doi.org/10.58812/jekws.v3i01.1921

Kata Kunci:

Fesyen, Kuliner, Kriya, Ekonomi Kreatif Nasional

Abstrak

Studi ini menyelidiki kontribusi tiga subsektor utama-fesyen, kuliner, dan kriya-dalammeningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif nasional Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan menggunakan 170 tanggapan survei dan analisis data melalui Structural Equation Modeling (SEM-PLS 3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subsektor tersebut berkontribusi secara signifikan terhadap ekonomi kreatif nasional, dengan subsektor fesyen menunjukkan pengaruh terkuat (koefisien jalur: 0,880), diikuti oleh kuliner (koefisien jalur: 0,627) dan kriya (koefisien jalur: 0,438). Temuan ini menunjukkan bahwa fesyen memainkan peran sentral dalam pertumbuhan ekonomi, sementara kuliner dan kerajinan juga memberikan kontribusi yang cukup besar, meskipun pada tingkat yang lebih rendah. Rekomendasi kebijakan yang dapat diambil antara lain adalah meningkatkan investasi dalam inovasi fesyen, memperluas wisata kuliner, dan memberdayakan sektor kerajinan melalui platform digital dan akses pasar. Langkah-langkah tersebut dapat memaksimalkan potensi ekonomi kreatif dan meningkatkan daya saing global.

Referensi

Bagaskara, G., & Mirzanti, I. R. (2023). Business Strategy for Clothing Brand in Indonesia. International Journal of Current Science Research and Review, 06(01), 845–851. https://doi.org/10.47191/ijcsrr/v6-i1-90

Bakhshi, H., McVittie, E., & Simmie, J. (2008). Creating Innovation: Do the creative industries support innovation in the wider economy? Nesta London.

Barney, J. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17(1), 99–120.

Chaerani, S. (2018). Pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap Kepuasan Kerja (Studi pada Divisi Human Capital Kantor Pusat PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk). Universitas Brawijaya.

Dewi, P. R. K., & Wiranata, I. (2023). The Collaboration between Dior and Balinese Endek Woven within The Framework of Indonesian Cultural Diplomacy. Global Strategis, 17(2).

Firdaus, A. R., Vynatria, A. D., Husna, S. L., Alfareza, M. F. N., & Hidayah, A. A. (2024). Ekonomi Kreatif Sebagai Lokomotif Baru Perekonomian Indonesia Menuju Indonesia yang Maju. MANABIS: Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 3(2), 44–52.

Gerai, B., Truck, F., Blengong, B., & Lnybw, ". (2019). Rencana Bisnis Kuliner Bebek Blengong di Jakarta Imam Purwantono. Management, and Industry (JEMI), 2(2), 109–114.

Iskandar, Y. (2022). Pengaruh Modal Sosial, Kapabilitas Financial, Orientasi Kewirausahaan terhadap Daya Saing Bisnis Berkelanjutan serta Implikasinya pada Kinerja UMKM Industri Kuliner di Kota Sukabumi. Senmabis: Seminar Nasional Manajemen Dan Bisnis, 4789, 2–19.

Izdihar, S., & Noviaristanti, S. (n.d.). Analisis Faktor Penghambat Usaha Mikro dan Kecil pada Industri Fashion Hijab di Kota Bandung. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 6(10).

Lantu, D. C., Rosmiati, M., Herliana, S., Chaerudin, R., & Lawiyah, N. (2021). Indonesia’s Fashion Export Performance-A Preliminary Case Study. Review of Integrative Business and Economics Research, 10, 360–368.

Lantu, D. C., Rosmiati, M., Herliana, S., Chaerudin, R., & Lawiyah, N. (2022). The Competitiveness of Indonesian Craft as Creative Industries in the Global Market: A SWOT Analysis Approach. 6th Global Conference on Business, Management, and Entrepreneurship (GCBME 2021), 497–501.

Li, Z., & Yan, N. (2024). A Study on Strategies for Promoting Regional Economic Development through the Cultural Industry. Highlights in Business, Economics and Management, 32, 144–148.

Martial, T., Pasha, T. A. P., Badrudin, R., & Sitompul, G. A. (2024). Creative Economy as a Driver of Economic Growth in the Digital Era. Journal Nomico, 1(8).

Maulani, T. S., & Rachmawati, R. (2024). Perencanaan Sumber Daya Manusia dan Peningkatan Daya Saing Produk melalui Strategi Pengemasan pada Usaha Mikro Seblak Mamih di Kabupaten Bandung. Aksi Nyata: Jurnal Pengabdian Sosial Dan Kemanusiaan, 1(4), 61–70.

Nugroho, R. B., & Irawati, S. A. (n.d.). Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif pada Subsektor Wisata Kuliner Berbasis Kearifan Lokal di Kota Sampang. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 6(11).

Pedersen, E. R. G., Gwozdz, W., & Hvass, K. K. (2018). Exploring the Relationship Between Business Model Innovation, Corporate Sustainability, and Organisational Values within the Fashion Industry. Journal of Business Ethics, 149(2), 267–284. https://doi.org/10.1007/s10551-016-3044-7

Sudirjo, F., Titing, A. S., Radnan, Y., Yodiansyah, H., & Bambang, B. (2023). Linkages between Social Media Presence, Brand Awareness, Customer Loyalty, and Sales Growth in Entrepreneurial Companies (Study on Fashion Industry Entrepreneurs in West Java). West Science Business and Management, 1(02), 81–88.

Tirta, A. H., & Enrika, A. (2020). Understanding the impact of reward and recognition, work life balance, on employee retention with job satisfaction as mediating variable on millennials in Indonesia. Journal of Business and Retail Management Research, 14(03), 88–98.

Wijoyo, H. S. H., Mujanah, S., & Susanti, N. (2024). Building a sustainable creative economy: The influence of capital access and government programs. Edelweiss Applied Science and Technology, 8(6), 3081–3099.

Xiao, M. (2024). Innovative Applications and Market Impact of Indonesian Batik in Modern Fashion. Studies in Art and Architecture, 3(2), 62–66.

Yuniastuti, V., & Pratama, A. A. (2023). Portraits and Challenges of Indonesia’s Modest Fashion Industry on the Halal Industry Competition in the World. Indonesian Journal of Halal Research, 5(1), 21–29.

Unduhan

Dimensions

Diterbitkan

2025-01-31

Cara Mengutip

Kontribusi Subsektor Fesyen, Kuliner, dan Kriya terhadap Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi Kreatif Nasional. (2025). Jurnal Ekonomi Dan Kewirausahaan West Science, 3(01), 45-54. https://doi.org/10.58812/jekws.v3i01.1921